[0:17]Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo semua, saya Diana Tustiantina, saya pengajar mata kuliah Bahasa Indonesia. Selamat datang di SPADA Untirta. Kali ini kita akan membahas tentang dunia pustaka dan kutipan. Menjelajah dunia pustaka dan kutipan sangat penting dilakukan oleh para akademisi untuk menghasilkan karya ilmiah. Saya, juga Anda, para akademisi dituntut untuk menghasilkan karya ilmiah. Anda sebagai mahasiswa dituntut pula menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan penulisan, atau skripsi. Yang kita tahu, salah satu sifat karya ilmiah adalah bersifat objektif. Nah, sikap apa yang harus kita tanamkan ketika kita menulis karya ilmiah atau menghasilkan karya ilmiah? Tentu saja sikap jawara. Jawara, sikap jujur. Salah satu sikap yang diusung dalam sikap jawara adalah sikap jujur. Nah, sikap ini bisa kita implementasikan dalam pembelajaran menulis karya ilmiah kali ini. Baik, dalam materi untuk penulisan karya ilmiah akan saya fokuskan ke dalam dua. Yang pertama untuk teks ulasan dan yang kedua adalah rujukan. Dalam penulisan daftar pustaka, hal yang harus banyak kalian lakukan adalah membaca teks ulasan. Apa itu teks ulasan? Teks ulasan adalah sebuah tulisan yang berisi penilaian sebuah buku mengenai kelebihan dan kekurangan. Tapi tentu saja bukan hanya isi tentang kelebihan dan kekurangan. Dengan membaca teks ulasan buku, Anda bisa mengetahui apa tujuan penulisan buku, kemudian bagaimana struktur buku itu, dan gaya penulisannya, termasuk apa kelebihan dan kekurangan buku tersebut dengan buku-buku yang lain. Nah, dari sini sudah mulai paham mengapa harus banyak membaca teks buku ulasan? Itu kita butuhkan saat Anda akan menulis karya tulis ilmiah atau menghasilkan makalah. Anda harus banyak membaca ulasan-ulasan buku teks agar Anda tahu, apakah buku itu bisa Anda pakai untuk penulisan Anda atau tidak. Baik, selanjutnya, bukan hanya membaca ulasan teks buku, tetapi Anda juga harus mampu membuat ulasan atau harus Anda harus memiliki kemampuan mengulas buku. Untuk apa Anda memiliki harus memiliki kemampuan mengulas buku? Ya, tadi, untuk tujuan menulis karya ilmiah. Ketika Anda membutuhkan banyak rujukan, referensi, Anda tentu akan banyak mencari buku-buku. Dan sebelum Anda menentukan apakah buku itu bisa Anda pakai untuk karya ilmiah, Anda lakukan ulasan buku terhadap eh melakukan ulasan terhadap buku tersebut. Nah, apa yang harus Anda lakukan agar Anda bisa mengulas buku itu? Pertama memilih buku. Ketika Anda akan mengulas buku, pilihlah buku yang sesuai dengan bidang Anda. Kalau Anda mahasiswa ekonomi, carilah buku-buku ekonomi. Ya, tentu saja itu akan menjadi referensi dan rujukan pendukung Anda dalam menulis karya ilmiah. Kalau Anda mahasiswa komunikasi, carilah buku-buku komunikasi, kemudian ulaslah buku tentang komunikasi. Tapi jika Anda mahasiswa bahasa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, carilah buku sastra atau buku-buku pendukung lainnya pendidikan bahasa dan sastra Indonesia untuk Anda ulas dan Anda bisa menentukan buku-buku mana saja yang akan bisa Anda pakai untuk menulis karya ilmiah dan mendukung Anda untuk memperkuat argumentasi Anda dalam menulis karya ilmiah. Selanjutnya eh mengulas kita butuhkan untuk menjadi bahan referensi kita agar kita mengetahui buku-buku mana saja yang bisa kita jadikan referensi untuk menulis