Thumbnail for Pengkajian Keperawatan Keluarga Tahap 1 by Nursing UMY

Pengkajian Keperawatan Keluarga Tahap 1

Nursing UMY

20m 38s2,075 words~11 min read
Auto-Generated

[0:06]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada praktikum kali ini, kita akan mempelajari tentang pengkajian data dasar keluarga, yang meliputi komposisi keluarga, genogram, tipe keluarga, suku, agama, status sosial ekonomi keluarga, serta aktivitas rekreasi. Setelah praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan pengkajian data dasar keluarga. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak video berikut.

[0:57]Assalamualaikum, Bu. Waalaikumsalam. Benar ini dengan rumah Bapak A? Inggih. Taman Tirto nggih? Iya. Nggih, Ibu, sebelumnya perkenalkan saya Bu Ema dari Puskesmas Kasihan 1. Nah, sesuai dengan janji kita kemarin, saya kan sudah kontak Ibu ya melalui HP. Hari ini kita akan berbincang terkait dengan kesehatan di keluarga Ibu. Nanti kira-kira waktunya 5 sampai 10 menit. Apakah Ibu bersedia? Oh iya, enggak apa-apa. Nggih, nanti yang akan kita tanyakan terkait dengan data dasar keluarga Ibu. Nanti saya akan nanya terkait dengan komposisi keluarga, kemudian silsilah keluarga, dan aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan oleh keluarga yang ada hubungannya dengan kesehatan. Apakah Ibu setuju? Setuju, Bu. Setuju. Sebelumnya saya mulai ada yang ditanyakan tidak, Bu? Mmm, enggak ada. Enggak ada, nggih. Nggih, baik kalau tidak ada kita mulai. Ini tempatnya di sini saja nggih, Bu, nggih? Oh iya, di sini saja. Nggih, Bismillahirrahmanirrahim, kita mulai ya, Bu. Nanti saya mohon izin nggih, Bu. Ini saya sambil nyatat karena nanti akan dipakai untuk dokumentasi. Jadi nanti saya mohon izin sambil mencatat nggih, Bu. Sambil gambar. Iya. Nggih, kita mulai. Eh kalau di sini kepala keluarganya siapa nggih, Bu? Bapak. Bapak A nggih? Bapak A, nggih. Nggih. Bapak A, nggih. Bapak A. Nggih. Usia Bapak berapa? 40 tahun. 40 tahun. Nggih. Eh di sini alamatnya Taman Tirto, RT 1 RW 3 Kasihan Bantul, nggih leres nggih? Nggih. Kalau nomor HP-nya Ibu atau Bapak berapa nggih? Nomor HP Bapak nggih? Nggih. 0815. Nggih. 789. Nggih. 414. Iya. 80. Ya, baik. Kemudian Bapak terakhir sekolahnya apa nggih, Bu, nggih? SMA. SMA. Saat ini pekerjaan Bapak apa, Bu? Eh itu, Bu. Eh pedagang baju. Pedagang di pasar, nggih. Pedagang di pasar, baik. Nah, sekarang kita lanjutkan ke komposisi keluarganya nggih, Bu. Kalau di sini ini Ibu asmane sinten, Bu? Saya Ibu E. Bu E, nggih, Bu E nggih, perempuan, kemudian istri nggih, istrinya Bapak A. Usia Ibu berapa, Bu? Saya 37 tahun. 37 tahun. Kalau sekolahnya dulu sekolah SMA juga, Bu. SMA juga, nggih. Saat ini kerjanya apa, Bu? Saya Ibu rumah tangga, tapi ini juga nyambi online shop. Oh, nggih. Eh ada keluhan, Bu? Mmm, enggak ada. Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah sehat, nggih. Nggih, kalau putranya Ibu ada berapa, Bu? Putra saya ada empat. Empat. Nggih. Anak pertamanya namanya siapa, nggih? Namanya S. S. Nggih. Laki-laki apa perempuan, Bu? Laki-laki. Perempuan. Laki-laki nggih? Nggih. Anak pertama, kemudian usianya berapa, Bu? 17 tahun. 17 tahun. Eh saat ini dia sekolah SMA nggih, berarti 17 tahun, nggih. Nggih. Pekerjaannya pelajar ya, Bu ya? Kondisinya gimana, Bu? Sehat? Alhamdulillah sehat. Sehat. Kalau yang kedua, Bu? Yang kedua perempuan. Perempuan. Namanya B. Namanya B, nggih. Eh saat ini usianya berapa, Bu? 9 tahun. 9 tahun, berarti SD nggih, Bu nggih? SD. Masih pelajar nggih? Kondisinya gimana, Bu? Apa sehat? Alhamdulillah sehat. Sehat. Kemudian anak yang ketiga? Anak ketiga saya itu sebenarnya anak terakhir itu kembar. Oh, nggih, kembar, nggih. Cowok semua? Iya, cowok semua. Usianya berapa, Bu? 5 tahun. Namanya, Bu? Namanya K. K. Baik, 5 tahun. Saat ini sudah sekolah belum, Bu? Masih TK. Oh, masih TK, nggih. Kondisi kesehatannya gimana, Bu? Eh, kalau yang kembar itu ada asma gitu, Bu. Mm, ada riwayat asma nggih? Nggih. Oke. Nah, tadi kan Ibu sudah cerita terkait dengan komposisi yang ada di keluarga inti Ibu ya. Sekarang kita saya akan menanyakan terkait dengan silsilah di keluarga karena kita juga akan mengkaji riwayat dari keluarga Ibu.

[5:07]Tadi kan Ibu kan ada empat putranya nggih, Bu, nggih. Ibu dan Bapak itu menikah tahun berapa nggih, Bu? 2002. 2002 nggih. Nggih, sekarang kalau Bapak ini kita mulai dari keluarganya Bapak terlebih dahulu nggih, suaminya Ibu. Eh Bapak berapa bersaudara nggih, Bu? Bapak tiga bersaudara. Tiga bersaudara. Bapak yang nomor dua. Oh, Bapak nomor dua. Kalau yang pertama? Yang pertama itu perempuan. Perempuan. Nggih. Namanya siapa, Bu? Namanya Mbak L. Mbak L. Nggih. Usianya? Usianya 45 tahun. 45 tahun. Kemudian adiknya Bapak? Adik Bapak itu cowok. Cowok. Nggih. Usianya berapa? Usianya 37. 37 tahun. Tadi namanya siapa, Bu? Namanya A. A. Kemudian kalau orang tuanya Bapak itu masih sehat semua? Alhamdulillah masih ada. Alhamdulillah masih ada nggih. Nggih. Bapak Bapak mertuanya Ibu, nggih. Usianya berapa? Bapak mertua berapa nggih? 70 tahun apa, nggih? 70 tahun. Asmane namanya siapa, Bu? Bapak M. Bapak M, nggih. Eh kalau kondisi kesehatannya Bapak sekarang adakah riwayat penyakit keturunan seperti itu? Eh gula napa nggih? Oh, Bapak menderita gula nggih? Baik.

[6:26]Kemudian kalau ibunya Bapak, Ibu mertua Ibu, nggih, masih sehat? Masih sehat. Masih sehat, kondisinya sehat? Sehat, nggih. Namanya Ibu siapa? Ibu C. Ibu C. Usianya? 63 tahun. 63 tahun, nggih, baik.

[7:59]Eh kalau dari silsilah keluarga yang kita bicarakan tadi, ada beberapa penyakit keturunan ya, Bu, ya? Terkayu dengan gula, penyakit gula, kemudian ada kanker juga, kemudian dari Ibu sendiri juga ada penyakit hipertensi gitu, nggih. Nggih, tapi alhamdulillah kondisinya saat ini sehat, namun ada putranya tadi yang kembar itu menderita asma, gitu, nggih. Nggih. Eh untuk ini, Bu, yang tinggal satu rumah di sini siapa saja, nggih? Eh Bapak, saya sama anak-anak. Oh, nggih, berarti keluarga intinya saja nggih, Bu, nggih. Iya. Seperti ini, Bu, gambarnya? Ini berarti yang eh tinggal satu rumah ini ya? Oh, iya, nggih. Nggih. Leres ya, Bu, ya. Ini sudah benar, nggih. Baik. Eh terima kasih, Ibu. Sekarang kita lanjutkan lagi nggih, Bu, nggih? Nah, eh sekarang eh kita akan lanjutkan terkait dengan data dasar yang lain. Kalau tadi Ibu eh mengatakan yang tinggal di rumah adalah Ayah, Ibu, dan kedua anaknya. Jadi tipe keluar keempat. Oh, iya, keempat anaknya ya. Ada yang si kembar ya. Jadi, eh tipe keluarga Ibu adalah keluarga inti karena tidak ada keluarga besar yang tinggal di satu rumah, nggih, Bu. Nggih, kemudian kalau suku, Bu. Nah, Ibu berasal dari suku apa, Bu? Keluarga Jawa. Jawa, nggih. Keluarga Jawa. Kalau Bapak Ibu dari suku Jawa juga. Nggih, dua-duanya Jawa nggih? Jawa. Kalau bahasa yang sering digunakan di sini bahasa apa, Bu? Kadang bahasa Jawa, kadang bahasa Indonesia, Bu. Oh, dua-duanya. Nggih. Kalau dengan anak-anak biasanya menggunakan bahasa apa? Kalau anak-anak bahasa Jawa kadang-kadang. Oh, iya. Baik. Nggih, kalau eh ini kan Ibu kan eh tinggal di sini, Bu, ini asli sini atau berasal dari mana, Bu? Eh kami dari Jawa, Bu. Oh, dari Jawa, Bu. Oh, dari Jawa, Bu. Pindahan? Pindahan nggih? Nggih. Merantau. Kalau di Taman Tirto sendiri suku yang dominan biasanya apa, Bu? Kalau di sini Jawa nggih, Bu, nggih. Jawa, nggih. Berarti Ibu keluarga Ibu sering berinteraksi dengan suku yang sama, nggih, etnis yang sama, nggih. Baik. Kalau saya lihat eh dekorasi rumah tadi sekilas dari luar masih semi ada joglo-joglonya gitu nggih, Bu, nggih? Nggih, berarti eh masih ada tradi apa namanya? Tradisi masih dipakai oleh keluarga Ibu. Kalau terkait dengan eh diet atau makanan atau pakaian, seperti itu bagaimana, Bu? Ada hubungannya dengan suku. Biasanya pakai pakaian biasa aja sih, Bu. Mmm, nggih. Kalau pakai pakaian adat seperti itu? Ya kalau misalnya anak itu ada kegiatan di sekolah kayak gitu, ya pakai baju adat kayak gitu. Oh, iya, iya. Kalau di Jogja memang kadang ada hari apa menggunakan pakaian adat gitu. Kalau sehari-hari pakai pakaian biasa aja. Iya, biasa aja. Kalau makanan? Kalau makanan ya biasa juga, Bu. Oh, iya. Baik. Nggih. Kalau eh ini kan eh tadi kan diceritakan Ibu bahwa kegiatan agamanya cukup banyak. Nah, bisa digambarkan bagaimana sih keluarga ini menanamkan nilai-nilai agama di anak, terutama, itu seperti apa, Bu?

[14:11]Kalau saya itu ngajarin anak ya kayak misalnya dari kecil kayak gitu sudah diajak saya apa, diajak salat kayak gitu, Bu. Nah, jadi kalau misalnya setiap magrib ataupun mungkin subuh kayak gitu ya saya ajak buat salat kayak gitu. Anak-anak kan juga kebetulan sekolahnya di sekolah Islam. Oh, iya. Berarti dari kecil memang sudah di tanamkan dasar-dasar dan nilai-nilai agamanya, gitu, nggih? Nggih. Nggih, baik, Bu. Nah, sekarang kita pindah ke status sosial ekonomi ya, Bu, ya. Tadi kan eh Ibu sudah eh bercerita bahwa Bapak eh berdagang di pasar, kemudian Ibu eh Ibu rumah tangga yang sambil berjualan online, nggih, Bu, nggih. Nah, untuk pendapatan keluarga sendiri eh kira-kira satu bulannya berapa, Bu? Kalau satu bulan itu ya alhamdulillah 4 sampai 5 juta kayak gitu, Bu. Itu didapat dari dua-duanya, nggih? Bapak dan Ibu, nggih? Nggih, sama dibantu online tadi, Bu. Oh, iya. Berarti tapi yang eh dominan mencari nafkah di sini Bapak, nggih? Bapak, nggih. Nggih. Kalau alokasi dana yang didapat tadi biasanya dipakai untuk apa saja, Bu? Ya buat kebutuhan sehari-hari, Bu. Heeh, apa untuk anak kayak gitu, apa untuk pendidikan anak juga seperti itu. Kalau terkait dengan tabungan kesehatan atau tabungan pendidikan kayak gitu, keluarga di sini eh memiliki tidak, Bu? Ada, kalau tabungan pendidikan ada. Kalau untuk kesehatan asuransi, nggih, Bu, nggih? Nggih. Pakai BPJS, nggih? Nggih. BPJS. Berarti tetap menyisihkan eh sedikit uangnya untuk tabungan pendidikan dan untuk membayar BPJS. Yang mengatur keuangan sinten, Bu? Oh, saya. Oh, dari Ibu sendiri. Nggih, ini kan bagus sekali ya, Bu, ya. Tadi eh sudah diceritakan. Nah, kalau misalnya nih, dilalah ini keluarga ini punya permasalahan masalah terkait dengan keuangan, kesulitan gitu, misalnya. Nah, itu biasanya yang membantu siapa, Bu? Ya kalau misalnya ada masalah keuangan biasanya orang tua sih, Bu. Oh, minta tolong ke orang tua. Kalau misalnya orang tua tidak bisa, Ibu? Ya kepepetnya ya ke bank sih, Bu, mungkin ya. Mencari dana yang lebih besar ke bank, nggih. Berarti ada eh dari keluarga sendiri dan mencari dari eksternal juga. Nggih, baik, Bu. Kemudian ini, Bu, yang terakhir terkait dengan eh aktivitas rekreasi keluarga. Kalau aktivitas rekreasi yang sering dilakukan keluarga apa, Bu? Kalau aktivitas itu tiap malam sih, Bu. Tiap malam kita pasti ngumpul bareng kayak gitu kan. Habis makan malam, biasanya kita kayak ngumpul-ngumpul di ruang TV kayak gitu nonton. Kalau enggak nanya apa kabar masing-masing kayak gitu, Bu. Ya, seperti itu saja, Bu. Selain itu mungkin kalau piknik atau makan bersama di luar kayak gitu ada enggak? Kalau makan bersama tiap minggu sih, Bu. Oh, tiap minggu. Heeh, tiap weekend kayak gitu kadang anak-anak ngajakin keluar kayak gitu. Pengin makan di mana kayak gitu ya saya temenin kayak gitu. Tapi kalau ke jalan-jalan kayak gitu jarang sih, Bu. Nggih. Tapi setiap tahun pasti ada rekreasi ke tempat wisata seperti itu? Paling pas ini, Bu, pas liburan sekolah kali ya, Bu, ya. Jadi kayak mungkin setahun sekali kayak gitu, Bu. Nggih, refreshing bertemu keluarga besar seperti itu. Nggih, pas lebaran kayak gitu. Nggih, jadi keluarga ini memanfaatkan seperti waktu luang untuk bersama nggih, Bu, nggih. Nonton TV, sekedar nonton TV, bercakap-cakap, itu sebagai hiburan juga, nggih, Bu, nggih, selain nanti kalau weekend, minggu, hari Sabtu atau Minggu makan bersama, kemudian nggih, keluarga bersama, gitu nggih. Nggih, baik, Bu Dewi. Alhamdulillah ya, Bu. Ini terkait dengan data-data dasar keluarga, tadi Ibu sudah menceritakan dengan baik. Tadi hasilnya kalau saya simpulkan dari komposisi keluarga, kemudian eh riwayat kesehatan keluarga, tadi eh keluarga ini merupakan keluarga inti ya, Bu, yang tinggal di dalam satu rumah, terdiri ayah, ibu dan keempat putranya. Kemudian eh kesehatan riwayat kesehatan yang ada di keluarga tadi dari keluarga besar, ada penyakit keturunan ya, Bu. Terkait dengan darah tinggi, kemudian ada DM juga, ada kanker juga. Kemudian adik juga ada menderita asma ya, Bu, ya.

[18:37]Kemudian eh dari aktivitas rekreasi, kemudian dari aktivitas keagamaan dan aktivitas yang lain tadi sudah diceritakan dengan baik dan hasilnya alhamdulillah juga keluarga aktivitasnya baik-baik saja, kecuali yang tadi ada beberapa riwayat kesehatan yang perlu kita diskusikan bersama. Nah, ini hasil dari pengkajian hari ini nanti kita akan analisis bersama dulu, Bu. Nah, setelah itu nanti kita akan menentukan rencana tindak lanjut untuk diskusi kita selanjutnya.

[20:01]Nanti insyaallah dua hari lagi saya akan ke sini lagi, nanti saya kontak dulu ke HP yang tadi diberikan Ibu, nggih. Boleh-boleh, nggih. Nggih. Eh kalau sudah tidak ada yang ingin kita diskusikan lagi, alhamdulillah kita akhiri kegiatan kita ya, Bu. Eh saya pamit terlebih dahulu, mohon maaf bila tadi kita berbincang ada tutur kata yang kurang berkenan, saya pribadi mohon maaf ya, Bu. Iya, sama-sama, Bu. Terima kasih banyak sudah diberikan info, semoga keluarga ini tetap diberikan kesehatan. Amin ya rabbal alamin. Saya pamit dulu ya, Bu, ya. Iya, Bu. Matur nuwun, Bu. Nggih. Waalaikumsalam.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript