[0:00]Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ketemu lagi dengan saya Suwardi pada channel saya tentunya Suwardi The Next Professor. Pada video kali ini saya akan melanjutkan video saya terkait dengan cara mudah menulis hasil wawancara, cara mudah menulis hasil observasi dan cara mudah menulis hasil dokumentasi. Pada video kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana cara menuliskan ketiga hasil pengumpulan data ini, mulai dari data wawancara, observasi dan dokumentasi. Bagaimana cara menuliskannya di skripsi kita atau di tesis kita ataupun di disertasi kita. Nah, baik sebelum itu bagi teman-teman mahasiswa, teman-teman dosen, teman-teman peneliti, teman-teman penulis, bagi yang belum subscribe channel saya, silakan di-subscribe. Jika disuka silakan di-like, jika ingin dibagikan ke teman-temannya lebih bagus, silakan di-share. Bagi yang ingin ada yang mau dipertanyakan, silakan komentar di kolom komentar video saya. Baik saya lanjutkan penjelasan saya. Saya sudah buatkan materinya, saya sudah seperti video-video saya sebelumnya. Nah, video ini saya buat karena ternyata masih ada lagi kendala yang lain yang ditemukan oleh mahasiswa. Ketika sudah bisa menuliskan apalagi ya? Menuliskan hasil wawancara, sudah bisa menulis hasil observasi, sudah menulis bisa menulis hasil dokumentasi, namun belum bisa memadukan di antara ketiga hasil pengumpulan data itu. Nah, penulisan hasil pengumpulan data, hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi tentunya yang saya masuk di sini adalah dalam penelitian kualitatif ya, dulu. Ah, itu memiliki suatu teknik yang berbeda itu tergantung teknik keabsahan data yang digunakan di metodologi penelitian. Untuk di video kali ini saya akan memberikan suatu apalagi ya? Tutorial bagaimana menuliskan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Ketika di bab 3 kita itu menggunakan triangulasi teknik atau triangulasi metode atau yang biasa disebut juga dengan triangulasi data. Tentunya yang dimaksud triangulasi teknik, triangulasi data dan triangulasi metode itu adalah hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Terus bagaimana cara menuliskannya? Cara menuliskannya sebenarnya agak gampang, mudah dimengerti, kita berikan contohnya ya. Oke, mudah-mudahan bisa dilihat. Nah, tentunya kalau kita menuliskan hasil wawancara hasil penelitian maksud saya, kita akan mulai bisa dengan menjelaskan hasil wawancara dulu. Bisa juga hasil observasi dulu atau bisa juga hasil dokumentasi. Cuma memang ada semacam habitus di kalangan peneliti, di kalangan penulis biasanya kalau penelitian kualitatif dia mulai dari hasil wawancara. Nah, bagaimana cara penulisannya? Tentunya ketika kita menulis satu item. Anggaplah kita menulis satu item di hasil penelitian kita. Contohnya misalkan terkait dengan kepemilikan modal ekonomi yang berbeda. Nah, tentunya ketika kita menuliskan kepemilikan modal ekonomi yang berbeda ini tentunya harus ditunjang oleh tiga data. Data wawancara, observasi dan dokumentasi, sehingga muncul kata-kata ini sebagai item yang ingin dijelaskan di hasil penelitian. Nah, sebelum menuliskan hasil wawancaranya, tentunya kita harus buat narasi dulu. Narasi sebagai pengantar untuk masuk di hasil wawancara. Misalkan narasi seperti yang saya buat Sekolah Swasta dan Sekolah Negeri memiliki kepemilikan modal ekonomi yang berbeda. Mencakup kepemilikan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh setiap sekolah. Hal tersebut berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan informan Suwardi S sebagai alumni sekolah swasta yaitu: Secara umum sekolah negeri memiliki sarana dan prasarana yang lengkap karena selalu mendapatkan bantuan dari pemerintah atau kementerian pendidikan sebagai faktor penunjang proses pembelajaran. Meskipun tidak bermohon akan diberikan bantuan, berbeda dengan sekolah swasta yang di bawah naungan yayasan atau organisasi sehingga jika membutuhkan sarana dan prasarana harus bermohon kementerian pendidikan atau kementerian agama. Sehingga perlu perbaikan sarana dan prasarana sekolah swasta karena sekolah swasta akan dilirik oleh masyarakat jika memiliki sarana dan prasarana yang bagus meskipun ada sekolah swasta yang sudah bagus sarana dan prasarananya. Wawancara 3 Mei 2022. Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi peneliti pada sekolah negeri dan sekolah swasta yaitu: Sarana sekolah swasta berbeda dengan sekolah negeri. Sekolah negeri lebih bagus dan lengkap sarananya dibandingkan dengan sekolah swasta seperti ruang kelas, prasarana sekolah swasta berbeda dengan sekolah negeri. Sekolah swasta lebih terbatas prasarananya dibandingkan dengan sekolah swasta seperti kepemilikan prasarana olahraga, lapangan upacara, perpustakaan dan komputer (Observasi 05 Mei 2022).
[6:14]Berdasarkan data dokumen sarana dan prasarana sekolah swasta dan sekolah negeri di Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng memiliki banyak perbedaan seperti gambar 4.1 berikut.
[9:37]Kepemilikan modal ekonomi yang berbeda antara sekolah swasta dan sekolah negeri, modal ekonomi yang berbeda mencakup kepemilikan sarana yaitu alat-alat yang terkait langsung dengan pembelajaran seperti ruang kelas dan fasilitas pembelajaran dan prasarana seperti lapangan upacara, lapangan olahraga dan taman baca. Sekolah negeri Suwardi 15 Mei 2022. Pada gambar 4.1 menunjukkan adanya perbedaan dari aspek sarana dan prasarana pembelajaran antara sekolah swasta dengan sekolah negeri.