karya ilmiah. Selanjutnya dalam menelusuri daftar pustaka, saya akan membahas atau perkenalkan Anda dengan rujukan. Rujukan adalah sikap jawara yang lain yang harus kita tunjukkan. Mengapa rujukan apa mere apa mengimplementasikan sikap jawara? Karena rujukan adalah sikap kita, pengakuan kita terhadap pendapat seseorang diakui secara legal bahwa kita mengutip merujuk pendapat orang lain dengan cara yang legal, dengan cara mencantumkannya baik di catatan kaki maupun catatan belakang atau daftar pustaka. Nah, mengenai rujukan itu juga wajib Anda kuasai atau Anda ketahui sebagai sikap kita bahwa kita jujur dalam melakukan penulisan karya ilmiah. Untuk materi rujukan, saya akan membaginya menjadi dua, yang pertama catatan kaki, dan yang kedua adalah catatan belakang atau biasa disebut dengan daftar pustaka. Baik, untuk catatan kaki, apa yang dimaksud dengan catatan kaki? Apapun sumber yang kita kutip akan kita cantumkan sumbernya di halaman paling bawah. Beda dengan catatan belakang atau daftar pustaka. Daftar pustaka atau catatan belakang biasanya kita cantumkan sumber kutipan kita di belakang buku atau di belakang makalah atau di belakang artikel. Nah, itu juga salah satu sikap jujur kita bahwa kita telah mengutip pendapat seseorang dan kita mengakuinya dengan memberi penghargaan dengan mencantumkannya baik sebagai catatan kaki maupun catatan belakang atau daftar pustaka. Sudah mulai paham kan? Sikap jawara memang dibutuhkan dalam menulis karya ilmiah. Baik, untuk catatan kaki, bagaimana kita menulis catatan kaki? Saya akan coba bedakan dengan catatan belakang atau daftar pustaka. Untuk catatan kaki, biasanya kita menuliskan sumber, kemudian kita simpan sumber yang kita kutip atau kita rujuk di paling bawah. Bagaimana caranya? Pertama kita cantumkan nama, setelah itu kita cantumkan judul buku. Setelah itu kita cantumkan identitas penerbit, misalkan nama eh nama tempat penerbit dan nama penerbit. Tapi jangan lupa, jangan cantumkan CV atau PT di nama penerbit. Setelah itu yang paling apa membedakan antara catatan kaki dengan catatan belakang adalah ditulis halaman. Jadi catatan kaki, nama, kemudian judul eh nama tempat penerbit, nama penerbit, tahun dan halaman. Nah, nanti saya akan bedakan dengan daftar pustaka. Jadi salah satu bentuk sikap jawara kita, sikap jujur kita, kita tunjukkan adalah dengan mencantumkan catatan kaki saat kita merujuk atau mengutip pendapat seseorang. Nah, selanjutnya bagaimana cara kita membuat catatan belakang atau daftar pustaka? Jadi Anda bisa pilih bisa pilih dua mau catatan kaki atau catatan belakang itu bagaimana gaya selingkung dalam suatu jurnal atau buku ya. E nah, kalau untuk catatan belakang daftar pustaka, Anda bisa menuliskannya hampir sama dengan catatan kaki. Hanya bedanya, kita tidak mencantumkan halaman dan namanya tidak sesuai nama sesuai dengan posisi nama asli. Jadi kita biasanya mengutamakan nama marga atau nama keluarga atau ada yang menyebut menyebutnya nama belakang. Misalkan eh ada samosir misalkan nama eh Siti Samosir maka kita akan mencantumkan Samosir terlebih dahulu baru koma Siti. Nah, beda dengan catatan kaki, kalau catatan kaki itu ditulis Siti Samosir. Nah, kalau untuk daftar pustaka Samosir, Siti, baru judul buku, eh nama tempat terbit, penerbit lalu tahun. Nah, kalau untuk catatan belakang atau daftar pustaka tidak disertai dengan halaman.
[8:49]Nah, sudah mulai paham apa bedanya catatan kaki dan catatan belakang? Ya, dua esensi itu, biasanya dalam penulisan nama dan ada tidaknya halaman atau tidak. Kemudian posisi, kalau catatan kaki di bawah halaman, kalau untuk catatan belakang atau daftar pustaka, biasanya ditulis di paling belakang buku atau makalah. Nah, selanjutnya, hal yang paling harus kita kuasai dalam menghasilkan karya tulis dan sebagai representasi sikap jawara, sikap jujur adalah mengenai kutipan. Kenapa kutipan juga menjadi penting untuk masalah kejujuran dalam menulis karya ilmiah? Karena di situ adalah ada etika, etika penulis untuk melakukan penghargaan terhadap seseorang atau pendapat seseorang yang kita kutip untuk memperkuat argumentasi kita ketika kita menulis karya ilmiah. Nah, untuk mengutip itu ada dua yang bisa kita lakukan. Yang pertama, kutipan langsung, dan yang kedua adalah kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan yang merujuk atau mengutip pendapat gagasan dari orang lain dengan memindahkan teks itu tanpa mengubah sedikit pun atau sesuai dengan teks aslinya. Paham ya? Jadi dalam teks atau kutipan teks langsung, dia kita mengubah, mengutip gagasan orang. Tapi kita tidak mengubah sedikitpun teks tersebut. Apapun yang kita kutip atau kita rujuk itu harus sesuai dengan aslinya. Kalau salah bagaimana? Misalkan kita menemukan ada kesalahan penulisan, kita menggunakan tanda sic. Kemudian bagaimana kalau ada yang ingin dihilangkan? Ya, tetap kita tidak mengubahnya, tetapi kita menggunakan tanda titik tiga kemudian menggunakan spasi. Jadi intinya, jangan mengubah jangan mengubah sedikitpun kata-kata. Harus memindahkannya benar-benar sesuai dengan teks aslinya, makanya disebut dengan kutipan langsung karena kita tidak mengubah sedikit pun. Kemudian ada dua jenis untuk kutipan langsung ini, ada kutipan pendek dan yang kedua adalah kutipan langsung panjang. Nah, panjang dan pendeknya berdasarkan apa? Berdasarkan kalimat, jika yang Anda kutip lebih dari empat kalimat, maka kita bisa menyebutnya sebagai kutipan langsung lebih sebagai kutipan langsung panjang. Kalau jika kurang dari empat kalimat kita bisa menyebutnya sebagai kutipan pendek. Kutipan pendek biasanya ditulis dengan cara pertama, kita menuliskan teks asli atau teks sesuai dengan buku sumbernya. Tanpa mengubah sedikit pun, kemudian boleh menggunakan tanda petik sesudah dan sebelum, kemudian kita integrasikan dengan tulisan kita. Nah, atau dengan cara kita boleh mengintegrasikan kutipan langsung tersebut di antara tulisan kita. Jadi boleh memakai tanda kutip atau tidak memakai tanda kutip jadi masalah. Tetapi yang pasti itu diintegrasikan dengan tulisan kita. Nah, berbeda dengan kutipan langsung jenis panjang, artinya lebih dari empat kalimat. Lalu bagaimana kalau lebih dari empat kalimat? Nah, kalau lebih dari empat kalimat, Anda harus membuatnya dengan paragraf yang baru atau sedikit menjorok dan biasanya tulisannya lebih kecil dari tulisan penulisan Anda. Nah, dan biasanya boleh menggunakan tanda kutip atau tidak menggunakan tanda kutip. Tapi esensinya sama ya, boleh menggunakan tanda kutip atau tidak. Nah, selanjutnya rujukan yang paling penting ada atau kutipan yang paling penting adalah kutipan tidak langsung. Nah, untuk kutipan tidak langsung ini bedanya. Kalau tadi kutipan langsung, Anda tidak boleh mengubah atau mengganti sedikitpun dalam kutipan tidak langsung, Anda boleh mereduksinya, memfrasekkannya, atau menggunakan redaksi lain. Yang penting maknanya tetap sama. Jadi Anda boleh mengubah redaksi kata, tetapi yang penting makna dari pendapat yang kita kutip tidak berubah. Nah, itulah materi kita mengenai menjelajah dunia pustaka dan kutipan. Terima kasih, materi hari ini sudah selesai. Eh sekian materi kali ini, terima kasih sudah mengikuti spada untirta.



