[0:00]Hai Pahamer, selamat datang di channel Aku Paham.
[0:07]Pada kesempatan kali ini, kita akan bercerita tentang perjuangan Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Muhammad Hatta menjadi wakil presiden Republik Indonesia yang pertama mendampingi Soekarno. Ia juga dinobatkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Tapi sebelum kita bahas lebih lanjut, jika kamu tertarik dengan konten seperti ini, yuk subscribe channel Aku Paham agar kamu tidak ketinggalan konten-konten inspiratif selanjutnya.
[0:45]Penasaran seperti apa kisah selengkapnya? Yuk simak cerita berikut ini.
[0:56]Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tanggal 12 Agustus tahun 1902. Ayahnya seorang ulama tarekat dan ibunya berasal dari keluarga pedagang.
[1:14]Saat usianya 7 bulan, ayahnya meninggal dunia.
[1:22]Ia bersekolah di sekolah dasar 7 tahun khusus anak-anak Belanda (ELS) di Bukittinggi dan Padang. Ia lalu diterima masuk sekolah menengah 5 tahun (HBS) di Batavia (Jakarta) namun tidak diizinkan merantau karena masih terlalu muda; akhirnya bersekolah di MULO, Padang. Di usianya yang ke-15 tahun, ia mulai aktif di berbagai organisasi dan mengasah ilmu politiknya di luar sekolah; bertemu banyak tokoh di Jong Sumatera Bond (JSB).
[2:07]Pada tahun 1921, Bung Hatta melanjutkan studi di Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda; menjadi bendahara di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).
[2:26]Ia menjadi Ketua PPI selama 5 tahun.
[2:34]Pada tahun 1926, ia memimpin Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Prancis yang membuat nama Indonesia mulai dikenal dunia.
[2:52]Di tahun 1931, ia berhenti menjadi Ketua PPI karena ingin fokus menyelesaikan studinya.
[3:05]Setahun kemudian, ia lulus sarjana dan kembali ke Indonesia; bergabung dengan Club Pendidikan Nasional Indonesia (CPNI) untuk mengenalkan politik kepada masyarakat.
[3:24]Pada tahun 1933, ia mengkritik pengasingan Soekarno ke Flores lewat berbagai media massa; akhirnya ia ditangkap bersama Sjahrir dan diasingkan ke Digul, Papua.
[3:45]Selama diasingkan, ia tetap menulis lewat surat kabar Jakarta maupun Medan; rajin membaca buku-bukunya dari Batavia dan mengajarkan kepada teman-temannya di sana. Pada tahun 1937, ia bersama Sjahrir dipindahkan ke Banda Neira, Maluku.
[4:15]Ia lalu dipindahkan kembali ke Sukabumi selama sebulan hingga Belanda menyerah kepada Jepang; ia lalu dibawa kembali ke Jakarta.
[4:32]Pada awal Agustus tahun 1945, ia dilantik menjadi Wakil Ketua PPKI dan Soekarno sebagai Ketua di Dalat, Vietnam.
[4:48]Dan pada tanggal 16 Agustus tahun 1945, bersama Soekarno, ia dibawa ke Rengasdengklok oleh para pemuda PETA untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.
[5:07]Setelah sepakat bahwa proklamasi harus dilaksanakan secepatnya, ia merumuskan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda.
[5:23]Dan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945, ia bersama Soekarno membacakan teks proklamasi di kediaman Soekarno.
[5:40]Keesokan harinya, ia resmi menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pertama mendampingi Presiden Soekarno. Pada tanggal 18 November tahun 1945, ia menikah dengan Rahmi Rachim; dikaruniai 3 anak perempuan yaitu Meutia, Gemala, Halida.
[6:10]Pada bulan Juli tahun 1947, Belanda sengaja melanggar perjanjian Linggarjati dengan melakukan Agresi Militer Belanda I.
[6:27]Bung Hatta lalu menemui Jawaharlal Nehru dan Mahatma Gandhi untuk meminta bantuan; akhirnya permasalahan Indonesia pun dibawa ke PBB. Pada tanggal 27 Desember tahun 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas Kemerdekaan Indonesia.
[6:56]Hingga tanggal 12 Juli tahun 1951, ia membimbing gerakan koperasi dan berpidato di radio mengenai hari koperasi.
[7:13]Dari tahun 1951 hingga tahun 1961, Bung Hatta menjadi Dosen di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung. Dan dari tahun 1954 hingga tahun 1959, ia menjadi Dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
[7:45]Pada tanggal 17 Juli tahun 1953, Bung Hatta diberi gelar Bapak Koperasi Indonesia atas perannya memajukan koperasi.
[8:02]Pada tahun 1956, ia beberapa kali mengirim surat ke DPR untuk mengundurkan diri sebagai wakil presiden.
[8:16]Menurutnya, "Jika parlementer telah terbentuk kepala negara hanyalah simbol sedangkan wakil sudah tidak diperlukan lagi"; permintaan pengunduran dirinya pun ditolak.
[8:34]Pada bulan November tahun 1956, ia mengirim surat lagi ke DPR untuk berhenti menjadi wakil presiden mulai tanggal 1 Desember 1956.
[8:52]Dan pada tanggal 30 November tahun 1956, pengunduran dirinya disetujui DPR; sebelum mundur ia mendapat gelar doktor honoris causa dari UGM, Yogyakarta.
[9:14]Pada tahun 1957, ia sempat diundang pemerintah RRC karena dianggap sebagai A Great Son of His Country.
[9:29]Pada tahun 1963, ia jatuh sakit dan dirawat di Swedia karena perlengkapan medis di Indonesia kurang memadai. Pada tanggal 15 Agustus tahun 1972, Bung Hatta mendapat Anugerah Bintang Republik Indonesia Kelas I dari pemerintah, dan diangkat sebagai warga utama ibukota dengan berbagai fasilitas.
[10:05]Bung Hatta meninggal pada usia 77 tahun di RSCM, Jakarta, pada tanggal 14 Maret tahun 1980.
[10:21]Keesokan harinya, ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.
[10:33]Pada tahun 1986, ia ditetapkan sebagai pahlawan proklamator oleh Presiden Soeharto.
[10:49]Muhammad Hatta pernah berkata bahwa, "Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat". Ia juga pernah berkata, "Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun, tidak jujur sulit diperbaiki.
[11:23]Oh, Aku Paham Sekarang! Jangan lupa subscribe, like, comment, dan nyalakan notifikasinya ya, agar kamu tidak ketinggalan informasi yang menarik dari Aku Paham.



