Thumbnail for BIOLOGI Kelas 11 - Sistem Koordinasi (Saraf & Hormon) | GIA Academy by GIA Academy

BIOLOGI Kelas 11 - Sistem Koordinasi (Saraf & Hormon) | GIA Academy

GIA Academy

24m 17s2,330 words~12 min read
Auto-Generated

[0:17]Halo teman-teman, selamat datang kembali di Gia Academy YouTube channel. Semoga teman-teman selalu sehat dan terus semangat. Pernahkah teman-teman merasakan jatuh cinta? Saat sedang merasakan cinta, biasanya jantung kita akan berdegup kencang, telapak tangan berkeringat dan suasana hati kita jadi lebih bahagia. Tahukah teman-teman kenapa hal tersebut bisa terjadi?

[0:50]Hal tersebut terjadi karena saat jatuh cinta hormon dopamin yang dihasilkan otak akan bekerja maksimal, sehingga segala hal di sekitar kita terasa lebih menyenangkan. Aktivitas hormonal ini akan disampaikan oleh sistem saraf ke organ tubuh lainnya. Akibatnya, tekanan darah kita akan meningkat dan detak jantung menjadi lebih cepat. Kok bisa gitu ya? Bagaimana saraf, hormon, dan organ-organ di tubuh kita ini saling bekerja? Untuk menjawabnya, tonton terus video ini sampai selesai ya.

[1:28]Nah, otak, jantung, hati, dan berbagai hormon saat kita jatuh cinta tadi saling bekerja sama membentuk sistem koordinasi. Sistem koordinasi ini melibatkan sistem saraf, sistem hormon/endokrin, dan sistem indra yang mengatur kegiatan organ-organ tubuh kita. Wah, keren ya. Karena banyaknya sistem yang tergabung dalam sistem koordinasi tadi, di video kali ini kita fokuskan membahas dua sistem. Jadi, kita akan belajar sistem saraf dan sistem hormon. Kita mulai dari sistem saraf. Sistem saraf di tubuh kita tersusun atas jutaan sel saraf atau neuron. Setiap unit neuron terdiri dari dendrit, badan sel, nukleus, neurit atau akson, sel Schwann, selubung mielin, nodus Ranvier, dan sinapsis.

[2:32]Antara neuron satu dengan neuron lainnya dihubungkan oleh sinapsis. Perjalanan impuls dimulai dari dendrit, dikirim ke badan sel, diteruskan ke neurit atau akson dan impuls mengalir di sepanjang akson untuk seterusnya dihantarkan ke neuron lain oleh akson. Setiap bagian neuron memiliki fungsinya masing-masing. Dendrit bertugas untuk menerima impuls dan menghantarkannya ke badan sel. Badan sel akan menerima impuls dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Dalam badan sel terdapat nukleus untuk mengatur semua aktivitas sel. Akson atau neurit akan menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke neuron lain. Nodus Ranvier yang terdapat di sepanjang akson akan mempercepat penghantaran impuls. Sel Schwann berguna untuk menyediakan makanan bagi akson, sedangkan selubung mielin yang membungkus akson akan melindungi akson dan memberi nutrisi bagi neuron. Ada tiga macam neuron berdasarkan fungsinya, yaitu neuron sensorik atau aferen, neuron motorik atau eferen, dan neuron asosiasi atau penghubung.

[3:49]Neuron sensorik berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat (organ reseptor adalah alat indra). Neuron motorik berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor (organ efektor adalah otot dan kelenjar). Sedangkan neuron asosiasi berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik (terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang). Susunan sistem saraf dalam tubuh kita terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Saraf pusat disusun oleh otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan saraf tepi dibedakan menjadi berdasarkan tempat: kranial dan spinal, berdasarkan fungsi: somatis dan otonom. Kita akan membahasnya satu per satu. Sistem saraf pusat dilindungi oleh selaput menings. Terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Pertama, otak. Otak merupakan saraf utama karena berperan mengatur seluruh aktivitas tubuh. Bagian luar otak (korteks) berwarna abu-abu. Bagian ini banyak mengandung badan sel saraf yang disebut dengan substansi grisea. Bagian dalam otak (medulla) berwarna putih. Bagian ini banyak mengandung neurit dan dendrit yang disebut dengan substansi alba. Otak kita terdiri dari bagian-bagian berikut: serebrum atau otak besar, talamus, hipotalamus, kelenjar pituitari, ketiganya merupakan bagian dari diensefalon atau otak depan. Mesensefalon atau otak tengah, serebelum atau otak kecil, pons, dan medulla oblongata sebagai brainstem atau batang otak. Yuk kita bahas lebih lanjut. Pertama, otak besar. Otak besar berfungsi dalam pengaturan semua aktivitas yang berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, pertimbangan. Otak besar menjadi pusat pengaturan semua kegiatan atau gerakan yang kita sadari. Otak besar terdiri atas dua belahan. Setiap belahan otak besar terdiri dari 4 lobus: yaitu lobus frontalis sebagai pengendali gerakan otot rangka dan tempat terjadinya proses intelektual. Lobus oksipitalis untuk pusat penglihatan, lobus temporalis merupakan pusat pendengaran, penciuman, pengecap, serta lobus parietalis sebagai pengatur perubahan pada kulit dan otot. Kedua, otak depan (diensefalon). Otak depan terdiri atas hipotalamus dan talamus. Hipotalamus berperan dalam mengatur suhu tubuh, rasa lapar, dan rasa haus. Talamus berperan dalam pengaturan perasaan dan gerakan. Berikutnya, otak tengah atau mesensefalon. Otak tengah berfungsi mengatur gerakan refleks mata. Mengontrol pendengaran. Selanjutnya, otak kecil atau serebelum. Otak kecil terletak tepat di bawah bagian posterior otak besar. Pada bagian bawah otak kecil terdapat jembatan Varoll. Otak kecil berfungsi untuk mengatur kesetimbangan gerak, koordinasi gerak otot, dan posisi tubuh. Bagian otak berikutnya adalah jembatan Varoll atau pons Varolli. Jembatan Varoll berfungsi untuk menghantarkan impuls otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh. Menghubungkan otak besar dengan otak kecil. Terakhir, sumsum lanjutan atau medulla oblongata. Merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Berfungsi untuk mengatur denyut jantung, mengatur pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, mengatur gerak alat pencernaan, mengatur sekresi kelenjar, bersin, sendawa, batuk, muntah, mengatur gerak alat pernapasan. Itulah tadi bagian-bagian otak dan fungsinya. Bisa dimengerti ya. Bagian saraf pusat kedua adalah sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan dari medulla oblongata dan terdapat dalam rongga tulang belakang. Bagian luar (tepi) berwarna putih (subtansi alba). Bagian dalamnya berwarna abu-abu (subtansi grisea). Sumsum tulang belakang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari dan ke otak serta sebagai pengatur gerak refleks.

[8:58]Sumsum tulang belakang terdiri dari saraf spinal, sumsum bagian dalam, sumsum bagian tepi, kanal pusat, sayap dorsal, sayap ventral, badan sel neuron motorik, akson neuron motorik, badan sel neuron sensorik, dan akson neuron sensorik. Selanjutnya, sistem saraf tepi. Saraf tepi menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat saraf. Berdasarkan tempatnya, sistem saraf tepi terdiri atas saraf kranial yang berjumlah 12 pasang dan saraf spinal 31 pasang. Saraf kranial berasal dari otak, sedangkan saraf spinal berasal dari sumsum tulang belakang. Cabang-cabang saraf spinal mempersatukan seluruh otot, rangka, dan kulit. Kita lihat bagian-bagian saraf tepi berdasarkan letaknya. Saraf kranial berjumlah 12 pasang. Saraf spinal berjumlah 31 pasang, terdiri dari 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 8 pasang saraf pinggul, dan sepasang saraf ekor.

[10:13]Sedangkan saraf kranial terdiri dari saraf olfaktori, optik, okulomotor, troklear, trigeminal, abdusen, fasial, auditori, glosofaringeal, vagus, aksesori spinal, dan hipoglosal. Sistem saraf tepi berdasarkan fungsinya terdiri dari saraf somatik dan saraf otonom.

[10:44]Saraf somatik mengatur gerakan yang disadari, contoh gerakan kaki melangkah. Berdasarkan arah impuls yang dibawanya, saraf somatik dibagi menjadi sistem saraf aferen, membawa impuls dari reseptor ke saraf pusat, sistem saraf eferen membawa impuls dari saraf pusat ke efektor.

[11:10]Sedangkan sistem saraf otonom mengendalikan gerak organ yang bekerja secara otomatis, contohnya gerak otot polos, otot jantung, pembuluh darah, usus, lambung, dan kelenjar. Sistem saraf otonom terdiri dari saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang bekerja berlawanan. Dan inilah fungsi kerja saraf parasimpatik dan saraf simpatik yang saling berlawanan.

[11:46]Setiap impuls yang menghasilkan gerakan akan membentuk dua jenis gerak, yaitu gerak biasa dan gerak refleks. Gerak biasa merupakan gerak yang disadari. Contohnya melangkahkan kaki menuju suatu tempat, berlari, atau menyapu. Kita lihat mekanisme kerja gerak biasa. Hantaran impuls pada gerak biasa dimulai dari reseptor sebagai penerima rangsang. Impuls tersebut kemudian dihantarkan menuju neuron sensorik untuk kemudian diolah di otak. Respon dari otak oleh saraf motorik dihantarkan ke efektor sehingga terjadilah gerakan. Jadi, beginilah urutan perjalanan impuls pada gerak biasa.

[12:37]Selanjutnya gerak refleks. Gerak refleks merupakan gerak yang tidak disadari. Hantaran impuls pada gerak refleks mirip seperti gerak biasa. Bedanya, impuls pada gerak refleks tidak melalui pengolahan pusat saraf. Neuron di otak hanya berperan sebagai konektor saja. Ada dua macam konektor yaitu neuron konektor di otak dan di sumsum tulang belakang. Contoh gerak refleks melalui neuron konektor otak yaitu pupil mata mengecil saat terkena cahaya yang terang. Dan gerak refleks melalui neuron konektor sumsum tulang belakang yaitu tangan dikembangkan untuk menjaga keseimbangan tubuh saat kita terjatuh. Urutan perjalanan impuls pada gerak refleks dimulai dari reseptor. Impuls dihantarkan neuron sensorik, melewati otak, kemudian dikirim ke sumsum tulang belakang. Di sumsum tulang belakang impuls akan diproses untuk dihantarkan ke neuron motorik. Neuron motoriklah yang akan menyampaikan ke efektor sehingga terjadi gerakan yang tidak disadari. Dan beginilah skemanya. Impuls yang masuk dalam sistem saraf dapat dihantarkan melalui dua cara: melalui neuron dan sinapsis. Penghantaran impuls melalui neuron terjadi karena adanya perbedaan muatan listrik antara bagian luar dan bagian dalam membran serabut saraf. Saat istirahat, bagian luar membran serabut saraf bermuatan (+) sedangkan bagian dalam bermuatan (-), peristiwa ini disebut polarisasi.

[14:28]Ketika menerima rangsangan bagian luar, membran serabut saraf bermuatan (-) sedangkan bagian dalam bermuatan (+), peristiwa ini disebut depolarisasi.

[14:41]Kemudian terjadi perpindahan aliran listrik dari (-) ke (+).

[14:50]Impuls akan diteruskan ke otak dan sumsum tulang belakang sehingga timbul respon.

[15:03]Respon diubah menjadi impuls dan diteruskan neuron motorik ke efektor.

[15:11]Sedangkan penghantaran impuls melalui sinapsis dimulai dari membran parasinapsis, kemudian vesikel-vesikel akan menuju membran parasinapsis karena pengaruh Ca2+. Vesikel akan melepaskan neurotransmiter yang berfungsi menghantarkan impuls ke ujung dendrit sel saraf lainnya. Neurotransmiter akan menerima impuls dan berdifusi melewati celah sinapsis. Kemudian berikatan dengan reseptor yang berada di pascasinapsis. Ikatan ini menyebabkan impuls bisa diteruskan ke saraf lain. Nah, teman-teman, berikut ini catatan untuk penghantaran impuls melalui sinapsis. Impuls sampai di membran parasinapsis, kemudian vesikel-vesikel akan menuju membran parasinapsis karena pengaruh Ca2+. Vesikel akan melepaskan neurotransmitter, yang berfungsi menghantarkan impuls ke ujung dendrit sel saraf lainnya. Beberapa macam neurotransmiter: 1) asetilkolin (di sinapsis seluruh tubuh), 2) noradrenalin (saraf parasimpatik), 3) serotonin (pada saraf pusat). Neurotransmiter akan menerima impuls dan berdifusi melewati celah sinapsis. Neurotransmiter berikatan dengan reseptor yang berada di pascasinapsis. Ikatan ini menyebabkan impuls bisa diteruskan ke saraf lain. Sistem koordinasi berikutnya, sistem hormon. Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga kelenjer buntu karena hormon yang dihasilkan tidak dialirkan melalui saluran tertentu tapi langsung melalui pembuluh darah. Hormon berfungsi untuk mempertahankan kondisi seimbang tubuh (homeostatis). Mengatur pertumbuhan, mengatur proses reproduksi, menjaga metabolisme tubuh, dan membentuk tingkah laku. Dalam sistem hormon terdapat berbagai macam kelenjar endokrin. Ada kelenjar hipofisis, hipotalamus, kelenjar pineal, kelenjar tiroid, paratiroid, timus, adrenal, pankreas dan kelamin (testis pada pria, ovarium pada wanita).

[16:57]Mari kita bahas satu per satu. Pertama, kelenjar hipofisis/pituitari. Merupakan master of glands karena mempengaruhi aktivitas kelenjar lain. Terletak di dasar otak besar, terbagi menjadi beberapa bagian: lobus anterior, intermedia, dan lobus posterior. Berikut ini adalah hormon yang dihasilkan oleh lobus anterior, intermedia, dan lobus posterior.

[17:32]Kelenjar kedua adalah tiroid atau gondok. Terletak dekat leher dan jakun. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroksin, mempengaruhi proses metabolisme, pertumbuhan fisik, menurunkan kadar kalsium, dan mempengaruhi perkembangan mental. Triyodotironin mempengaruhi distribusi air dan garam dalam tubuh. Kalsitonin memacu pengendapan kalsium dalam tulang.

[18:18]Berikutnya, kelenjar timus atau kacangan. Terletak di daerah dada, menghasilkan hormon timosin, berfungsi untuk menjaga sistem imun (kekebalan tubuh). Kelenjar kelima, adrenal atau anak ginjal. Bagian korteks terletak di daerah atas ginjal, dan bagian medulla berada di dasar otak besar. Bagian korteks menghasilkan hormon glukokortikoid untuk menaikkan kadar glukosa darah, mengubah glikogen menjadi glukosa. Mineralokortikoid untuk menyerap natrium darah, mengatur reabsorpsi air pada ginjal, menaikkan denyut jantung, kecepatan napas, tekanan darah. Sedangkan bagian medula menghasilkan hormon adrenalin untuk mengubah glikogen dalam otot menjadi glukosa dalam darah. Noradrenalin bekerja secara antagonis dengan hormon adrenalin, yaitu menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Keenam, kelenjar pankreas. Terletak di sebelah bawah lambung. Kelenjar ini menghasilkan hormon insulin, mengubah glukosa menjadi glikogen di hati. Glukagon mengubah glikogen menjadi glukosa. Dan kelenjar terakhir gonad atau kelamin. Pada wanita terletak di daerah perut, menghasilkan hormon estrogen untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder wanita. Progesteron berperan dalam penebalan dan perbaikan uterus. Sedangkan pada pria terletak dalam buah zakar, menghasilkan hormon testosteron untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder pria. Nah, itulah kedua sistem yang bekerja dalam sistem koordinasi tubuh kita. Semoga teman-teman bisa memahaminya ya. Agar teman-teman semakin paham, mari kita selesaikan contoh soal berikut. Soal pertama. Diberikan gambar neuron dan kita diminta menentukan bagian yang berfungsi untuk menerima impuls dari ujung saraf lain. Kita tahu dalam sel saraf impuls pertama kali akan diterima oleh ujung saraf terluar yaitu dendrit yang ditunjukkan oleh huruf P. Dan berikut ini adalah bagian-bagian neuron lain beserta fungsinya.

