Thumbnail for #ngopenk  PODCAST BERSAMA ALDI TAHER, OBROLAN PENUH FILOSOFIS by Tirta PengPengPeng

#ngopenk PODCAST BERSAMA ALDI TAHER, OBROLAN PENUH FILOSOFIS

Tirta PengPengPeng

12m 15s1,188 words~6 min read
Auto-Generated

[0:00]Oasis, I love you so much. Manchester City, I miss you so much.

[0:18]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Al-Fatihah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Arrahmanirrahim. Maliki yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. Ihdinas shiratal mustaqim. Shiratal ladzina an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim wala dhallin. Amin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah. Lah memang kan sudah. Lah memang enggak boleh baca? Enggak boleh, boleh, boleh. Masih dengan saya dan Entar ya. Jangan lupa dibaca dulu. Masih dengan saya, saya Tirta saya. Saya Dewi Persik. Bukan! Saya kamu Alid Taher. Ingat? Saya Saiful Jamil. Oke. Kamu? Lucinta Luna. Bukan. Ibnu Jamil. Lucinta Luna. Ibnu Jamil.

[1:13]Enggak tahu, mana aku tanya. Coba kamu tanya. Punya kontaknya enggak? Ini aja, ini kan dia nonton. Enggak, enggak tahu, enggak punya, enggak punya kontaknya aku. Dia nonton ini. Mana mungkin? Loh, aku enggak pernah ngecek dia subscribe. Positive thinking. Oke, positive thinking. Lucinta Luna. Sudah makan burger belum? Sudah makan lawless burger belum? Adis Burger. McD. Burger King. Burger blenger. Wendys. Burger King. Tadi sudah saya sebut itu. Burger. Burger Kill. Sringai. Sriptot. Rezky Aditya. Red Hot Chili Pepper. Rhoma Irama. Wah, modar. Wah, asem. Darboy Kang. Harat Alwi. Siti Nurhaliza. Cikita Meidy. Leony Tri Kusuma. Joshua Suherman. Serena Munaf. Papa T Bob. Paji Pragiwaksono. Joko Anwar.

[2:21]Hanung Bramantyo. Pak Prabowo. Susilo Bambang Yudhoyono. Pak Jokowi. Gibran. Anies Baswedan. Mahfud MD. Kim Jong Un. Putin.

[2:40]Enggak apa-apa kan. Enggak apa-apa, enggak boleh. Itu kan maksudnya pentil ban. Kok enggak boleh? Lah kan? Pentil gua, pentil lu. Betul, itu nanti normal. Eh! Ih, ini. Nah, ini sepatu. Jadi saya di sini itu mau tanya. Ini sepatu Grab. Bukan, ini sepatu. Ini harga berapa? Oh, ada tulisannya. Baca. Because our competitors have devil. Isa. Ave iki tulisannya, co. Keinjek gua. Geser, geser. Karena kompetitor kita adalah setan. Betul. Berarti kita harus injak-injak setan. Harga berapa itu? 1,2. Insolnya belum, Bang. Biarin aja, Bang. Lah terus? Ini buat kipas-kipas. Bukan, ini dipakai lagi, nanti kakimu rusak. Oke. Jadi sekarang dagang apa? Dagang sepatu. Terus? Sepatu. Terus? Sepatu. Oke. Enggak dagang burger? Enggak. Telur gulung? Iya. Laundry? Cilok. Bakso tusuk? Cimol. Pentol? Korek. Cireng? Bakar. Aku jebrot. Agib. Mati lagi. Habibi Jafar. Aldi Taher. Ibnu Jamil. Dokter Boyke. Dokter Tompi. Dokter Tirta. Belum disunat. Loh, sunat saya. Oh, sudah disunat aku. Bro, orang kalau udah sunat, enggak perlu ngotot. Ya memang sudah sunat. Masa harus ditunjukin. Ayo. Oh, jangan, jangan sekarang. Berarti belum sunat. Sudah sunat. Orang kalau sunat, ya udah. Udah. Udah. Ulang-ulang, rewind. Enggak bisa. Loh, belum disunat. Sudah sunat belum? Gua. Belum. Loh, sudah, sudah. Suka-suka gua, burung-burung gua. Semua burung. Ngobrolin ini. Ngobrolin ini. Kita ngobrol. Yang pertama topiknya itu pesan makanan. Bukan, bisa nyanyi. Gua. Heeh, nyanyi. Request. Wasis kan Manchester City habis menang. Oke. Oasis, I love you so much. Manchester City, I miss you so much. Timnas, insyaallah juara dunia. Dokter Tirta, insyaallah nikah lagi. Waduh. Jangan, Bang. Kenapa? Ribet biayanya. Ha? Yang biayain Allah bukan lu. Oh iya betul, setuju. Amin berarti. Diaminin ya bininya. Loh, kan. Provokator. Loh, kan lu yang lu yang amin. Provokator. Coba di-rewind. Ya, di-rewind. Kan lebih baik. Oh iya, benar juga. Yang ngomong amin tadi siapa, Bang? Saya. Bini lo tuh nonton dari awal sampai akhir. Nanti tak blok. Bini lo. Heeh. Biar enggak nonton. Jangan diblok. Kenapa? Karena enggak boleh ngeblok-ngeblok orang. Oke.

[5:43]Yang ngeblok-ngeblok orang itu Go. Gofar. Iya. Gofar itu ada tiga. Digrand Boys Gofar. Gofar. Rico Lubis. Rico Lubis. Wanda Harra. Wanda. Ya, okelah, Wanda oke. Wanda Harra. Wanda oke. Apa bedanya Wanda oke sama Wanda Harra? Huruf. Memang sih, haram enggak oke. Harra oke sih. Ya udah. Berarti Wanda Harra. Ya udah. Oke. 1,2 juta. Bang. Berapa? 1,2 juta.

[6:11]Kenapa lu ketawa? Eh, kenapa 1,2 juta? Karena gua bikin ini harus bikin sapi satu mati dulu, Bang. Utuh, coy. Terbukti. Ini katanya kalau ori dibakar enggak gosong. Coba, api. Bang. Ini, Bang. Abang yang bakar. Abang yang bakar. Enggak apa-apa. Dokter Tirta. Oh, dia enggak mau inframe. Enggak ada budget-nya katanya. Bakarin kita. Lu aja deh. Kalau kalau kalau sapi palsu, sapi palsu, gosong. Gosong. Kalau sapiderman, gosong. Kalau sapidol, gosong. Kalau sapi ori, gosong juga. Nah ini enggak gosong. Kalau dibakarnya, pakai. Pakai apa? Las listrik. Oh, las listrik. Gosong bener. Pakai korek. Enggak gosong. Berarti. Layak 1,2 juta. Enggak, 1,5. Loh kok malah naik? Ya suka-suka gua. Oke. Karena semua sepatu milik Allah. Oke. Amin ya rabbal alamin. Saya enggak dapat. Enggak usahlah, belilah. Oke. Lu udah banyak duit, Bang. Kenapa burgermu viral? Kebaikan Allah. Oke. Alhamdulillah. Toko ada berapa? Alhamdulillah baru satu. Mau nambah? Insyaallah. Kalau disuruh buka, di toko mana? Di dalam McDonald's. Enggak di dalam Burger King? Boleh juga. Paparon. Di dalam UP Burger. UP Burger. Itu kecil. Emang enggak bisa dimasukin. Oh, ya betul. Gua kecilin lagi burger gua. Buat selipin di dalam. Abang siapa ya? Itu Grab Food. Grab Food. Kan belum pesan makanan. Oh iya, betul. Nora nih bocah. Eh, lu briefing enggak sih, Bang? Lu yang enggak briefing nih. Ini ditelepon. Entar ya. Halo. Entar. Halo. Bentar. Jangan dipencet, Bang. Iya, sebentar. Jangan dipencet. Ini siapa ini? Siapa, Bang? Bang Herman. Bang Herman Pelani. Siapa, Abangku? Artis senior. Om Herman. Siapa, Bang? Eh, gua lagi mau ke Cempaka Putih mau makan burger lu di mana? Ah, di Cempaka Putih, Om Herman. Burger lu laku. Iya. Om Herman, tapi aku kasih nomor telepon ini, teman aku. Ini artinya saling berbagi. Aku lagi sama Dokter Tirta Taher. Saya Tirta. Halo. Om Herman Pelani. Assalamualaikum, Om. Om Herman. Halo. Ini Om Herman. Eh, video call, video call. Herman Pelani, Bro. Legend, Bro. Om Herman. Om Herman Pelani. Angkat, Om. Om, angkat, Om. Herman Pelani. Saya angkat, Tanggerang, Om. Siap, Om. Om. Ngapain telepon? Enggak, ini. Tuh, Om Herman. Burger bergizi, Om. Waduh. Lagi podcast sama. Makasih. Oh, Dokter Top. Tapi lebih top Dokter Boyke. Pasiennya banyakan Dokter Boyke. Iya. Oh iya, kan. Abang Andi. Abang, Om. Ini lagi Syahrini, Om. Lagi podcast. Lagi podcast. Lagi syuting podcast, Om. Tuh. Tuh. Tapi karena. Om Herman Pelani. Iya, diangkat, tetapi tidak boleh reject. Salam buat Om Berry Prima ya. Oke, di. Ya. Salam. Thank you. Thank you, Om. Tapi belum disunat, Om. Sudah, sudah sunat saya. Sudah sunat, Om. Jawab, Om. Dokter Tirta tuh. Saya enggak komplain sama lo, Bro. Dokter. Siap, siap. Halo, Om. Siap, siap. Sehat. Burgernya beli selusin, Om. Itu protein tinggi. Burger Bangor. Burger. Kok burger Bangor? Adis Burger. Ini Kiss Burger. Kiss. Burger Blenger. Burger Blenger. Sudah, Om. Jangan beli aja, Om. Ke Cempaka, Om. Enggak ada antrean. Enggak ada antrean. Iya, Om. Masih aman ya? Om Herman. Om Herman Pelani, Guys. Om Herman Pelani. Itu dia. Dokter. Loh, Dok. Maksudnya gini. Kalau disuruh milih. Dari semua. Mana yang paling favorit? Semua favorit, Bang. Yang paling. Paling layak jadi favorit pemirsa dan rakyat. Menurutmu. Saya jawab ya. Istri saya. Oke. Makanya. Jadi istri Bang Aldi Taher harusnya menjadi pemenang Grab Food Bintang Lima. Harusnya. Kenapa enggak dipilih? Karena enggak ada di menu. Ada, Bang. Apa menunya? Di menu hatiku. Oke, betul. Tepuk tangan. Suami dan istri.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript