Thumbnail for Dulu Gagal Bisnis Berkali-kali, Kini Jadi Petani Melon Premium Omzet 1 Miliar by PecahTelur

Dulu Gagal Bisnis Berkali-kali, Kini Jadi Petani Melon Premium Omzet 1 Miliar

PecahTelur

30m 34s2,743 words~14 min read
Auto-Generated

[0:04]Kita bisa BPP dengan tiga kali panen kalau asal penjualan kita jelas Mas ya. Penjualan kita mau wisatakan. Jadi kalau paling enak kita buka gros baru nih di wilayah A gitu ya. Kita di situ di awal kita hajar dulu dengan wisata petik buah. Tiga kali aja udah cukup biasanya. Itu insyaallah sudah lebih dari modalnya sudah terpenuhi Mas. Setelah wisata petik karena market di daerah itu pasti mengalami kejenuhan, baru kita kontrakkan dengan bayar-bayar, Mas. Itu caranya, Mas, cara mainnya. Mungkin kebayangan di sana kan kalau dibilangin tiga kali enggak percaya ya, tapi kan itu ada caranya. Lah di sini sistemnya kebetulan di kami sistemnya ada empat sistem, ada namanya sistem vertigasi tetes. Terus ada yang di belakang ini sistem yang water culture ya, water culture-nya di sini ada yang NFT, ada yang DFT, ada yang Dverty. Kalau usia kecil pakai DFT, kalau usia dewasa NFT. Itu ada sistem uniknya, Mas. Jadi itu sistem paling mudah dibudidayakan untuk khalayak orang-orang yang awam, Mas. Oke, kalau ini namanya melon, Mansion ya, termasuk melon yang Winter Melon. Ini melon-melon yang kalau kita kepengin mengejar panen 6 kali ke atas ya, dalam setahun. Tanam melon-melon yang varietas kayak gini. Dulu melon ini benihnya dipegang oleh perusahaan di Jogja saja.

[1:16]Kalau bicara omzet per bulannya insyaallah sudah ratusan, Mas. Sudah hampir menyentuh satu udah bisalah. Anak muda jangan takut untuk bertani, karena bertani itu tidak perlu kotor kalau kita mainnya sistem hidroponik ya. Dan pertanian hidroponik itu menurut saya kalau sistemnya benar, caranya benar, sistem pemasarannya benar, faktor BP-nya akan cepat. Jangan takut kehilangan uang. Kalau masih nilainya segitu tuh masih biaya SPP-nya anak TK ini. Penerus ketahanan pangan bangsa kita itu siapa lagi kalau bukan anak-anak muda. Jangan habiskan hidup untuk drama yang tidak membawa kita ke mana-mana.

[2:20]Ya, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Ahmad Lafilian Romadhi atau bisa disapa Lafilian. Saya asalnya dari Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, ya. Usaha yang saya jalankan itu namanya Melonponik. Melonponik itu melon hidroponik. Spesial kita melon-melon premium dari luar negeri ya, kebanyakan, atau yang dari Indo ada dari varietas tunas agro saja, begitu, Mas. Kalau untuk kita budidayanya Melonponik sendiri, fokus kami itu full di dalam greenhouse. Karena pertanian modern ya, yang kita kejar. Jadi kenapa kok dalam greenhouse biar kita bisa mengejar panen 5 sampai 7 kali dalam setahunnya, Mas. Terus titiknya di Jombang kurang lebih ada 10 titik, kalau keseluruhan per hari ini, nggih, masih per hari ini ada 20 titik. Ada di Indramayu, ada di Jogja, ada juga nanti di Jakarta, di Bogor. Terus sekarang juga masih banyak yang masih proses pembangunan. Awal mulanya saya itu sebenarnya kalau main melon itu iseng aja ya. Jadi yang pertama memang keresahan ya, keresahan Ayah saya. Dulu petani, petani semangka. Di Desa Kedungrejo ini terkenal namanya pertanian semangkanya, Mas. Jadi buyer-buyer dari Jakarta maupun mana itu selalu datangnya ke sini. Surganya tanah semangka lah bahasanya gitu ya kalau di sini. Tapi beberapa tahun terakhir pas saat saya kuliah, Ayah saya mengalami sering kegagalan karena faktor cuaca. Terus akhirnya saya mencari solusi itu gimana ini kalau gagal biar kita tetap bisa tanam ketika musim hujan, ketemulah namanya greenhouse. Dan kebetulan teman saya itu budidayanya di dalam greenhouse juga. Ada temannya teman saya ya di Gresik sana pertama kali saya belajar. Ide hari ini, 3 hari kemudian saya survei, 3 hari kemudian saya bayar tanahnya, 1 hari lagi saya mulai bangun. Jadi kurang lebih ide ke bangun 7 hari, Mas. Semua hal ini kenapa saya kok bisa secepat itu memutuskan usaha melon ini? Dari 2016 saya memulai usaha namanya Lavilar, Karikatur Spesialis Polisi. Awal mula terciptanya usaha itu karena saya gagal kuliah, Mas ya. Kuliah tahun pertama itu kurang lebih 7 kali saya enggak masuk, Mas, tahun pertama. Tapi alhamdulillahnya dari itu tadi, di tahun itu saya menemukan namanya usaha yang karikatur, sehingga bisa menghidupin biaya kuliah saya yang seenak saya lah, mau makan apa, mau hidup kayak gimana, itu bisa terpenuhin lah, Mas. Setelah usaha karikatur itu saya sebelumnya itu main kafe, FNB 3 kali mengalami kegagalan. Ada yang ditipu orang, ada yang di tengah jalan investor saya meninggal karena Covid waktu itu, terus kontraktor interior, Mas, fokusnya gitu ya. Jadi desain interior. Di situ juga terlalu banyak cash flow saya yang seret. Lah, itu yang menciptakan Melonponik ini bisa secepat itu untuk nggebikin ide ke eksekusinya cuma 7 hari. Mungkin sudah kuasanya Allah ya, mungkin saya harus berusaha sendiri. Dan alhamdulillah dari titik itu yang ngebentuk mental saya mungkin ya dari dulu. Jadi itulah yang cikal bakalnya semuanya, Mas. Jadi ya sudah kita lebih baik ngambil resiko aja karena hidup ini pasti ada namanya masalah. Dan ketika ada masalah ya sudah kita harus cari solusinya, gitu aja yang saya pikirkan. Jadi kita hajar dulu aja. Nanti masalah ya sudah, tinggal jalan itu masalahnya gimana. Enggak ada sama sekali ya. Orang tua saya, almarhum Ibu saya itu penjahit, Mas. Dan saya waktu kecil juga terkadang itu ayah saya cuma bilang bantu ninam semangka kalau panen nanti kamu tak kasih sesuatu yang kamu inginkan. Lah, mungkin itu cikal bakalnya ya. Jadi karakter mulai terbentuk secara enggak sadar di situnya mungkin ya. Jadi kita mau mendapatkan sesuatu harus berusaha terlebih dahulu. Itu mungkin ya yang hikmah saya dapat gitu ya. Kalau ngebangun yang perdana, Mas, itu kurang lebih cuma 20 juta, Mas, ya. Cuman saya enggak sayang kalau investasi ilmunya, ke atasnya saya yang kencengin. Waktu itu kurang lebih 15 juta Mas untuk saya belajarnya aja. Jadi belajarnya ada ikut kelas maupun ada orang ke mana saya beli bahan bakunya, sehingga saya dapat suatu SOP-nya. Jadi saya enggak takut dengan hal-hal untuk investasi ilmu ke atasnya. Jadi kurang lebih awal-awal itu 35 sampai 40 juta, Mas. Padahal unit greenhouse-nya hanya ukuran 6 kali 20 m persegi aja. Panen perdana itu enggak salah bulan 11 tahun 2023. Jadi Agustus saya mulai bangun, karena saya ada basic sipil, bangun gasnya yang bangun sendiri gitu ya. Jadi ngelihatin punya orang, terus habis saya lihat, oh gini gini gini, habis itu ngobrol sama tukang, kita kebangun dalam waktu sebulan. Jadi greenhouse yang besar ini di belakang ini kurang lebih ngebangunnya cuma 1 hari setengah ini. Padahal kalau greenhouse yang kecil tadi 6 kali 20 itu sebulan waktu awal gitu ya. Lah, waktu dulu kita panen perdana bulan 11, bulan 11 itu kita langsung ada namanya CNN maupun Indosiar datang ke kita karena saya ada teman. Terus kita juga mengundang namanya Kepala Dinas Pertanian waktu itu. Pertama kali saya panen. Di situlah Boom Melonponik. Gitu. Boom untuk pertama. Banyak namanya permintaan pasar, Mas. Kita bisa BP dengan tiga kali panen kalau asal penjualan kita jelas, Mas ya. Penjualan kita mau wisatakan. Jadi kalau paling enak kita buka gros baru nih di wilayah A gitu ya. Kita di situ di awal kita hajar dulu dengan wisata petik buah. Tiga kali aja udah cukup biasanya. Itu insyaallah sudah lebih dari modalnya sudah terpenuhi, Mas. Setelah wisata petik karena market di daerah itu pasti mengalami kejenuhan, baru kita kontrakkan dengan bayar-bayar, Mas. Itu caranya, Mas, cara mainnya. Mungkin kebayangan di sana kan kalau dibilangin tiga kali enggak percaya ya, tapi kan itu ada caranya. Caranya itu kayak gini loh, kita mainkan dulu dengan user terlebih dahulu karena ketika bukaan baru di tempat yang baru, greenhouse ini hal yang tidak biasa biasanya. Lah di sini sistemnya kebetulan di kami sistemnya ada empat sistem di Desa Kedungrejo. Ada namanya sistem fertigasi tetes. Fertigasi tetesnya kita itu pakai medianya Cocopit, habis itu pakai drip tetes ya dari Australia pakai brand Revullis untuk drip tetesnya. Terus ada yang di belakang ini sistem yang Water Culture ya, Water Culture-nya di sini ada yang NFT, ada yang DFT, ada yang Dverty. Jadi di desa ini ada empat sistem, fungsinya apa kok ada empat sistem? Biar semua orang di Indonesia kalau mau belajar kayak kemarin kita baru ngadain pembelajaran di akhir pekan itu hampir, Mas. Ada dari Lampung, ada dari Bali, ada dari Kalimantan datang ke sini, Mas, untuk belajar ke tempat ini gitu ya. Karena sistem kita sudah kami lengkapi terus cara pembelajaran kami sudah kita simpelkan untuk bahasa orang awam. Kalau fertigasi tetes, itu kan substrat culture ya. Jadi kalau substrat ini medianya itu open sistem. Ketika kita mengalirkan sebuah nutrisi, dia tidak kembali lagi ke arah tandonnya, itu namanya open sistem. Itu tadi keunggulannya rasa buahnya, kualitas buahnya akan semakin maksimal sesuai dengan genetiknya. Dan dia tidak memerlukan namanya genset atau tidak ketika listrik padam seharian, dia enggak disiram. Di medianya itu masih ada air-air yang tergenang di situnya, jadi masih aman lah bahasanya ya. Jadi itu sistem paling mudah dibudidayakan untuk khalayak orang-orang yang awam, Mas. Kalau misal sistem yang Water Culture, itu namanya close sistem. Jadi sistemnya dia itu mengalir, habis itu kembali lagi ke tandon. Di sini ada namanya NFT dan DFT aja ya, yang kita sebutkan. Kalau NFT itu nutrisi yang dialirkan setipis film. Kita pakainya media talang 4 inch. Talang kotak biar sesuai dengan kaidahnya. Kan nutrisi yang dialirkan setipis film ya, kalau medianya datar, kalau medianya paralon kan artinya cekung ya. Ini kan enggak sesuai dengan kaidahnya sebenarnya. Lah, makanya kita pakainya di sini belakang itu yang pakai talang. Biar ini bisa tipis banget dengan kemiringan idealnya 2 sampai 5 derajat. Atau gampangnya ya, Mas ya, 2 sampai 5 cm per meternya, kemiringan ideal. Dalam satu kanal itu kurang lebih paling panjangnya 8 sampai 12 m, itu sistem NFT. Kelemahannya sistem itu wajib punya genset atau panel surya, Mas. Gitu. Di sini ada genset kalau di sini gitu kan. Kalau dia padam listrik pada siang hari ya, dengan waktu cuma 30 menit atau 1 jam pada jam-jam sekian ya, jam 10 ke atas. Pasti wassalam ini tanaman. Resikonya tinggi, tapi tonase atau kuantitas buahnya itu lebih tinggi daripada sistem fertigasi tetes, gitu. Itu bagusnya. Kalau sistem DFT, bedanya apa? DFT itu juga close sistem, jadi dia bersirkulasi tapi dia itu ada genangannya. Dia tidak ada kemiringan, jadi dia flat, datar, terus ada genangan air yang setinggi misal tingginya 8 cm atau berapa itu nanti bisa di-adjust ketinggiannya gitu ya. Jadi itu namanya sistem DFT. Keunggulannya ketika dia di fase vegetatif, pertumbuhannya akan sangat cepat. Tapi ketika di fase generatif, dia lebih rawan lagi dengan namanya OPT-nya, Mas. Jadi OPT dari perakarannya, dari jamur maupun itu akan lebih rawan karena sirkulasinya itu terlalu lambat, gitu ya, menurut saya. Nah, tapi di belakang ini ada inovasi terbaru, Mas, ini di belakang. Kalau usia kecil pakai DFT, kalau usia dewasa NFT. Itu ada sistem uniknya, Mas. Dikombinasi, kalau orang-orang mau tahu, Mas ya, kalau mau belajar silakan, tapi wajib datang ya. Enggak bisa kita videokan di konten ya, tanpa ada namanya tambahan biaya. Saya diajarin dengan guru saya di Pati sana, Mas. Itu yang mengajari sistem itu tadi, Mas. Jadi di usia kecil, usia ini, Mas, ini di belakang ini, dia flat pakai DFT dulu, pertumbuhannya cepat. Nanti bisa dibedakan ya, di sini kiri saya ini ada greenhouse kiri kanan ya. Yang satu NFT, satu yang DFT. Yang DFT performa tanaman sudah besar, yang NFT masih kecil kan. Lah nanti ketika sudah di usia tertentu, dia yang sini dirubah langsung dengan sistem NFT. Jadi pertumbuhan buahnya akan maksimal dan OPT-nya akan lebih berkurang, lebih minim bahasanya gitu, Mas. Jadi kita itu harus bijak untuk menentukan benih ya, Mas ya. Benih yang terbaik itu sebenarnya benih yang bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan di tempat masing-masing. Jadi kalau misal awal-awal tanam, kenapa tadi juga saya bilangnya wisata petik buah ya? Di situlah salah satu trial-nya untuk menanam benih juga. Wisata petik buah itu orang akan suka ketika kita menyuguhkan banyak macam varietas. Lah di situ juga kita mengamankan sebuah datanya ya, datanya. Oh, ternyata di greenhouse saya bagusnya tipe yang B. Ternyata di greenhouse saya bagusnya yang tipe yang C gitu kan. Saya kurang lebih sudah ngetester benih itu kurang lebih ada 35 varietas, Mas. Kalau panjenengan nanti mau tahu, di sana ada melon yang belum ada namanya ya, karena bentuknya kayak batik ya. Akhirnya saya namain Melon Batik, Mas. Itulah yang namanya kita mencoba benih, Mas. Jadi kita trial dulu di kebun RND saya, di RND-nya Melonponik, kita trial dulu ini. Oh, ternyata karakter benih yang A ini kayak gini. Nanti kita kasih SOP ke mitra kita. Gitu. SOP kami itu SOP yang didesain hari ke hari, Mas. Misal hari pertama nih, kita pindah tanam, habis itu ada namanya kita men-spray insektisida. Itu hari ke hari akan ada, Mas. Dan kalau sama di Melonponik, SOP itu foto saja silakan.

[15:18]Oke, kalau ini namanya melon, Mansion ya, atau nama varietasnya Evorykaya. Termasuk melon yang Winter Melon atau subvarietasnya Winter Melon. Ini melon-melon yang kalau kita kepengin mengejar panen 6 kali ke atas ya, dalam setahun. Tanam melon-melon yang varietas kayak gini. Melon Winter Melon namanya. Winter itu kayak Golden atau Dal Mansion. Dal Mansion ini ada dari Korea Selatan ada, ada juga yang dari Cina ada. Jadi Dal Mansion juga ini ada dua macam, ada yang dagingnya dalamnya hijau, yang dari Korea Selatan itu dagingnya hijau. Kalau ini masak, aromanya itu semerbak gitu ya. Kalau ini dagingnya itu putih. Kalau putih itu agak crunchy. Ditanam di sistem tanah, substrat, maupun di air NFT bisa semua ini ya. Usia panennya pendek, cukup 35 HSP. HSP itu hari setelah polinasi. Kalau per kilo biasanya melon ini salah satu melon yang manis ya, Mas. Kemarin kita jual di KFC itu kemarin kita jual 45, Mas. Di Jombang ini ya, kalau keluar kota kalau misal sudah masuk ke supermarket ya, melon-melon premium rata-rata di 45 sampai 65, Mas. Cek aja di Surabaya hoki itu rata-rata 55 sampai 65 melonnya, gitu ya. Tapi kalau dari petani pasti beda, Mas. Namanya keuntungan penjual buah ya, penjual buah itu pasti rata-rata di 100%-an lah kurang lebih ya, karena nanti kan ada busuknya maupun lain-lainnya. Terus kalau yang ini namanya Sudami. Dulu melon ini benihnya dipegang oleh perusahaan di Jogja saja. Ada satu perusahaan. Ketika kita mau mendapatkan benih ini, harus punya brand dulu, Mas. Ini mulai tanam 2024 pertengahan kurang lebih. Kita sebutnya aja namanya Hami Hijau ya, karena yang Sudami itu punyanya yang kebun di Jogja yang menamainnya yang perdana. Karena namanya Hami Hijau ini banyak, ada varietas yang dari Del Blue, ada yang varietas yang dari FE berapa dari Vietnam itu, tapi outputnya 11 12 hasilnya. Distribusi benihnya terbatas banget. Artinya apa? Ketika suplai-nya sedikit, demand-nya banyak, harganya stabil. Dulu saya pas masih awal sekali, Mas ya, untuk tingkat supplier ya, saya itu dapatnya 30.000 loh, Mas, per kilo. Kalau per hari ini ini paling masih 20-an lah. Rasanya crunchy dan enak banget waktu pas awal ini rilis karena belum terlalu banyak ya. Sistem Water Culture maupun Substrat Culture dia bisa, mudah besar melon ini dan tahan banting. Jadi kalau kalau orang-orang awam, terjun pertanian, nanam ini insyaallah panennya lebih maksimal.