[20:52]Q adalah badan sel, R nukleus, S neurit, dan T merupakan nodus Ranvier. Jadi, jawaban yang benar adalah A. Soal kedua. Diberikan gambar otak dan kita diminta menentukan fungsi dari bagian yang ditunjuk. Bagian X pada gambar adalah medulla oblongata atau sumsum lanjutan, yang salah satu fungsinya adalah mengatur detak jantung. Dan organ yang akan dipengaruhi jika terjadi gangguan adalah jantung. Sedangkan yang mempengaruhi kerja organ lidah adalah bagian otak besar. Kinerja mata juga ditentukan oleh otak besar. Telinga otak tengah dan alat gerak ditentukan oleh otak kecil. Jadi, jawabannya D. Soal selanjutnya meminta kita menentukan urutan skema dari gerak refleks pada mata. Kita ingat lagi bahwa gerak refleks tidak diproses di otak melainkan dalam sumsum tulang belakang. Berarti jawaban A, D, dan E salah. Urutan prosesnya dimulai dari rangsangan, diterima oleh reseptor. Selanjutnya dihantarkan oleh neuron sensorik, diolah dalam sumsum tulang belakang, diteruskan oleh neuron motorik dan respon diterima oleh aseptor hingga terjadi gerak refleks. Jadi, pilihan jawaban yang benar adalah B. Soal terakhir meminta kita menentukan hormon yang dihasilkan oleh organ yang ditunjukkan oleh gambar. Kita perlu tahu organ A adalah kelenjar pankreas yang menghasilkan hormon insulin. Bagian B adalah kelenjar adrenal atau anak ginjal menghasilkan hormon adrenalin. Dan C adalah bagian kelamin pada pria menghasilkan hormon testosteron. Jadi, jawaban yang sesuai adalah D. Oke, teman-teman. Sekarang kita sudah bisa membedakan cara kerja dari sistem saraf dan sistem hormon. Pesan pada sistem saraf disampaikan dalam bentuk impuls, sedangkan sistem hormon dalam bentuk kimiawi. Pesan pada sistem saraf disalurkan oleh serabut sel saraf, sedangkan sistem hormon melalui peredaran darah. Penerima pesan dalam sistem saraf adalah kelenjar dan otot, sedangkan sistem hormon diterima oleh organ sasaran. Pada sistem saraf, impuls dihantarkan dengan cepat, sebaliknya, dalam sistem hormon lebih lambat. Mekanisme kerja sistem saraf hanya berdampak pada organ tertentu, sedangkan hormon memiliki dampak yang lebih luas. Sistem saraf bekerja dan merespon dengan cepat, namun efeknya tidak permanen. Sebaliknya, sistem hormon bekerja dan merespon dengan lambat, tapi efeknya permanen. Nah, itulah perbedaan kedua sistem tersebut. Bisa dimengerti ya. Demikianlah pembahasan kita tentang sistem saraf dan hormon. Jangan lupa tonton terus video-video terbaru di channel kita ya. Sampai jumpa di video berikutnya.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript