Thumbnail for Mengatasi emosi2 negatif/ Maria Iroth, M. Th. by KABEL

Mengatasi emosi2 negatif/ Maria Iroth, M. Th.

KABEL

12m 2s1,004 words~6 min read
Auto-Generated

[0:00]berkat. Bapa dalam surga, kami akan bersama mendengarkan materi tentang mengatur emosi yang dibawakan penginjil Maria. Tuhan memberkati materi yang dipersiapkan ini boleh menjadi berkat buat kami semua yang hadir. Dan kami mohon berkat-Mu untuk setiap kami yang melihat. Tuhan berkati perekonomian, Tuhan berkati pergumulan-pergumulan kami. Kalau ada pergumulan kesehatan, kiranya Tuhan menyembuhkan dengan kekuatan darah Yesus dan rahmat Tuhan boleh memberkati pergumulan-pergumulan yang lain. Apakah itu relasi, perekonomian dan semuanya Tuhan campur tangan memberkati, memberikan rahmat buat kami semuanya. Berkati waktu ini, biarlah Tuhan dipermuliakan, Roh Kudus boleh mengambil sepenuhnya, memimpin sepenuhnya sehingga waktu ini boleh mempermuliakan Kristus. Demi Yesus kami sudah berdoa. Amin. Ya, syalom ya, Bapak Ibu. Materi hari ini dibawakan penginjil Maria. Beliau lulusan dari MDIV saat ya, Seminari Alkitab Asia Tenggara dan dari MTH dari STT Alitea di Malang. Mari kita akan mendengarkan materi yang menurut saya sangat penting, Bapak Ibu ya. Karena materi ini banyak orang yang merusak relasi-relasinya karena tidak memiliki tidak bisa mengatur emosi yang baik.

[1:54]Ya, Bapak Ibu ya. Jadi karena emosinya tidak baik sehingga akhirnya merusak relasi-relasi, merusak pelayanan dan merugikan ya, merugikan merugikan pekerjaan Tuhan. Mari kita bersama-sama belajar. Ya, selamat malam Bapak Ibu yang dikasihi Tuhan. Bersyukur hari ini kita boleh sama-sama kembali di dalam komunitas kabel. Di mana komunitas ini merupakan Zoom pembinaan keluarga yang dilakukan secara Zoom setiap hari Minggu, jam 06.00 sampai kurang lebih 07.30. Bersyukur hari ini kita boleh sama-sama membahas satu buku yang menarik menurut saya, menarik karena buku ini benar-benar memberkati saya. Ini bukunya ya, "Managing Your Emotions," yaitu mengatasi emosi-emosi negatif untuk menikmati hidup yang berkelimpahan. Nah, kita akan mulai melihat dari slide yang ada. Ini adalah pencipta, pengarang buku ini ya. Pengarang buku ini dia seorang bernama Benny Ho, dia pendeta dan guru Alkitab selama lebih dari 20 tahun di beberapa gereja di Asia dan Australia. Beliau juga menjabat sebagai konsultan bagi beberapa gereja di Asia dan Australia. Dua bidang yang menjadi fokus utamanya dalam pelayanan adalah kotbah ekspositori dan pendampingan. Nah, Pendeta Benny Ho mendirikan Arrows Ministry lebih dari 10 tahun yang lalu dengan tujuan utama membantu gereja-gereja lokal dalam memperlengkapi setiap jemaat agar menjadi pelayan Kristus. Nah, kini Pendeta Benny Ho menjadi pendeta senior di Gereja Faith Community di Perth, Australia Barat. Tempat dia bersama istrinya, Cecilia dan ketiga anak mereka, Joel, Abigail, Rachel tinggal.

[3:51]Nah, di dalam pendahuluan buku ini dikatakan di dalam dunia modern ini muncul yang namanya ketidakpastian. Dan biasanya boleh dikatakan bergerak cepat, segala sesuatu instan. Sepertinya semuanya harus berkejaran gitu ya, terus-menerus mengejar serta adanya masalah-masalah dalam kehidupannya juga berperan dan itu semua secara tidak langsung berpengaruh kepada emosi kita. Nah, memang sebagai hasilnya adalah jiwa manusia akan dibombardir oleh situasi dan keadaan yang boleh jadi memicu munculnya emosi negatif di dalam dirinya.

[4:49]Seperti kemarahan, depresi, ketakutan, rasa bersalah, kesombongan dan kekhawatiran.

[5:04]Nah, buku "Managing Your Emotions" membantu kita untuk mengenali, menangani dan mengatasi emosi-emosi negatif ini.

[5:24]Adapun enam emosi negatif yang akan dibahas yaitu pertama menangani kemarahan, menghadapi depresi, menghadapi ketakutan, bergumul dengan rasa bersalah, menghancurkan kesombongan dan menang atas kekhawatiran. Coba kita akan membahas yang pertama, menangani kemarahan atau anger ya. Anthony Campolo Seven Deadly Sin mengatakan, kemarahan memicu tindakan penuh dendam yang jauh melanggar batas keadilan dan biasanya berujung pada penderitaan orang-orang yang tak bersalah.

[6:03]Yesus menempatkan kemarahan setara dengan pembunuhan melihat konsekuensinya menyebabkan pembunuhan, menin penyiksaan, mengarahkan kepada peperangan, dan tindakan kejam lainnya.

[6:22]Nah, hal yang berbahaya kita kita hidup dengan kemarahan yang tidak terkendali ini menjadi hal yang bahaya sekali gitu ya.

[6:35]Di mana itu bisa menimbulkan kerugian fisik yaitu hidup di bawah pengaruh kemarahan ini. Kita seringkali mendengar atau melihat kisah-kisah di dalam YouTube bagaimana ada orang-orang yang tidak bisa mengendalikan rasa marahnya, dia bisa membunuh. Dia bisa melakukan kekerasan, bisa menganiaya dan bisa berbagai macam. Nah, ini yang harus diwaspadai.

[7:02]Seseorang boleh marah tapi hati-hati dengan kemarahan yang tidak terkendali. Kemarahan dan kepahitan menggiring kita melakukan segala jenis kejahatan di dalam Yakobus 1 ayat 19 sampai 20. Nah, ini hati-hati sekali di dalam kita juga khususnya sebagai orang Kristen. Nah, memang ada empat reaksi keliru yang bisa menyulut kemarahan. Yang pertama pikiran yang keliru, ini memelihara pikiran balas dendam, merencanakan pembalasan, memendam rasa iri hati dan sakit hati, berharap yang terburuk untuk orang lain. Nah, ini ada pikiran-pikiran yang mengatakan kalau saya enggak bisa enggak bisa misalnya memukul dia, membunuh dia. Jangan jangan harap saya ini menang gitu ya. Saya harus benar-benar menghancurkan orang itu. Bisa jadi karena ada iri hati yang dulu dipendam yaitu akhirnya sakit hati itu tetap berlangsung terus-menerus dan akhirnya pikiran-pikiran itu yang muncul ya, pikiran keliru.

[8:06]Saya harus menang sama dia, cara apapun, dengan apapun. Pokoknya saya harus berkuasa atas dia sehingga akhirnya bisa menghalalkan segala cara. Termasuk juga kata-kata keliru, awal dari pikiran yang keliru, kata-kata pun bisa keliru seperti tadi saya katakan kalau kalau Saya enggak bisa kalahkan dia, jangan panggil saya ini namanya ini gitu ya. Kata-kata ini tentu berkaitan erat dengan emosi. Saat kemarahan menguasai lidah akan merespons dengan kata-kata kasar, jahat dan menyakitkan tidak sama dengan Amsal 15 ayat 1. Nanti kita akan lihat beberapa bagian firman Tuhan ini ya. Memang boleh dikatakan hal ini perlu diwaspadai kata-kata yang keliru.

[9:45]Ini apakah Nah, kita akan melihat di dalam Amsal 15 ayat yang ke-1.

[9:59]Amsal 15 ayat yang ke-1.

[10:19]Maaf ya, sebentar ya. Saya akan cari dulu. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

[10:50]Dikatakan di sini, jadi akhirnya, Saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan, dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Ini sangat penting sekali. Jadi kita perlu berpikir yang benar. Ini yang kedua. Pikiran kita harus terpusat pada hal-hal yang benar. Apa yang kita pikirkan seharian menjadi itulah kita.

[11:36]Amsal 23 ayat 7, Filipi 4 ayat 8. Pikiran tindakan kebiasaan, karakter, takdir. Hiduplah dengan benar, ubah rasa kuatir menjadi tindakan yang berguna. Perlunya kita menggiring ke tind. positif, tindakan ilahi. Itulah hidup yang benar.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript