[0:36]sa lakukan kita padang Tak pasaraku kata-kata tak pasaraku ku kata-kata ku pasaraku wisata na dola tak laku tole di langit dikatakan saat puluhan ribu tahun yang lalu semuanya masih gelap gulita belum ada pohon, belum ada tumbuhan, belum ada tanaman, dan belum ada manusia langit dan bumi masih menyatu tapi saat berpasangannya langit dan bumi jadilah dua orang, Tuhan dan puang tulak padang ini perkataan orang dulu, jadi jangan dikaitkan dengan alkitab atau kitab lainnya terlahirlah Tuhan saat langit dan bumi menyatu tumbuh dengan baik dan sempurna ditekanlah bumi kebawah oleh puang tulak padang didoronglah langit keatas oleh Tuhan berpisahlah langit dan bumi puang tulak padang terus kebawah sampai tanah teruslah Tuhan sampai kelangit saat Tuhan berada di atas langit, melihatlah Dia kebawah, tidak ada apa pun yang bisa dilihatnya berpikirlah Tuhan, bahwa kalau begitu harus ada penciptaan diciptakanlah puang pirik-pirik neneknya angin diciptakanlah datu lau'ku neneknya manusia diciptakanlah kumirrik neneknya bambu diciptakanlah banturino neneknya kerbau diciptakanlah ta'bano lentek neneknya babi diciptakanlah puang maro neneknya ayam diciptakanlah ma'bua tasak neneknya pinang diciptakanlah mengkala'ka neneknya rumput dan seluruh neneknya yang ada dibumi, diciptakan oleh Tuhan
[3:53]saya persingkat saja, saat semua telah selesai dibuat oleh Tuhan tapi semua masih ada di langit ada juga seseorang dilangit bernama puang bura langi' ini puang bura langi' membuka pintu langit melihat dari atas dia melihat bahwa dunia ini bagus jika ada kehidupan tapi masih tertutup oleh air saat dilihat dari atas belum ada tanahnya berpikirlah Tuhan diambillah tanah segenggam di langit dipotong miringlah biang buntu (biang= tanaman semacam rumput yang dimakan kerbau) diambillah tanah segenggam dan ditancapkan setelah itu dibuanglah tanah itu dari langit bersama biang buntu tidak lama kemudian terciptalah hamparan tanah di bumi seperti saat ini tidak lama juga, biang tersebut tumbuh tinggi keatas langit
[5:28]turunlah puang bura langi' bermaksud ingin melewati nya untuk sampai ke bumi tapi belum setengah jalan dilewati bura langi' ditiuplah angin, ke segala arah takutlah dia, kembalilah bura langi' ke langit dan berkata, letihlah aku karena angin menggerakkan biang itu kesana kemari Tuhan berpikir lagi inilah dasar terbentuknya tangga dari langit Tuhan berkata, kalau begitu kita buatlah tangga dari langit maka dibentuklah tangga dari langit tangga dari langit memiliki dasar pondasi di gunung lakawan yang sekarang menjadi daerah endrekang
[6:47]saat tangga dari langit selesai, turunlah ciptaan yang telah dibuat Tuhan tetapi ada tiga binatang yang takut melewatiinya yaitu neneknya kerbau banturino, dia turun di padang rumput ta'bano lentek neneknya babi juga takut melewatinya, dan dia turun di ujung langit yang orang dulu katakan belau neneknya ayam juga takut melewatinya, dia terbang dari langit dan turun di perahu lalu lari kehutan
[7:44]saat tangga dari langit telah jadi, hubungan Tuhan dan manusia masih baik jika ada sesuatu yang dikerjakan, mau itu baik atau buruk, manusia naik dan bertanya kepada Tuhan lewat tangga dari langit pernah juga Tuhan turun dan mengasihi seluruh ciptaan Nya yang ada dibumi diwaktu itu juga Tuhan memberi kuasa 4 orang yang diberikan kuasa atau 4 malaikat pertama, Dia mengatakan bahwa kamu puang tulak padang kamulah yang bertanggung jawab atas yang ada diair dibawah tanah kamu puang banggai rante kamulah yang bertanggung jawab atas semua yang didarat Dia mengatakan bahwa kamu puang gaunti' kamu bertanggung jawab atas semua yang ada diudara ada satu malaikat yang dekat dengan Tuhan dan dikasihi oleh Tuhan, bernama saratu sumbung pio
[9:02]saya ulangi saratu sumbung pio perbuatannya saratu sumbung pio lah yang menyebabkan tangga dari langit roboh mungkin ada pertanyaan dalam hati, apakah yang telah diperbuatnya? saratu sumbung pio melakukan 3 kesalahan. lain yang ada di hatinya lain juga yang dipikirannya Tuhan telah memberikannya hikmat dan kuasa, tetapi dia ingin melebihi Tuhan hati dan pemikirannya berlawanan kesalahan pertama yang dilakukan saratu sumbung pio dia berjalan dilangit dan melihat pemantik emas milik Tuhan dimeja
[10:07]jadi pemantik emas milik Tuhan diletakkan diatas meja, diambil saratu sumbung pio karena menurutnya itu bagus diusirlah saratu sumbung pio dari langit dia pergi mencari teman saratu sumbung pio adalah pemimpin dari semua kejahatan dan keburukan dibumi jadi barangsiapa dari kalian yang melakukan keburukan adalah keturunan saratu sumbung pio itulah dosa pertama, mencuri pemantik emas milik Tuhan dosa kedua yang dilakukan saratu sumbung pio diturunkanlah ajaran dari langit untuk manusia agar manusia mempelajari ajaran tersebut bernama ajaran sanda pitunna pitung liu, pitung lampa, pitung sa'bu, pitung ratu, pitung puloh, pitung lise', pitung piak tapi ajaran sanda pitunna yang diturunkan dari langit tidak semua sampai kebumi hanya tiga dari angka tujuh yang sampai 777 (tujuh ratus tujuh puluh tujuh) dan yang tujuh juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu itu tidak kebumi karena dikembalikan oleh saratu sumbung pio kelangit jadi sudah dua kesalahan yang dilakukan saratu sumbung pio dan yang ketiga, inilah yang paling mendasar dan mengakibatkan tanah di rura tenggelam, jadi dengarkan baik baik di rura waktu itu saya berikan pemahaman untuk yang lahir belakangan (anak muda) saat ini rura masuk daerah endrekang jika melewati tempat pesinggahan untuk makan saat pergi ke makassar belum sampai dibamba puang, sekitar itulah daerah rura antara bamba puang dan puncak tempat makan saat pergi ke makassar, disitulah daerah rura ada juga kepala keluarga disana bernama londong dirura dan istrinya bernama sa'pang digaleto londong dirura empat kali punya anak dan keempat nya kembar empat pasang laki laki dan perempuan
[12:45]londong dirura adalah orang kaya tapi pelit dia tidak mau jika barang barang nya ke orang lain disitulah muncul pemikiran londong dirura bahwa mungkin tidak apa apa jika saudara kandung dinikahkan saya ulangi, saudara kandung dinikahkan
[13:17]jika saudara kandung dinikahkan mungkin saja bisa pergilah londong dirura menemui orang berhikmat di rura bernama mangngi sampai disana dia bertanya mungkinkah saudara kandung dinikahkan mangngi atau orang berhikmat mengatakan aku tidak bisa membuat keputusan, aku akan pergi bertanya kepada Tuhan pergilah mangngi, orang berhikmat itu, bartanya kepada Tuhan ke langit lewat tangga dari langit belum seberapa mangngi berjalan, datanglah saratu sumbung pio menghampirinya
[14:01]dia bertanya, kamu ingin kemana mangngi? mangngi menjawab, saya ingin bertanya kelangit, bisakah saudara kandung dinikahkan tapi saratu sumbung pio mengatakan, kau tidak perlu bertanya ke Tuhan, karena saudara kandung bisa di nikahkan tunggu saja dari pernikahan itu menghasilkan keturunan, setelah itu barulah lakukan ritual pengakuan dosa pulanglah mangngi, dia tidak terus kepada Tuhan karena dibohongi saratu sumbung pio pergi bertemu londong dirura dan mengatakan, bisa katanya tapi jika telah memiliki anak, harus melakukan pengakuan dosa dan diadakanlah persiapan saya persingkat saat sudah waktunya dilaksanakanlah pernikahan segala keramaian dan segala suara digunakan Tuhan mendengarnya dari atas dan bertanya hei puang banggai rante, apa yang dilakukan manusia dibawah bumi londong didrura menikahkan kedua anaknya, kata banggai rante marahlah Tuhan dan berkata
[15:46]tidak bisa jika saudara kandung dinikahkan pernikahan antara saudara ditolak oleh adat dan pamali Tuhan sudah tidak berpikir panjang Dia langsung merobohkan tangga dari langit dan tangga dari langit jatuh ke utara tangga dari langit memiliki bukti sampai sampai sekarang itu gunung lakawan dan semua gunung batu yang berjejer dari sana, termasuk gunung sarira terus kesesean dan jika kita melewati gunung lakawan bila ke endrekang, kita tidak lagi melihat gunung batu, itulah buktinya tangga jatuh keutara bertepatan jatuhnya tangga dari langit Tuhan berkata kepada saudaranya puang tulak padang, lepaskanlah dasar pondasi dari daerah pernikahan tersebut dilepaskanlah pondasi tersebut, dan tenggelamlah daerah itu ke dasar bumi seluruh yang ada didaerah itu ikut tenggelam sampai sekarang bertanya tanyalah untuk kita generasi muda bila pergi kemakasar sudah beberapa kali kami amati bagaimanapun panasnya daerah rura jika kita kesana, disebelah kanan setelah melewati tempat makan dan sebelum bamba puang bagaimanapun panasnya daerah itu tidak akan kering
[17:42]itulah bekasnya daerah yang tenggelam saat itu berkatalah manusia, apa yang akan kita lakukan, kita ingin bertanya ke Tuhan tetapi tangga dari langit roboh cari lah orang berhikmat dari utara atau ujung sungai 4 orang berhikmat dari sana puang sulu ara' dari sesean mandai kema dan lo'ko isi dari sa'dan dikatakan pergi membenarkan ajaran yang sudah dikotori londong dirura setelah ke 4 orang berhikmat itu tiba di rura setelah itu dilakukanlah pengakuan dosa
[18:38]sementara dilakukan
[18:42]lalu Tuhan berkata kepada orang berhikmat itu hei sulu ara' hei puang bua uran pinang yang ada di sepu' mu banyak bentuknya pinang yang utuh diumpamakan saudara kandung pinang yang dibelah dua diumpamakan sepupu sekali semakin kecil terbaginya semakin jauh juga hubungan darahnya cobalah menanamnya ditanamlah oleh orang berhikmat yang berasal dari ujung sungai disana didaerah yang sampai sekarang bernama kalosi (pinang) disekitar endrekang saat ditanam.. pinang utuh yang diumpamakan saudara, menjadi busuk dan tidak tumbuh artinya Tuhan melarang pernikahan antara saudara kandung pinang yang terbagi dua yang diumpamakan sepupu sekali, juga busuk artinya Tuhan masih melarang pinang yang terbagi empat juga ditanam, tumbuh tapi tidak bagus artinya tunggu terpaksa, baru bisa menikah pinang yang terbagi delapan yang diumpamakan sepupu tiga kali barulah bagus tumbuhnya inilah yang harus kita ingat bagi generasi muda janganlah kita seperti saratu sumbung pio, bersifat jelek jangan juga seperti londong dirura, orang yang cemar ada juga yang memegang adat pernikahan di toraja saudara, sepupu sekali, dan sepupu dua kali dilarang Tuhan untuk menikah
[20:53]jadi saya ulangi, bekas bekasnya tangga dari langit yaitu gunung sarira dari sana daerah yang tenggelam dirura tempat menenam pinang, yang dijuluki kalosi sampai sekarang saya kaitkan dengan alkitab tapi bukan, ini hanya pemikiranku saja tangga dari langit itu seperti menara babel daerah yang tenggelam di rura seperti sodom dan gomora dan saratu sumbung pio seperti lucifer si malaikat pemberontak jadi itulah yang saya sampaikan kepada kita sekalian



