[0:00]Pernah enggak sih kepikiran seberapa sejahtera masyarakat Sidoarjo kalau dilihat dari data?
[0:10]Yuk kita bahas pelan-pelan pakai data resmi dari BPS Kabupaten Sidoarjo. Di Sidoarjo, datanya menunjukkan sekitar 9,57% masyarakat menerima bantuan pangan BPNT. Lalu 8,76% mengikuti program keluarga harapan dan yang cukup menarik 25,86% sudah mendapatkan jaminan pensiun untuk hari tua. Ini menandakan kalau perlindungan sosial di Sidoarjo sudah menjangkau berbagai fase kehidupan masyarakat. Nah, dari bantuan dan kegiatan ekonomi yang berjalan, kita bisa lihat dampaknya ke kondisi rumah tangga. Banyak warga Sidoarjo yang sudah memiliki aset dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Faktanya, 96,61% warga sudah memiliki fasilitas rumah yang layak. 95,88% memiliki aset transportasi dan bahkan 88,55% sudah mempunyai aset investasi jangka panjang. Ini jadi salah satu tanda kalau stabilitas ekonomi rumah tangga di Sidoarjo tergolong cukup kuat. Kalau kebutuhan dasar sudah terpenuhi, biasanya fokus masyarakat ikut bergeser. Salah satunya ke pendidikan. Data dari BPS menunjukkan kalau partisipasi pendidikan Kabupaten Sidoarjo terbilang cukup tinggi, loh. Sekitar 81% penduduk berumur 7 tahun ke atas masih bersekolah, tetapi sekitar 73,90% anak berumur 5 tahun ke atas tidak bersekolah lagi. Ini menunjukkan bahwa bantuan sosial harus dikawal agar sampai kepada yang benar-benar membutuhkan. Jadi, kalau kita rangkum semuanya, mulai dari bantuan sosial, kepemilikan aset, hingga ke pendidikan, kesejahteraan masyarakat Sidoarjo bukanlah hal yang instan. Ada banyak kemajuan yang bisa dilihat, namun juga masih ada tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.



