[0:04]Kobaran api dengan cepat menghanguskan deretan lapak di kawasan Pasar Laino, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Api diduga kuat berasal dari salah satu kios penjual sepatu yang terletak di bagian ujung blok. Material dagangan yang didominasi kain dan karet membuat api dengan mudah merambat dan cepat membesar. Suasana panik tak terhindarkan, para pedagang berusaha menyelamatkan sisa barang dagangan mereka ke tempat yang lebih aman di pinggir jalan. Sementara itu, warga sekitar turut bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Muna mengerahkan tiga unit armada Damkar ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api selama beberapa jam untuk melokalisir agar tidak merembet ke blok lainnya.
[0:56]Toko ya, kios-kios ya? Kios apa dia, Mas? Sama, Pak, Rp400,000,000. Berapa unit ini, Mas? Banyak, Pak. Ini sekitar 13, 14. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian ekonomi yang dialami para pedagang ditaksir cukup besar berdasarkan pendataan sementara. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Andi Eba, A News melaporkan.
[1:44]Kasus dugaan penganiayaan di tempat penitipan anak Daycare di Unggulharjo, Yogyakarta, pemirsa, sangat memprihatinkan. 53 anak menjadi korban kekerasan dari pengasuh Daycare. Ya, pemirsa, selain kasus tadi, Realita juga akan menghadirkan berita-berita kriminal pilihan lainnya bersama saya Ayah Nufus. Inilah, Realita.
[2:14]Kita ke informasi pertama, pemirsa. Geger, sebuah angkot terbakar di Jalan Kiai Haji Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Angkot ternyata dibakar oleh sopir angkot lain hanya karena rebutan tempat menunggu penumpang.
[2:40]Sebuah angkot terbakar di depan Kantor Kecamatan Tanah Abang, Jalan Kiai Haji Mas Mansyur, Jakarta Pusat. Kobaran api membesar dengan cepat dan menghanguskan seluruh badan angkot. Kebakaran terjadi saat angkot tengah menunggu penumpang di bahu jalan. Polisi melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Dari hasil pemeriksaan, ternyata angkot ini dibakar oleh sopir sesama angkot karena rebutan tempat menunggu penumpang. Akibat kejadian ini, korban sopir angkot mengalami luka bakar, sementara pelaku melarikan diri. Adanya insiden cekcok antar sopir angkot yang membuat salah satu dari sopir angkot yang melakukan pelaku pembakaran mencoba menyakiti salah satu sopir angkot lainnya dengan cara menyiramkan bensin kemudian dibakar. Untuk korban sendiri mengalami luka bakar di bagian lengan bagian kiri dan kaki di bagian kiri. Dari catatan kepolisian, sopir angkot pelaku berinisial P juga pernah tersangkut masalah hukum karena kasus penganiayaan. Pelaku hingga kini masih diburu petugas. Dari Jakarta Pusat, Rani Sanjaya A News melaporkan.
[4:03]Usai isi BBM jenis Pertamax, pemirsa, sebuah motor ludes terbakar di SPBU di Kembangan, Jakarta Barat.
[4:17]Kobaran api yang membakar motor kian membesar. Menurut saksi, pemilik kendaraan baru saja keluar dari SPBU usai mengisi BBM jenis Pertamax. Namun tiba-tiba terdapat percikan api di area busi dan api cepat membesar. Penyebabnya diduga korsleting listrik pada mesin. Tidak ada korban dan api bisa dipadamkan petugas Damkar.
[4:54]Terjadi lagi, pemirsa, akibat hindari jalan berlubang, seorang pengendara motor tewas di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat. Korban tewas akibat luka parah di bagian kepala.
[5:12]Pengguna jalan di kawasan Daan Mogot sempat terhambat karena adanya kecelakaan tunggal. Diduga menghindari lubang, pemotor hilang kendali kemudian terjatuh. Ini dapat sendiri, Bang.
[5:26]Nginjak apa melintas lubang atau seperti apa? Ngeliring lubang kali, ya? Lubangnya, ya? Ini laki-laki apa perempuan, Bang? Laki-laki. Laki-laki? Udah 50-an lah. Petugas kepolisian yang datang langsung olah TKP dan mengidentifikasi jenazah korban. Korban diketahui bernama Sumarno, berusia 74 tahun, warga Jatinegara, Jakarta Timur. Guna kepentingan otopsi, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang, Banten. Sementara sepeda motor korban diamankan ke Kantor Laka Lantas Polres Jakarta Barat.
[6:06]20 orang muda-mudi, pemirsa, dikeprek petugas gabungan usai menenggak miras dari dalam ruko di Asahan, Sumatera Utara. Petugas juga menemukan alat hisap sabu dari dalam ruko.
[6:27]Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri melakukan pemeriksaan di lantai 3 ruko di Kompleks Graha Kisaran, Asahan, Sumatera Utara. Dari dalam ruangan, petugas menemukan sejumlah muda-mudi diduga usai menenggak minuman keras. Satu per satu pengunjung dilakukan pemeriksaan identitas oleh petugas dan melakukan pemeriksaan di setiap ruangan. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas juga menemukan alat hisap sabu berupa bong. Razia dilakukan petugas untuk mencegah penyakit masyarakat dan memberikan rasa aman di tengah pemukiman masyarakat. Selain tempat hiburan malam, petugas juga memeriksa rumah Indekos dan penginapan. Ada tempat hiburan yang selama ini tidak terdeteksi, kita memperoleh informasi bahwa tempat itu dilakukan untuk tempat minum-minum, tapi itu bukan merupakan tempat hiburan, karena yang kita dapati adalah beberapa orang yang di situ notabennya bawa minuman dari luar. Selanjutnya, pengawas ruko dan sejumlah muda-mudi yang terjaring razia dibawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan.
[7:54]Pemirsa, empat remaja ditangkap polisi setelah terlibat tawuran di Jalan Barawaja, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Salah satu pelaku tawuran diamuk warga karena geram dengan aksi tawuran yang meresahkan.
[8:16]Salah satu pelaku tawuran tertangkap warga saat bersembunyi di salah satu rumah warga di Jalan Barawaja, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Warga yang geram kemudian menghajar pelaku sebelum dibawa petugas kepolisian. Berdasarkan keterangan awal, tawuran dipicu dari komunikasi melalui media sosial. Kedua kelompok remaja sepakat bertemu, lalu saling serang di Jalan Barawaja. Ada empat remaja pelaku tawuran yang berhasil ditangkap dan dibawa ke Polsek Tallo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kami dari Polsek Tallo menerima informasi dari warga masyarakat di Jalan Barawaja 2 terkait adanya perkelahian antar remaja di antara Barawaja 1 dengan Barawaja 2. Tim Opsnal kemudian bersama tim patroli dari Polsek Tallo kemudian mendatangi TKP dan mengamankan empat orang remaja. Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku dan memburu remaja lain yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
[9:25]Pemirsa, seorang pria paruh baya yang tinggal seorang diri ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ironisnya, saat ditemukan kondisi korban sudah menghitam dan membusuk.
[9:41]Warga Desa Sengon, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, digemparkan dengan tewasnya pria 50 tahun di dalam rumahnya. Tubuh jasad menghitam dan membusuk, diduga korban telah tewas 1 pekan. Tewasnya korban baru diketahui setelah ada kerabat korban yang datang karena sudah seminggu korban tidak terlihat. Belum diketahui pasti penyebab tewasnya korban, sebab sehari-hari pria yang bekerja sebagai penarik becak itu hanya tinggal seorang diri di rumahnya. Ada salah satu saudaranya yang bertempat tinggal di Sengon tapi lain dukuh. Ke sini karena memang udah lama orang ini korban ini enggak nampak.
[10:23]Dan akhirnya memberanikan diri untuk dobrak pintu dan akhirnya ketahuan bahwa si korban yang bernama Bambang ini sudah meninggal keadaannya di dalam kamar. Untuk memastikan penyebab kematiannya, jasad korban dievakuasi ke RSUD Jombang untuk diotopsi. Kasus dugaan penganiayaan di tempat penitipan anak Daycare di Umbulharjo, Yogyakarta, pemirsa, sangat memprihatinkan. 53 anak menjadi korban kekerasan dari pengasuh Daycare.
[10:57]Kasus dugaan kekerasan terhadap anak Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Yogyakarta menyita perhatian publik. Dari 103 anak yang dititipkan, sebanyak 53 di antaranya menjadi korban kekerasan dari pengasuh Daycare. Rata-rata korban usianya masih di bawah 2 tahun.
[11:16]Polisi mengatakan pengungkapan kasus kekerasan terhadap anak tersebut berawal dari informasi masyarakat dan diperkuat dari keterangan sejumlah orang tua yang mengaku anaknya selalu menangis ketakutan saat akan ditinggal ke tempat penitipan anak. Korban itu, kalau untuk total semua itu, jadi itu kan ada beda-beda, Mas, ya. Ada yang umur dari 1, 1 sampai 3 bulan, 0 sampai 3 bulan, itu berbeda-beda itu. Tapi kalau jumlah semua, kita lihat itu 103. Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 50, 3 orang. By data ya, by data, by data.
[12:13]Ya, pemirsa, sejumlah orang tua korban mengungkap dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta yang kini disegel polisi. Salah satu orang tua mengaku sempat mendapati anaknya dalam kondisi lebam di bagian tubuhnya.
[12:39]Mungkin belum ada 10 tapi udah kayak gitu, Mas.
[12:44]Kayak gini ini gimana, Bang? Ini dia kelihatan fotonya kelihatan dia ini kan kayak nangis kan? Iya.
[12:54]Ini seminggu apa 2 minggu setelah dia di sana? Ade baru sebulan berpi di sana, Bang. Belum ada 100 Ya Allah.
[13:08]Astaghfirullahalazim. Puluhan orang tua anak korban kekerasan di Daycare Little Aresha Umbulharjo, Yogyakarta mendatangi Polres Yogyakarta. Mereka bergantian untuk membuat laporan polisi. Sejumlah orang tua mengaku sempat mendapati anaknya mengalami sejumlah luka lebam di bagian tubuhnya. Salah satunya adalah Khairunisa. Ia mengungkapkan anaknya yang masih berusia 1 setengah tahun diikat oleh pengasuh Daycare. Ya, karena ini sudah terjadi, mau gimana lagi. Kita enggak bisa gimana-gimana. Yang jelas itu kita negara hukum, proses saja. Sementara itu, UPTD PPA Kota Yogyakarta kini membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi anak korban kekerasan Daycare yang mengalami gangguan secara psikologis. Dari Yogyakarta, Gunanto Farhan, A News melaporkan. Polisi menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha. Para tersangka, pemirsa, terdiri dari Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, serta pengasuh.
[14:18]Setelah dilakukan proses penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Ke-13 tersangka merupakan ketua yayasan, kepala sekolah dan juga para pengasuh. Para tersangka langsung ditahan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah.
[14:54]Ya, Daycare yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak ternyata tidak memiliki izin. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pemirsa, Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan sweeping ke seluruh rumah penitipan anak. Seperti yang kemarin terjadi itu kan tidak ada izin, enggak ada izin. Hanya ada yayasannya tapi tidak ada izinnya. Izin sebagai PPA, izin sebagai apa, PAUD atau TK itu tidak ada izinnya. Pak Wali, mungkin ada, akan ada pembakuan ataupun standar regulasi, Pak, untuk penitipan anak ke depan ini gimana? Sebetulnya sudah, sudah ada, sudah ada SOP-nya, ada protapnya. Ketika dia itu mengikuti perizinan, melakukan perizinan, maka biasanya kita melakukan verifikasi, apa, visitasi, kemudian kita cek standarnya, ya, termasuk dapur. Seorang wanita terekam kamera pengawas mencuri ponsel ibu rumah tangga di sebuah mal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Informasi selengkapnya sesaat lagi, tetaplah di Realita.
[16:14]Terima kasih Anda masih di Realita bersama saya Ayah Nufus, pemirsa. Petugas Satpol PP menangkap 5 pedagang ikan sapu-sapu. Mereka kedapatan tengah mengolah daging ikan sapu-sapu untuk dijual dan dijadikan makanan seperti siomay dan otak-otak.
[16:40]Saat Pemprov DKI Jakarta tengah gencar menggalakkan program pembersihan ikan sapu-sapu dari aliran kali dan saluran air, lima pria ini justru melakukan hal yang justru bertentangan.
[17:09]Kelimanya terciduk petugas Satpol PP ketika tengah menyiangi puluhan kilogram ikan sapu-sapu di bantaran Anak Kali Ciliwung Pasar Baru, Jakarta Pusat.
[17:35]Salah satu penjaring ikan mengaku sudah tiga kali menangkap ikan sapu-sapu di aliran kali tersebut dengan tangkapan hingga 100 kg per harinya. Daging dan telur ikan sapu-sapu yang telah dipisahkan akan dijual kepada seorang pengepul di Cikarang, Jawa Barat, seharga Rp15.000 per kilogram untuk dijadikan olahan makanan seperti siomay dan otak-otak. Ikan sapu-sapu itu mau dijual ke mana, Bang, rencananya, Bang? Cikarang. Cikarang? Itu sudah ada, sudah ada yang ngepulnya atau gimana, Bang? Ada. Sudah ada, Bang. Jadi Abang tinggal nyiangi doang? Iya. Oke, bisa berapa banyak, Bang? Tergantung, Bang. Kadang ada 30, 40. Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah gencar memberantas ikan sapu-sapu di sejumlah sungai. Selain merusak ekosistem air dan tanggul, ikan sapu-sapu mengandung logam yang cukup tinggi sehingga berbahaya jika dikonsumsi. Dari Jakarta, Rani Sanjaya, A News melaporkan.
[18:51]Pasangan lansia di Lumajang, Jawa Timur, tertipu puluhan juta rupiah oleh petugas Kementerian Haji dan Umrah gadungan. Realita akan segera kembali sesaat lagi, tetaplah bersama kami.
[19:07]Dua warga negara asing masing-masing berinisial GM, usia 30 tahun, laki-laki, dan LV, usia 26 tahun, perempuan yang merupakan pasangan kekasih, ditangkap petugas Kantor Imigrasi Kelas 2 TPI Kulon Progo, Yogyakarta, saat sedang melakukan aksi akrobatik di Simpang Truo, Sewon, Kabupaten Bantul. Aksi ini dilakukan untuk menghimpun dana dari masyarakat dengan mengamen di lokasi tersebut. Saat diperiksa diketahui keduanya hanya memiliki Visa on Arrival atau visa untuk berlibur, namun memanfaatkannya untuk mengumpulkan uang. Menurut keterangan tersangka, mereka mengaku kehabisan uang untuk membayar sewa guest house dan makan sehari-hari sehingga terpaksa melakukan aksi mengamen untuk mendulang uang. Keduanya melanggar Undang-undang Keimigrasian sehingga akan dikenakan sanksi pidana. Keduanya pun ditahan sementara di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas 2 TPI Kulon Progo dan selanjutnya akan dideportasi ke negara asalnya. Dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Anif Yahya, A News melaporkan.



