Thumbnail for Gus Baha: Semua Sudah Diatur, Jadi Berbahagialah! by SANTRI GAYENG

Gus Baha: Semua Sudah Diatur, Jadi Berbahagialah!

SANTRI GAYENG

14m 38s1,633 words~9 min read
Auto-Generated

[0:00]Imam Ghazali hanya ingin mengingatkan, meski kamu ingin merubah keadaan, namun harus sadar... Betapapun inginnya kamu merubah, tetap kalah dengan catatan yang ada di Lauh Mahfudz Harusnya kamu sadar, kamu itu siapa?

[0:22]Paham, ya? Jadi banyak orang yang diampuni oleh Tuhan sebab husnuzan Dengat-ingat, ya, di kitab Hilyatul Aulia banyak sekali... Tidak ada ibadah yang dibenci oleh setan seperti ibadah bahagianya orang mukmin Nabi Sulaiman itu sulit digoda setan, meski istri dan kekuasaannya banyak Sebab misal ketika paham bahasa burung, beliau langsung berkata: أَحْمَدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ Tidak semua orang bisa berbicara dengan burung Nabi lainnya yang tidak bisa bahasa burung mengejek Nabi Suadaiman begini... Nabi kok berurusan dengan burung, nabi ya seperti saya, berurusan dengan manusia Jadi sama-sama bersyukur Yang satu berkata: "Nabi kok tidak bisa bahasa burung" Sebetulnya mudah menyaingi, "Berbicara kok dengan burung, dengan manusia saja kenapa sih?!" Berbicara dengan makhluk tak berakal dibanding dengan yang berakal lebih mulia mana? Lebih mulia yang berakal, berarti keren kamu, sudah begitu saja! Yang penting keduanya bisa sama-sama bersyukur Maka besok, orang yang masuk surga paling akhir itu diridai oleh Allah, diantaranya sebab berkata begini... Dia orang terakhir yang masuk surga Terakhir masuk surga, entah tahun berapa, di neraka saja sudah 1000 tahun Jadi ketika akan dimasukkan ke surga, dia disuruh oleh Tuhan... "Masuklah ke surga, dosamu sudah Aku ampuni!" "Saya malu, saya tak punya amal" / "Sudah, masuk saja!" "Ini tidak sedang mengejek saya, kan?" Tuhan diajak bercanda Ini hadits sahih: تَسْتَهْزِئُ بِي وَأَنْتَ رَبُّ الْعَالَمِينَ Masa Engkau Tuhan mengajak saya bercanda? Sebab dianugerahi surga yang mewah Setelah mendapat surga yang mewah dia pun menerima لَكَ هَذِهِ وَأَمْثَالُهَا Kamu Ku beri ini dan dua kalinya Masih belum menerima, "Yang benar, Tuhan?" / "Ya, sungguh" "Tidak megejek saya?" / "Tidak" Ditambah lagi oleh Tuhan, setelah banyak ia berkata... Tuhan pun jawabannya lucu, "Aku tidak mengejekmu..." Tapi وَلَكِنِّي عَلَى مَا أَشَاءُ قَدِيرٌ Aku Maha Kuasa mewujudkan segala sesuatu yang Aku kehendaki "Sudah terima saja!", setelah diterima ia berkata begini... يَا اللَّهُ لَقَدْ أَعْطَيْتَنِي Engkau beri saya nikmat, مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ Tidak ada yang mendapatkan nikmat seperti saya Padahal dia masuk surga paling akhir Tapi merasa orang paling mulia, tidak ada yang seperti dirinya Tuhan suka melihat orang keliru model begini Maksudnya orang kok begitu percaya dirinya لَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ Engkau memberiku nikmat yang tak pernah diberikan pada orang lain se-dunia Padahal surganya dia tentu kalah (kelas) dengan surganya Bilal atau Abu Bakar Tapi perasaan dia, surganya adalah yang terbaik Itu orang benar, maka kondisi seperti ini hakikatnya adalah yang terbaik Sebab sesuai sesuai dengan skenario yang ada di Lauh Mahfudz. Paham, ya? Baiknya memang seperti ini Maka Imam Ghazali pernah jadi fitnah besar, gara-gara pernah mengatakan... لَيْسَ فِي الْعَالَمِ مَا هُوَ أَبْدَأُ مِنْهُ Alam semesta ini tak ada yang lebih baik daripada yang ini Jadi alam yang sekarang ini adalah alam yang terbaik Lalu ini jadi kontroversi karena banyak ulama yang mengkritik beliau Sekarang banyak maksiat, alam ini tidak ideal karena tidak ditunggui Nabi atau orang saleh Bagaimana bisa Imam Ghazali mengatakan alam ini yang terbaik? Imam Ghazali menjawab dengan enteng... Semua kejadian sekarang itu sesuai dengan skenario yang ada di Lauh Mahfudz Dan sebaiknya alam ini memang sesuai skenario, begitu saja tidak paham Kata ulama: "Ya tak perlu dikatakan begitu, malah jadi fitnah... ...seakan-akan kita tak perlu merubah keadaan". Imam Ghazali hanya ingin mengingatkan, meski kamu ingin merubah keadaan, namun harus sadar... Betapapun inginnya kamu merubah, tetap kalah dengan catatan yang ada di Lauh Mahfudz Harusnya kamu sadar, kamu itu siapa? Indonesia tahun ini bebas kelaparan dan kemiskinan Slogan seperti itu sudah sejak zaman Bung Karno, kamu kira baru era Presiden sekarang? Ya tetap begini-begini saja! Coba disewa Presiden terbaik di dunia, suruh jadi Presiden di Indonesia... ...akan tetap ada masalah. Di negaranya sendiri pun tetap akan ada masalah (ketika memimpin). Cuma menurut syariat jika ada masalah ya diselesaikan Dan dari dulu juga memang diselesaikan Misal anakmu sakit ya diobati, meski di Lauh Mahfudz sudah tertulis anakmu sembuh jika diobati Catatannya ya begitu, sesuai skenario Paham, ya? Jadi, saya harap kalian itu harus berbahagia Ini ijazah dari saya, hiduplah dengan berbahagia! Apapun masalah yang dihadapi, berbahagialah! Jika kamu tidak bahagia karena banyak hutang dan kasus, maka datanglah ke kuburan Ini fatwanya Al-Ghazali dalam kitab Al-Arbain, datanglah ke kuburan! Lalu berteriaklah... Tapi jangan ketika ada orang, nanti dikira gila. Datang saja! "Ya Allah, semua yang ada di kuburan ini sangat ingin hidup kembali, meski untuk satu jam saja" Hanya satu jam, saya ulangi! "Ya Allah, semua yang telah mati ingin hidup kembali, meski hanya untuk satu jam saja" Karena mereka ingin sekali melafalkan Laa ilaha illallah Jadi, semua orang mati itu berharap hidup kembali untuk beramal saleh Karena berharap untuk bisa beramal saleh Semua mengatakan: قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا Semua berharap agar dikembalikan lagi ke dunia Karena berharap untuk bisa beramal saleh Jika sudah begitu, lalu katakanlah... Dan saya ya Allah, dalam harapan itu, karena saya sekarang masih hidup Sekarang akan saya fasihkan ucapan Laa ilaha illallah

[6:22]Setelah itu pulanglah, lalu ikuti syariat, jika punya hutang maka bayarlah... ...jika istri marah ya diselesaikan, yakni bersabarlah bukan bercerai! Kalau bercerai kamu malah tak punya istri Jadi, orang miskin itu harusnya punya perhitungan Saya miskin kok menceraikan istri, malah jadinya miskin plus duda Kalau tidak bercerai kan sekedar miskin, lebih ringan mana, antara miskin saja dengan miskin plus duda? Lebih parah mana? Miskin plus duda! Karena berarti status negatifnya dua; Sudah miskin, duda pula!

[6:55]Rukhin tertawa! Memang orang bercerai itu ada bodohnya, Khin, Paham, ya? Bukan bodoh sepenuhnya, tapi ada bodohnya Mestinya perhitungannya begitu, sudah miskin tak punya istri pula Tapi jika perhitungannya; Sudah miskin, hina, dimarahi terus! Nantinya kalau tak punya istri, statusmu malah tak punya harta juga tak punya istri Ruwet! Nah sekarang kita ini punya iman, tak punya uang asal masih punya iman! Pokoknya setan itu harus dilawan! Lawan terus sampai kamu bahagia, ini petuahnya ulama! Maka para ulama itu bahagia tertawa Sebab khawatir jika mengeluh akan menjadikan setan bersuka cita Sebab khawatir jika mengeluh akan menjadikan setan bersuka cita Maka semua ulama, terutama Nabi, itu ketika menghadapi apa saja selalu tersenyum Menyuruh Anas bin Malik tapi keliru (tidak sesuai), Nabi diam saja Istri-istri Nabi protes, orang keliru kok dibiarkan saja tidak dimarahi! Memang ditakdirkan keliru, jika Tuhan merencanakan ia benar maka tak akan keliru Tapi Nabi itu ... Kamu punya pembantu keliru, pasti langsung 'bernyanyi'! Nabi memang luar biasa Nabi bisa mengamalkan ayat: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ Tidak ada (apapun) di langit maupun di bumi kecuali sudah ditentukan oleh-Nya Tapi kita punya syariat bahwa merawat istri dan menafkahinya itu wajib Malah enak dikatakan wajib, sebab jika kamu mencari nafkah maka dapat pahala... ...sebab melaksanakan perintah Allah. Malah enak ketika istri marah, sebab jika kamu bersabar akan dapat pahala Malah dapat dua pahala; Pahala mencari nafkah dan bersabar. Orang miskin tapi punya dua pahala 'kan luar biasa Jika kamu punya logika seperti itu terus maka setan akan kesal Bagaimana cara menggoda orang ini? Orang kok begitu baiknya Seperti Nabi Sulaiman yang kalah cerdas dengan Bilqis, orang kok begitu cerdasnya Malah berucap: وَأُوتِينَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا Tetap saja kecerdasannya lebih dulu saya Entah lebih dulunya kapan, pokoknya dia berucap: وَأُوتِينَا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهَا Kami pun diberi pengetahuan sebelum Bilqis, dan kami termasuk orang-orang islam وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَعْبُدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ Dan apa yang ia (Bilqis) sembah selain Allah selama ini, mencegahnya (untuk menyembah Allah). Dan apa yang ia (Bilqis) sembah selain Allah selama ini, mencegahnya (untuk menyembah Allah).

[10:16]Bilqis itu meski cerdas tapi tidak beriman, sebab terhalangi oleh tradisinya menyembah selain Allah Dalam konteksi ini menyembah matahari, Bilqis itu penyembah matahari

[10:31]Sesungguhnya dia (Bilqis) termasuk orang-orang kafir قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَ Ini ceritanya sudah terputus di sini, lalu ini menceritakan kisah yang agak berbeda Dikatakan kepadanya: "Masuklah kamu ke ruang atas (rumah susun/bertingkat)!"

[10:59]الصَّرْحُ adalah loteng yang terbuat dari kaca putih transparan Yang terbuka (transparan) Dibawahnya ada air jernih yang mengalir dan berisi ikan Yang dibuat oleh Nabi Sulaiman sendiri

[11:38]Karena terdengar oleh Sulaiman bahwa betisnya (di bawah lutut di atas mata kaki) Bilqis... Betis, "Kamu kok tahu?" / "Biasa mengintip" Kata Rukhin Tidak katanya, jangan suuzan! Betis itu di bawah lutut di atas mata kaki Maka orang-orang cingkrang itu mereka membaca hadits cuma separo Sebab Nabi mengutus sahabat jika memakai sarung itu hendaknya separo betis Separo betis itu berarti... Apa? Betis itu 'kan di bawah lutut di atas mata kaki Berarti kalau separo betis jadinya cingkrang Memang itu haditsnya sahih Tapi Nabi masih melanjutkan haditsnya, jika tidak mau asal tidak menutupi mata kaki Jadi, ketika nabi masih hidup haditsnya dilanjutkan... ...jika kamu tidak mau, maka yang penting tidak menutup mata kaki. Pokoknya yang penting di atas mata kaki Rata-rata para kiai alim itu seperti umumnya orang-orang, yang penting diatas mata kaki Sebab dulu ketika Nabi menyampaikan itu, Abu Bakar sudah menawar... "Wahai Nabi, betis saya itu kurus, tidak baik/jelek dilihat Dan itu pantasnya ditutup sampai bawah "Ya sudah tidak apa-apa kalau begitu" Jawab Nabi Misal Rukhin betisnya kena eksim kalau dibuka itu bermasalah, ya ditutupi saja Jika pantasnya ditutupi ya ditutup saja Nah itu (di atas mata kaki) dinamakan betis

[13:42]Maka orang mati itu yang kejangnya itu betisnya Maka istilahnya Quran: وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ Jadi orang yang akan meninggal itu, Tuhan menghendakinya... ...yang kejang itu antara betis... Jadi, jarang orang akan mati banyak gerak seperti bermain sepakbola Rata-rata betis ditempelkan, digesek-gesekkan Ini disebut: وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ Jika sudah begitu maka alamat akan meninggal Meski para ulama memaknainya bukan fisik, pokoknya orang akan meninggal itu... Istilahnya: وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ Ya begitu, kira-kira begitu, itu...

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript