[0:00]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu Guru dalam kegiatan siang hari ini yang akan melaksanakan diskusi tentang perencanaan pembelajaran sesuai dengan indikator DPMN yang saya pilih Bapak Ibu. Nah, pada saat ini kita akan membahas atau melaksanakan diskusi tentang perencanaan pembelajaran agar kita menghasilkan produk berupa perencanaan pembelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum kita jauh membahas tentang perencanaan pembelajaran, mungkin ada yang berpendapat tentang perencanaan pembelajaran. Iya, silakan. Saya tidak ingin berpendapat tapi ingin bertanya faktor apa saja yang mempengaruhi dalam perencanaan pembelajaran? Terima kasih. Faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran ada tiga. Mungkin ada Bapak Ibu guru yang bisa membantu saya menjawab. Saya, Bu. Iya. Yang pertama, hasil asesmen awal. Hasil asesmen awal. Terima kasih. Saya, Bu. Iya. Adanya sarana prasarana di sekolah. Iya, terima kasih Pak Taufik. Lalu. Iya, Bu. Bisa dari potensi yang ada di sekolah atau kebutuhan belajar atau juga bisa tuntutan masyarakat. Nggih, terima kasih dari ketiga jawaban tersebut. Jadi faktor yang mempengaruhi hasil asesmen awal itu dilaksanakan pada saat awal tahun pelajaran baru. Kemudian sarana prasarana dibutuhkan tetapi disesuaikan dengan kondisi di sekolah. Punya apa tidak, tidak harus dipaksakan. Kemudian tuntutan masyarakat itu diperlukan dalam menyusun perencanaan pembelajaran agar sesuai dengan stakeholder, ngoten Bapak Ibu. Kemudian dalam perencanaan pembelajaran itu terdiri dari tiga aspek. Apa saja? Saya, Bu. Iya. tujuan pembelajaran. Iya, kemudian Langkah-langkah pembelajaran. Langkah-langkah pembelajaran. Iya. Asesmen pembelajaran. Iya, bagus sekali. Jadi dari perencanaan pembelajaran itu mempunyai tiga aspek. Tujuan itu mutlak disampaikan pada saat awal pembelajaran akan dilaksanakan. Setelah itu langkah-langkah, kemudian terakhir asesmen. Asesmen ada berapa Bapak Ibu? Ada dua. Ada dua, yaitu asesmen Formatif dan sumatif. Jadi kalau asesmen formatif sudah dapat tercapai, tidak perlu dilaksanakan asesmen sumatif itu dalam kurikulum Merdeka. Itu Bapak Ibu. Kemudian untuk perencanaan pembelajaran tersebut menghasilkan produk apa? Modul ajar. Modul ajar. Nggih, kalau dalam kurikulum 13 kemarin namanya RPP sekarang modul ajar. Dari mana Bapak Ibu kita memperoleh modul ajar? Saya, Bu. Ya. Dari PMM. Dari PMM bisa ya? Dari PMM kita ambil, kita modifikasi atau istilahnya dengan ATM. Jadi selain dari PMM dimodifikasi, kita juga bisa menyusun sendiri. Kalau Bapak Ibu guru mampu. Kalau tidak mampu, tadi ATM dari PMM. Ada juga istilahnya ATP. Tapi tolong jangan sampai nggih Bapak Ibu masak ambil, tiru dan plagiat. Nggih, tolong dimodifikasi. Demikian Bapak Ibu yang saya sampaikan. Mungkin ada pertanyaan berikutnya? Cukup. Sudah? Kalau sudah, saya ucapkan terima kasih. Demikian Bapak Ibu yang saya sampaikan. Kurang dan lebihnya mohon maaf, saya akhiri. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.

Observasi Kegiatan Memandu Perencanaan Pembelajaran Kepala Sekolah SD Negeri Gambyok 2
SDN Gambyok 2
4m 11s420 words~3 min read
Auto-Generated
Watch on YouTube
Share
MORE TRANSCRIPTS


