Thumbnail for Ibu, Anakmu Lelah || Musikalisasi Puisi • Fais Project by Fais Project

Ibu, Anakmu Lelah || Musikalisasi Puisi • Fais Project

Fais Project

3m 27s242 words~2 min read
Auto-Generated

[0:02]Belum sempat ku membagi kebahagiaanku. Belum sempat ku membuat dia tersenyum. Bu, maaf ya. Akhir-akhir ini aku lebih sering mengeluh dibandingkan bersyukur. Tapi bukan karena aku tidak mensyukuri segala bentuk pemberian Tuhan. Hanya saja dewasa ini melelahkan. Mungkin yang Ibu tahu, aku baik-baik saja. Aku bahagia, hari-hariku selalu menyenangkan. Pekerjaanku lancar, badanku selalu sehat. Meskipun semua yang aku ceritakan lebih banyak menyimpan kebohongan. Hanya agar Ibu tenang. Tapi bukan karena aku sedang belajar menjadi seorang pembohong, Bu. Aku hanya lebih tahu bahwa Ibu lebih banyak berpikir dibandingkan aku, lebih banyak khawatir dibandingkan aku, lebih mudah sakit dibandingkan aku. Kadang aku malu, Bu, untuk mengakui semuanya. Semua kelemahanku selama ini. Aku yang mengira begitu kuat, ternyata rapuh, Bu. Kadang aku ingin mengatakan bahwa, boleh tidak jika aku kembali menjadi anak kecil? Tapi aku tidak berani mengatakannya, sekalipun begitu menginginkannya.

[2:09]Karena aku tahu, Ibu juga pasti merasakan lelah menjadi seorang Ibu,

[2:28]butuh kesabaran dan pengorbanan. Untuk Ibu, terima kasih sudah ada. Terima kasih untuk tidak mengeluh meski aku tahu bahwa menjadi Ibu itu melelahkan,

[2:33]terima kasih sudah bertaruh nyawa melahirkanku ke dunia. Terima kasih karena sudah memutuskan mempertahankanku untuk tetap hidup. Maaf jika sampai kini Ibu masih melihatku belum menjadi apa-apa, tapi aku sedang mengusahakan yang terbaik. Berharap Ibu tetap menemani di setiap langkah kecilku ini. Semoga Ibu mengerti bahwa aku juga sedang berusaha sebisa dan semampuku,

[3:13]meski mungkin lebih lambat dari yang lainnya. Maafkan aku, Bu. Dan terima kasih sudah menuntunku sejauh ini.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript