[0:10]Halo guys, selamat datang di channel Mau Belajar.
[0:22]Sudah menjadi rahasia umum bahwa air merupakan elemen penting dalam kehidupan. Manusia, hewan, dan tumbuhan tidak bisa hidup tanpa air. Bersyukurlah Tuhan telah menempatkan kita di bumi. Sebuah planet yang 72% permukaannya ditutupi oleh air. Jika ditinjau secara logika persentase air yang melimpah tersebut tidak mungkin menyebabkan bumi mengalami kekeringan. Tapi faktanya fenomena kekeringan ini masih saja sering terjadi dan menyebabkan kegagalan panen hingga dapat memusnahkan kehidupan di suatu wilayah. Lalu kira-kira apa ya yang menyebabkan fenomena ini terus terjadi? Apakah mungkin karena jumlah air di bumi terus berkurang? Dari keseluruhan air yang ada di bumi sekitar 97% merupakan air asin yang berasal dari laut dan samudra. Sementara 3% sisanya adalah air tawar. Komposisi air tawar tersebut tidak semuanya mudah diakses. Sekitar 70%-nya berbentuk es serta gliser yang berada di kutub. Dan 29%-nya adalah air tanah yang sulit dijangkau. Sementara 1% sisanya merupakan air tawar yang mudah diakses dan tersebar di danau, sungai, dan terserap dalam tanah. Oleh karena itu, fenomena kekeringan tidak disebabkan oleh jumlah air di bumi yang terus berkurang. Melainkan karena distribusinya yang tidak merata. Dalam penjelasan ilmiah, distribusi air ini berjalan dalam sebuah siklus yang dikenal dengan istilah siklus hidrologi. Siklus hidrologi diawali dengan adanya radiasi matahari yang menyebabkan air di permukaan bumi yang berasal dari laut, danau, sungai, dan badan air lainnya mengalami penguapan atau evaporasi. Proses evaporasi ini akan membawa uap air menuju udara dan mengubahnya menjadi awan melalui proses kondensasi. Selain berasal dari proses evaporasi, uap air pada awan juga berasal dari proses transpirasi yang berasal dari tumbuhan yang ada di permukaan bumi. Seiring berjalannya waktu, awan yang semakin penuh dengan uap air akan tertiup angin dan berpindah menuju wilayah lain. Setelah awan jenuh, air hujan akan turun dan proses ini dikenal sebagai presipitasi. Air hujan yang telah sampai di permukaan bumi sebagian akan terserap ke dalam tanah pada proses infiltrasi dan sebagian lainnya akan mengalir di permukaan melalui sungai dan badan air lainnya menuju laut melalui proses run off. Perjalanan air melalui siklus ini akan terus berulang dan menyebar dari satu tempat ke tempat lain. Pada kondisi normal, air akan terdistribusi sesuai porsinya. Sayangnya, aktivitas manusia dapat mengganggu jalannya siklus air. Sebagai contoh, penebangan hutan yang tidak terkendali dapat menyebabkan proses penyerapan air ke dalam tanah terganggu. Hal ini dapat menyebabkan banjir di musim hujan dan kekeringan saat kemarau tiba. Oleh karena itu, mari kita menjaga siklus ini agar terus dapat berjalan sebagaimana mestinya.
[4:49]Itulah penjelasan mengenai siklus hidrologi yang berjalan di bumi kita. By the way, kalau kamu suka bahasan tentang ini, jangan lupa like dan subscribe. Thank you guys and see you.



