[0:02]Halo Brainy Pandas. Kalian bisa bayangin ya, seringkali pada peredaran darah kita, itu terdapat banyak zat-zat yang antara kita enggak perlu atau jumlahnya itu berlebihan. Misal, metabolisme sel-sel tubuh kita itu seringkali memproduksi zat buangan yang bersifat toksik yang kita itu enggak perlu. Makanan yang kita konsumsi juga itu kadang bisa meningkatkan misal kadar garam pada peredaran darah kita sampai ke level-level yang terlalu tinggi. Nah, untuk mengatur agar kadar zat-zat ini itu enggak berlebihan, kita bisa mengirim darah kita ke ginjal. Jadi fungsi utama ginjal adalah sebagai penyaring darah. Ketika darah melewati ginjal, ginjal akan menyaring darah dan mengambil zat-zat yang emang kita enggak perlu atau yang berlebihan. Membuangnya melalui produk akhir ginjal yaitu urin dan ginjal juga akan mempertahankan komponen-komponen darah yang kita itu emang masih perlu. Untuk paham fungsi ini secara lebih detail, kita perlu paham terlebih dahulu anatomi ginjal secara lebih detail. Lapisan luar ginjal yang tipis ini kita sebut sebagai kapsul renalis. Renal itu artinya ginjal dan kita sebut kapsul karena bentuknya kayak bungkus obat kapsul yang tipis itu ya. Bagian luar ginjal yang pas di bawah kapsul renalis sampai beberapa jarak seperti ini ya. Kita sebut sebagai korteks renalis. Lalu di bawah korteks renalis kita punya yang namanya medula renalis. Kata medula itu mirip dengan kata middle yang artinya tengah. Jadi medula renalis merupakan bagian dari ginjal kita yang lokasinya itu relatif di tengah atau di dalam ginjal kita. Ketimbang bagian-bagian seperti korteks dan kapsul yang relatif di luar. Sekarang kalau kita perhatikan detail dari anatomi ginjal, pada daerah korteks dan medula itu sebenarnya terdapat struktur kecil yang sangat penting ya. Struktur ini kita sebut sebagai nefron. Dia itu sangat penting karena seluruh fungsi penting ginjal itu dijalankan oleh struktur kecil ini. Sampai-sampai nefron itu disebut sebagai unit fungsional dari ginjal atau unit yang menjalankan fungsi ginjal. Dan jumlah nefron yang ada di ginjal kita itu enggak cuman satu ya. Di dalam satu ginjal itu kurang lebih terdapat 1 juta nefron yang tersebar sepanjang kompleks korteks medula kita ini. Sekarang aku mau ngajak Brainy Pandas zoom in ke satu struktur nefron supaya kita bisa paham fungsi ginjal kita. Di sini kita punya satu nefron ya dan percabangan dari pembuluh darah yang masuk ke dalam ginjal kita. Lalu ini ada garis yang menandakan perbatasan antara daerah korteks dan medula, jadi kalian bisa lihat bahwa ada bagian nefron kita yang masuk ke medula. Pertama aku mau fokus ke seksi kecil ini dulu ya. Jadi di sini kita punya pembuluh darah arteriol. Jadi arteriol merupakan percabangan dari arteri yang lebih kecil gitu ya. Arteriol yang membawa darah menuju nefron, kita sebut sebagai arteriol aferen. Aferen itu artinya menuju ya. Arteriol yang membawa darah menjauhi nefron, kita sebut sebagai arteriol eferen. Eferen itu artinya menjauhi. Nah, arteriol aferen kita itu akan membentuk struktur yang melekuk-lekuk seperti ini. Kita sebut ini sebagai glomerulus. Di sini kamu lihat ada bagian nefron yang kayak meluk glomerulus kita. Ini kita sebut sebagai kapsul Bowman. Isinya kapsul Bowman itu kayak ruang kosong ya, jadi rongga. Rongga ini kita sebut sebagai ruang Bowman atau Bowman's space kalau dalam bahasa Inggris. Sekarang kita masuk ke mekanisme yang terjadi pada seksi ini. Darah akan dibawa oleh arteriol aferen kita ke arah glomerulus dengan tekanan yang tinggi. Tekanan yang tinggi ini seakan-akan mau ngedorong darah kita dari glomerulus masuk ke ruang Bowman. Cuman kalian bisa bayangin ya, dinding glomerulus ini tersusun atas sel-sel yang kita sebut sebagai sel endotel. Dinding kapsul Bowman juga tersusun atas sel-sel yang namanya podosit. Lalu di antara kedua struktur ini juga ada sebuah membran yang namanya basement membrane. Lah Kak, berarti darahnya enggak bisa nembus dong dari glomerulus ke ruang Bowman ya, karena kehalang oleh struktur-struktur ini. Cuman ternyata kalau kita teliti lebih dalam lagi, di antara sel-sel endotel dan sel-sel podosit itu terdapat celah-celah kecil yang sebenarnya bisa ditembus oleh beberapa zat tertentu. Dan basement membrane kita ternyata sama aja, bisa ditembus oleh zat-zat tertentu gitu. Jadi ternyata struktur-struktur ini itu bukan sebagai penghalang, melainkan mereka itu penyaring ya. Mereka itu menjalankan fungsi yang namanya fungsi filtrasi darah atau penyaringan darah. Jadi struktur ini membiarkan beberapa zat lewat dan menahan zat-zat lainnya. Supaya lebih jelas berikut adalah gambaran proses filtrasi. Tekanan akan mendorong darah ke arah ruang Bowman. Cuman komponen-komponen yang bisa nembus ke ruang Bowman hanya komponen yang sangat kecil. Jadi sisanya tuh kesaring dan enggak bisa masuk. Komponen ini yang masuk ke ruang Bowman kita sebut sebagai filtrat karena dia merupakan cairan hasil filtrasi atau penyaringan. Isinya filtrat adalah zat-zat yang kecil. Jadi logikanya mereka itu kecil, berarti mereka bisa nembus celah-celah ini. Lalu kebalikannya, zat-zat yang enggak bisa lewat itu zat-zat yang gede ya, yang enggak bisa nembus celah ini. Contohnya misal makromolekul seperti protein yang belum terurai jadi asam amino dan tentu sel-sel darah seperti eritrosit, leukosit dan trombosit. Nah, dari semua darah yang masuk dari arteriol aferen, hanya 1/5 ya kira-kira yang bisa nembus ke ruang Bowman. Sisanya akan diteruskan menjauhi nefron kita melalui arteriol eferen. Itu barusan merupakan tahap awal dari pembentukan urin yang kita sebut sebagai filtrasi. Tapi filtrat ini belum bisa kita sebut sebagai urin karena dia masih mengandung banyak zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh kita, yang enggak mau kita buang gitu. Agar jadi urin, filtrat ini mesti lewatin beberapa tahap lagi yang akan terjadi pada saluran-saluran nefron selanjutnya. Sekarang aku mau ngenalin dulu ke kalian nama-nama dari saluran ini sebelum kita masuk ke fungsi dari masing-masing saluran tersebut. Pertama ya, kita punya saluran yang melekuk-lekuk seperti ini. Namanya itu rada belibet, dia merupakan tubulus kontortus proksimal. Nah, kamu jangan bingung, tubulus itu saluran, kontortus itu artinya berliku-liku ya, dan proksimal itu artinya dekat. Jadi tubulus kontortus proksimal merupakan saluran yang berliku-liku yang proksimal atau relatif lebih dekat ke kapsul Bowman kita ketimbang saluran berliku-liku yang ini yang relatif lebih jauh.
[9:32]Saluran yang ini kita sebut sebagai tubulus kontortus distal, dan distal artinya itu jauh, jadi dia relatif lebih jauh ke kapsul Bowman. Di antara kedua tubulus kontortus ini terdapat lengkungan yang sampai ke daerah medula ya. Kita sebut lengkung ini lengkung Henle dan lengkung Henle terdiri dari bagian yang asenden atau bagian naik dan bagian desenden atau turun. Di ujung nefron setelah tubulus kontortus distal kita punya tubulus kolektivitus. Kolektivitus karena dia mengkoleksi urin yang telah melewati semua saluran ini. Lalu kalian bisa lihat juga di sekeliling nefron akan ada banyak pembuluh darah. Oke, sekarang kita mulai dari fungsi tubulus kontortus proksimal. Intinya di sini, nefron kita mau menyerap kembali zat-zat penting yang enggak mau kita buang. Misal di sini kita ada glukosa dan asam amino. Ini kan zat-zat yang udah kita susah payah peroleh dari makanan yang kita konsumsi, jadi enggak mau dong kita buang begitu aja lewat urin. Zat-zat ini akan direabsorpsi atau diserap kembali ke peredaran darah di sekitar nefron kita. Catatan yang penting di sini adalah 100% glukosa dan asam amino. Yang aku maksud di sini adalah semua glukosa dan asam amino yang ada di filtrat itu direabsorpsi pada TKP. Jadi pada saluran-saluran berikutnya kita harusnya udah enggak nemu lagi tuh glukosa dan asam amino. Selanjutnya kita masuk ke lengkung Henle. Hal yang kamu mesti ingat di sini, tujuan bagian asenden atau bagian naik adalah untuk membuat medula kita asin. Garam-garam yang ada di dalam lengkung Henle bagian asenden itu akan dipompa keluar ke daerah medula. Ingat ya, garam itu NaCl. Ini membuat medula kita hipertonis dan simpelnya, hipertonis itu berarti medula kita penuh dengan zat-zat terlarut ya, jadi banyak ion-ionnya, banyak garamnya. Ini kebalikan dari kondisi pada lengkung Henle desenden yang hipotonis. Hipotonis itu berarti zat terlarutnya sedikit. Jadi garamnya sedikit tapi isinya air aja gitu. Kontras ini akan secara natural menarik air yang ada di lengkung Henle desenden keluar ke medula. Sehingga lengkung Henle desenden itu terkenal sebagai lokasi utama reabsorpsi air pada nefron. Selanjutnya pada TKD terjadi kembali ya, reabsorpsi zat-zat yang penting yang enggak mau kita buang. Ini akan membuat produk yang ada di dalam nefron kita semakin terkonsentrasi akan zat-zat yang emang kita mau buang. Produk akhirnya akan dikumpul di tubulus kolektivitus dan tubulus ini akan melewati medula kita yang asin tadi, jadi semakin banyak tuh air yang kereabsorpsi. Dan pada akhirnya produk yang keluar dari tubulus kolektivitus merupakan urin yang mengandung segala zat-zat buangan yang ada di tubuh kita yang akan diteruskan ke calyx minor, calyx mayor, renal pelvis, ureter, kandung kemih, uretra dan keluar dari tubuh kita.



