[0:41]Pada zaman dahulu, hidup seorang pemuda bernama Jaka Tarup di sebuah desa di daerah Jawa Tengah. Ia tinggal bersama ibunya yang biasa dipanggil Mbok Mira. Ayahnya sudah lama meninggal. Sehari-hari Jaka Tarup berburu dan Mbok Milah bertani padi di sawah. Suatu pagi di tengah tidurnya yang lelap, Jaka Tarup bermimpi misterius.
[1:07]Apa arti mimpi barusan ya? Kok bisa aku bermimpi bertemu dengan seorang bidari yang sangat cantik. Mbok Milah sedang sibuk menghias diri. Kemudian, teman-teman Jaka menjemput Jaka Tarup untuk berburu seperti Prawanto, Alang, Andi, dan Samosa. Tak lupa Jaka Tarup berpamitan dengan ibunya. Jaka, Jaka, kok Jaka? Jaka. Agak cepat berburu matahari naik. Jaka, anakku sayang. Sudah ada temanmu di depan mengajak berburu. Iya Bu, kalau begitu aku pamit pergi berburu dengan teman-teman. Selepas Jaka pergi berburu, Mbok Milah tetap melanjutkan menghias diri. Kemudian, Mbok Ranu ingin bertemu dengan Mbok Milah karena lama tidak bertemu dan ingin menanyakan kabar Mbok Milah.
[2:09]Mbok, Mbok Milah. Kok lama ya kita enggak ketemu. Eh, Mbok Ranu. Iya Mbok, belakangan ini saya emang sering ada di rumah. Waduh, pantasan ya, wajahnya makin kinclong gitu. Kalau dilihat-lihat, umur Jaka Tarup sudah dewasa ya. Apa enggak kepikiran untuk menikah? Bagaimana kalau Jaka menikah dengan anakku, Laraswati? Idemu sangat bagus, Mbok. Umur Jaka dan Laraswati juga sudah cukup untuk menikah, bukan? Ya sudah, Mbok, kalau gitu, mari kita coba. Bicarakan dengan Jaka ya, Mbok.
[3:02]Di tengah-tengah perjalanan berburu, akhirnya Jaka menceritakan mimpinya pada teman-temannya. Kalian tahu enggak sih? Semalam aku bermimpi menikah dengan seorang bidadari cantik jelita. Jagi mimpi. Apa jangan-jangan itu halus saja. Iya tuh, aku yakin pasti mimpiku, mana mungkin aku halu.
[3:37]Sudahlah, kalau kalian tidak percaya. Matahari telah terbenam. Jaka dan teman-teman kembali pulang dengan tangan kosong karena tidak mendapatkan hasil buruan satu pun. Bu, aku pulang, tapi sayangnya aku tidak mendapat hasil buruan. Sudahlah Nak, tidak apa-apa. Besok kan masih ada waktu. Nak, Ibu pengin berbicara denganmu. Kamu akan Ibu nikahkan dengan anak Mbok Ranu, yaitu Laraswati. Karena Ibu sendiri sudah semakin tua dan Ibu ingin melihat kamu menikah. Baiklah Bu, Jaka mau demi kebahagiaan Ibu.
[4:50]Seminggu kemudian Jaka menikah dengan Laraswati dan hidup bahagia.
[5:16]Keseharian Jaka tetap berburu dan Laraswati membantu Mbok Milah di rumah. Pada suatu pagi, Jaka kembali berburu dengan teman-teman. Istriku. Iya, Sayang. Aku pergi berburu dulu ya. Iya, sama siapa? Seperti biasa, dengan Samosa dan lainnya. Mas, tunggu sebentar. Tapi aku punya firasat jelek denganmu. Apa kamu yakin hanya pergi berburu? Iya, istriku sayang, percayalah padaku. Aku harus bergegas sebelum matahari semakin terik. Ya, hati-hati ya. Jaka dan teman-temannya menuju ke sungai untuk menangkap ikan. Ketika tinggal beberapa langkah, Jaka dan teman-temannya mendengar suara gurauan sekelompok perempuan. Wah, cantik banget, lu, kayak bidadari. Itu orang mana ya? Aku enggak pernah lihat mereka. Eh, buset, itu bukan orang, itu bidadari beneran. Tuh kan, apa aku bilang, mimpi aku bukan sekadar halu. Jangan berisik, nanti kita ketahuan.
[6:49]Saat sedang asyik mengintip, Jaka dengan pikiran jahatnya mengendap-endap untuk mengambil selendang dari salah satu bidadari. Di sini airnya sangat segar ya. Benar, apalagi di sini pemandangannya sangat bagus. Apalagi di sini jarang terjamah oleh manusia. Hmm, bentar bentar, tapi kalian ngerasa kayak ada yang ngintip enggak sih? Hah, masa iya sih? Ah, lihat-lihat, di belakang ada yang ngintip kita dari tadi. Dasar mata keranjang laki-laki tidak tahu diri. Aduh, gimana ini? Tempat ini sudah tidak aman untuk kita mandi. Iya ya, kayaknya sudah dari tadi kita diintip. Iya enggak sih? Soalnya mereka langsung kabur gitu. Ya udah, kita pergi aja dari sini, kita kembali ke khayangan. Karena mataharinya sudah tenggelam. Saat sedang mencari selendang untuk kembali ke kayangan, Nawang Wulan tidak menemukan di mana selendangnya berada. Gawat, gawat. Selendangku enggak ada. Gimana ini? Cari dulu yang benar, pasti ketemu. Kamu dari tadi enggak lihat aku cari-cari selendang, kamu pikir aku santai-santai. Hah? Ayo, kita kembali waktu kita sudah tidak banyak. Waduh, gimana ya ini? Bantu cari dong, jangan diam semuanya. Apa sih Nawang Wulan dari tadi ngegas mulu. Ya udah kita tinggalin aja biar dia urus dirinya sendiri. Oke fine, tinggalin aku. Dasar kalian semua egois.
[8:40]Hei, kamu kok sendirian? Kenapa kamu nangis? Aku enggak bisa kembali ke khayangan karena selendang aku hilang. Saudariku tadi meninggalkanku karena aku marah-marah. Oh, selendangmu hilang. Mendingan kamu ke rumahku aja untuk ganti baju dan beristirahat sebentar karena sudah malam. Benar juga katamu, di sini aku juga kedinginan.
[9:40]Nawang Wulan ke rumah ibunya dengan mengendap-ngendap menuju ke kamarnya. Saat itu, Laraswati, Mbok Milah, dan Mbok Ranu sedang pergi bersama. Kamu pilih sendiri saja bajunya, ada di dalam lemari tuh. Aku tinggal ke depan ya. Iya, makasih ya. Loh, bukannya ini selendangku ya? Aku sudah yakin kalau ini selendangku. Pasti dia yang mencurinya sampai aku tidak bisa kembali ke khayangan. Namun, ketika Nawang Wulan keluar membuka pintu, Laraswati ikut masuk kamar. Siapa kamu? Kok bisa sih ada di kamar aku? Lah, kamu sendiri emangnya siapa? Enggak jelek, pendek, songong banget sih jadi orang. Idih, secantik banget kamu. Aku, aku ini istrinya Jaka Tarup, wanita paling cantik di desa ini. Emang kamu siapa bisa masuk ke kamar aku sama Jaka dengan bebas? Dasar lancang. Heh, ada apa ini ribut-ribut? Terus ini siapa Laras? Enggak tahu, Ma. Aku juga kaget, ini perempuan main masuk aja kamar aku. Bentar bentar, aku bisa jelasin semua, tenang dulu. Apalagi Mas yang perlu dijelasin? Semua sudah jelas, kamu selingkuh sama perempuan ini. Ini maksudnya apa Jaka? Kamu sudah punya istri. Lalu apa maksudmu mencuri selendangku dan membawaku kemari? Astaga, Jaka, aku sudah menikahkanku dengan Laraswati, tapi begini ternyata kelakuanmu membawa perempuan lain ke rumah ini. Dasar anak tidak tahu diri, merepotkan orang tua saja. Mah, bukan seperti itu ceritanya. Sini biar ku luruskan dulu. Sudah cukup, laki-laki buaya, tidak tahu diri, sudah punya istri masih saja mencari-cari wanita lain. Sudah Laraswati, kita kembali ke rumah kita saja. Iya, maaf. Jaka Tarup ditinggalkan oleh keluarganya. Mbok Milah, Laraswati, Mbok Ranu pergi meninggalkan Jaka Tarup dan hidup nyaman terpisah. Nawang Wulan kecewa dengan perilaku Jaka Tarup dan pergi kembali ke kayangan karena.

![Thumbnail for [ESPORTS] MATCH 1: Dead By Blink(S) vs Team Toxic(K) - Dead By Daylight [PS4] - (Qualifiers) by DioSebek1010](/_next/image?url=https%3A%2F%2Fimg.youtube.com%2Fvi%2F3_2TR3la7Tc%2Fhqdefault.jpg&w=3840&q=75)