[18:43]Kalau ini namanya Melon Lavender, ini dari perusahaan Rafio Seed, ya, saya sebut ya. Ini soalnya juga salah satu guru saya yang punya benihnya ini. Jadi orang Surabaya. Keunikannya itu hampir sama kayak Sudami, tapi kalau di Melonponik namanya Sunri Hami ya. Biar warnanya kayak matahari ya. Rasanya dia crunchy, tapi crunchy ringan. Kalau Sudami tadi crunchynya berat. Harganya ini 65 per kilo lah. Personal size itu rata-rata di 1,4 sampai 1,7. Kalau di atas 2,5 kilo kalau dikali 60 lima sudah berapa? Enggak masuk akal ya. Makanya supermarket itu menciptakan namanya personal size. Biar orang ketika beli itu enggak terlalu kaget. Oh, ternyata melon saya ini sampai 200.000 gini kan kaget ya, enggak enak ya. Karena melon ini kalau dibiarkan, Mas, bobotnya bisa sampai 4 kilo masih bisa ini melon ini.

[29:31]Alhamdulillah kok ketemunya sama teman-teman IBF ini komunitas Islamic Indonesia Business Forum. Kebetulan di situ teman-teman saya itu selalu mengajarkan fundamentalnya. Jangan takut kehilangan uang. Kalau masih nilainya segitu itu masih biaya SPP-nya anak TK ini. Kalau kamu SMA nanti segini gitu. Jadi kalau misal kita boleh ya, namanya dunia usaha itu dunia yang penuh dengan trik dan trik ya. Anak muda jangan takut untuk bertani, karena bertani itu tidak perlu kotor kalau kita mainnya sistem hidroponik ya. Dan pertanian hidroponik itu menurut saya kalau sistemnya benar, caranya benar, sistem pemasarannya benar, faktor BP-nya akan cepat. Jangan disalah kaprakan ya, kadang orang bilang BP-nya kok gini kayak gini. Sistemnya berarti ada celah yang salah. Itu ada sistemnya semua, ada cara mainnya semua. Kalau kita benar akan cepat BP-nya. Penerus ketahanan pangan bangsa kita itu siapa lagi kalau bukan anak-anak muda.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript