Thumbnail for Pengawas Operasional Pertama - Uji Kompetensi POP Eps. 1 by Dunia Tambang Kita

Pengawas Operasional Pertama - Uji Kompetensi POP Eps. 1

Dunia Tambang Kita

11m 14s1,154 words~6 min read
Auto-Generated

[0:10]Selamat siang para sahabat Dunia Tambang kita. kita bertemu kembali siang hari ini dan kita akan memasuki topik baru setelah kita menyelesaikan pembahasan tentang parameter-parameter jalan tambang dan jalan hauling yang harus kita kelola dalam rangka penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik. Siang hari ini kita akan memasuki rangkaian topik yang baru yaitu mengenai pengawas operasional. Sebagaimana kita ketahui bersama, sesuai dengan ketentuan pada pasal 1 ayat 18 Permen SDM nomor 26 tahun 2018 tentang kaidah pertambangan yang baik, di sana disebutkan bahwa Kepala Teknik Tambang adalah orang yang menduduki jabatan tertinggi di lapangan yang memimpin dan bertanggung jawab atas penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik. Ya di sana yang menjadi konsen kita adalah disebut memimpin berarti ada satu tim, ada satu tim di mana pemimpinnya adalah KTT. Nah, penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik tentu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kepala Teknik Tambang. Oleh karena itu diperlukan sebuah tim. Nah, tim inilah yang kemudian membantu Kepala Teknik Tambang dalam rangka penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik dan tim ini terdiri dari para pengawas operasional. Nah, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sesuai dengan Permen 43 tahun 2016 terkait dengan penetapan dan pemberlakuan standar kompetensi kerja khusus pengawas operasional di pertambangan mineral dan batubara, di sana pengawas operasional itu dibagi menjadi tiga jenjang. Yang pertama yang paling pertama adalah pengawas operasional pertama, kemudian pengawas operasional madya, dan pengawas operasional utama. Apabila kita cermati Permen ESDM Nomor 43 Tahun 2016, pada pasal 2 disebutkan bahwa standar kompetensi kerja khusus pengawas operasional ditetapkan sebagai standar kompetensi kerja wajib. Ya, artinya wajib diberlakukan. Dengan kata lain, uji kompetensi untuk pengawas operasional menjadi hal yang wajib. Banyak para pengawas operasional yang memandang uji kompetensi pengawas operasional ini menjadi suatu momok, sesuatu yang sangat ditakuti. Padahal sebenarnya tidak, teman-teman. Ini uji kompetensi, apabila kita melaksanakan tugas dan kewajiban kita sebagai pengawas operasional selama ini dengan baik, tidak ada yang perlu ditakutkan sebenarnya. Uji kompetensi pengawas operasional hanya menjadi ajang pembuktian bahwa kita sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas operasional selama ini. Dalam menghadapi uji kompetensi pengawas operasional, banyak peserta uji kompetensi yang berusaha menghafal semua materi. Ya, tentu ini menjadi bumerang karena nanti pada saat metode pengujian atau metode uji kompetensi salah satu metodenya adalah wawancara. Tentu dengan wawancara yang berusaha digali oleh seorang asesor bukan hafalan, bukan hafalan. Pernah suatu ketika pada saat uji kompetensi terjadi, ada yang uji tertulisnya di atas 90 malah gagal. Karena ternyata pada saat wawancara semua itu hanya hafalan. Begitu ditanya pemahaman di lapangan atau implementasi di lapangan, peserta tidak bisa menjelaskan. Akan tetapi ada yang uji tertulisnya hanya sekitar 50-an. Hanya sekitar 50-an. Nah, ternyata setelah diwawancara beliau bisa menjelaskan. Misalnya, seorang pekerja atau group leader atau group leader yang mengikuti uji kompetensi pengawas operasional pertama sudah punya pengalaman sekitar 25 tahun di tambang. Bisa saja dia misalnya 20 atau 15 tahun pertama sebagai operator, akan tetapi kemudian di 5 tahun terakhir naik menjadi group leader.

[5:05]Nah, orang seperti ini kemudian kita kasih soal 10 soal yang membutuhkan jawaban yang panjang-panjang tentu tidak akan bisa atau tidak akan bisa menyesuaikan secepat itu. Akan tetapi setelah kita minta untuk menjelaskan, beliau bisa. Nah, orang seperti ini akan diluluskan atau dinyatakan kompeten. Jadi kuncinya bukan pada hafalan. Nah, terus bagaimana supaya lulus? Bagaimana cara jitu supaya bisa lulus uji kompetensi pengawas operasional pertama khususnya? Kalau kita lihat secara detail lampiran dari Permen ESDM nomor 43 tahun 2016, seseorang dinyatakan lulus atau seseorang dinyatakan kompeten sebagai pengawas operasional pertama apabila dia berhasil berhasil lulus atau dinyatakan kompeten untuk 8 unit kompetensi.

[6:00]8 unit kompetensi itu adalah yang pertama peraturan, peraturan keselamatan, kemudian yang kedua adalah peraturan mengenai lingkungan. Kemudian yang ketiga tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas operasional. Yang keempat pertemuan K3 Terencana, di mana pada pertemuan K3 Terencana ini seorang ACsi pengawas operasional pertama harus bisa merencanakan atau membuat rencana perencanaan mulai dari topik sampai nanti ke pelaksanaan pertemuan K3 Terencana. Kemudian yang kelima harus bisa menjelaskan atau mampu melaksanakan investigasi. Yang keenam harus mampu melaksanakan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko. Kemudian yang ketujuh harus mampu melaksanakan inspeksi dan yang kedelapan harus mampu membuat analisis keselamatan pekerjaan atau yang kita kenal sebagai JSA. atau Job Safety Analysis. Nah, untuk pertemuan siang hari ini, kita akan mulai dari peraturan. Seorang pengawas operasional tentu harus mengerti kewajiban, tugas dan tanggung jawabnya. Maka terkait dengan peraturan, pertanyaan yang selalu muncul adalah apakah tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas operasional? Nah, kemudian kalau kita lihat di lampiran 3 Kemen 1827, tepatnya di halaman 22, tugas dan tanggung jawab seorang pengawas operasional adalah yang pertama, bertanggung jawab kepada Kepala Teknik Tambang atas keselamatan pekerja tambang yang menjadi bawahannya. Kemudian yang kedua melaksanakan inspeksi, pemeriksaan dan pengujian. Yang ketiga bertanggung jawab atas keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan semua orang yang ditugaskan kepadanya dan yang keempat adalah membuat dan menandatangani laporan inspeksi, pengujian dan pemeriksaan. Nah, kalau teman-teman menjawab seperti itu, belum cukup, belum cukup. Itu hanya menggambarkan bahwa teman-teman sudah menghafal, sudah menghafal. Akan tetapi harus bisa mengerti. Nah, dan kalau teman-teman menjawab tidak harus persis bahasanya seperti halaman 22 Kemen 1827 lampiran 3. Bisa saja bahasanya ya pakai saja bahasa sendiri, misalnya bertanggung jawab atas keselamatan pekerja tambang yang menjadi bawahannya. Kita ganti menjadi bertanggung jawab atas keselamatan anak buah, itu sama saja. Yang penting intinya dapat. Nah, dan itu kalau dijawab seperti itu, itu masih menggambarkan bahwa kita menghafal. Nah, kita harus bisa menjelaskan. Bagaimana caranya supaya kita bisa menjaga keselamatan anak buah? Nah, itu harus Anda jelaskan. Misalnya mulai dari pagi hari, datang ke tempat kerja, Anda melakukan safety briefing atau P5M atau toolbox meeting atau apapun itu namanya, pertemuan di awal gilir kerja. Untuk membicarakan tentang pekerjaan apa yang akan kita lakukan, bahaya apa yang muncul pada saat kita melakukan pekerjaan tersebut dan bagaimana mengendalikan bahaya dan risiko tersebut. Nah, kemudian Anda pastikan dimengerti apa-apa saja pekerjaan yang akan dilakukan dan dimengerti JSA-nya. Kemudian pastikan APD-nya juga layak pakai, dan kemudian sebelum memulai pekerjaan harus dilakukan P2H. P2H nanti akan kita bahas sendiri apa itu. P2H singkatan dari pemeriksaan dan perawatan harian. Intinya adalah untuk memastikan bahwa alat yang akan digunakan layak pakai. Nah, kemudian sebelum dirilis untuk bekerja, Anda harus pastikan dulu semua tempat di mana anak buah Anda akan bekerja. Nah, setelah semua aman tidak ada kondisi tidak aman, maka rilis untuk bekerja. Anak buah silakan bekerja dan selama proses pekerjaan dilakukan, Anda harus melakukan pengawasan untuk mengidentifikasi tindakan dan kondisi tidak aman. Dan apabila terjadi kondisi atau tindakan tidak aman, segera langsung perbaiki, jangan tunda-tunda. Nah, dengan cara begitu Anda bisa menjelaskan ayat yang pertama tadi. Nah, bagaimana dengan yang kedua, melaksanakan inspeksi, pemeriksaan dan pengujian? Nah, akan kita bahas di pertemuan yang berikutnya dan stay tuned, tonton terus video kita ini dan kita tunggu masukan dan saran atau pertanyaan dari dari teman-teman sahabat Dunia Tambang kita. Sampai di sini pertemuan kita dan sampai bertemu di pembahasan selanjutnya. Terima kasih dan selamat siang.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript