[0:30]Perkenalkan nama saya Nadia Frety Sila, domisili Medan, Sumatera Utara.
[0:44]Air beriak tanda tak dalam, air tenang menghanyutkan. Izinkan saya ucapkan salam untuk hadirin sekalian. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Yang terhormat, Ibu Bapak Dewan Juri beserta penyelenggara lomba, dan yang saya sayangi teman-teman sekalian. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan Yang Maha Esa di mana atas izinnya kita masih diberi kesehatan sampai saat ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato dengan judul Pendidikan bagi Generasi Muda.
[1:42]Bapak Ibu yang saya hormati dan teman-teman yang saya banggakan. Mengulik sekilas mengenai pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan. Sangat disayangkan, tidak semua rakyat Indonesia dapat menempuh jenjang pendidikan. Hanya segelintir kaum bangsawan saja yang dapat menempuh pendidikan. Sejarah pendidikan di Indonesia tidak lepas dari sosok dan perjuangan Bapak Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia di era kolonialisme. Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai hari Pendidikan Nasional untuk memperingati kelahiran dan menghormati jasa Bapak Ki Hajar Dewantara. Beliau juga dikenal sebagai pencetus Taman Siswa.
[2:38]Bapak Ibu yang saya hormati dan teman-teman yang saya banggakan. Pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter bangsa. Pendidikan diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang cerdas, bermoral dan berkompeten. Di sini para pemuda berperan penting, karena masa depan suatu bangsa tergantung oleh generasi mudanya. Seperti apa peran pemuda dalam berpartisipasi memberi sumbangsih kepada negaranya. Dalam bidang olahraga misalnya. Kebanggaan akan Indonesia terlihat jelas dari sejumlah atlet yang dengan khusyuk bahkan sampai menitikan air mata. Ketika mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di arena pertandingan, saat mereka mendapat prestasi tertinggi. Di bidang sains, istilah tradisi juara melekat pada pelajar dan mahasiswa Indonesia. Yang setiap tahunnya meraih prestasi yang sama. Teman-teman sekalian para generasi muda. Saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi sudah sangat berkembang pesat. Menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda. Kita dapat dengan mudah memperoleh ilmu di mana pun dan kapan pun. Seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara. Jadikan setiap tempat sebagai guru. Dan jadikan setiap orang sebagai guru. Kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan dari pengalaman orang-orang sukses. Dan orang-orang sukses tidak lahir dari kemudahan. Mereka harus melewati lelahnya belajar. Maka dari itu, mari kita bangkitkan semangat belajar mengingat kita adalah generasi penerus bangsa. Kalau bukan kita siapa lagi? Demikian isi pidato saya, lebih dan kurang mohon maaf. Hari panas sawah membelah hutan rimba tempat si rusa. Maafkan kalau ada salah namanya juga manusia. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Om Swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan.



