Thumbnail for Cara Pakai Fluke ESA 615 Electrical Safety Analyzer (Bahasa Indonesia) | PT. Quantum Inti Akurasi by Quantum Inti Akurasi

Cara Pakai Fluke ESA 615 Electrical Safety Analyzer (Bahasa Indonesia) | PT. Quantum Inti Akurasi

Quantum Inti Akurasi

17m 43s1,630 words~9 min read
Auto-Generated

[0:05]Halo semuanya, balik lagi di channel Kuantum Inti Akurasi. Kali ini bersama saya Ardi Darmawan, saya sebagai Application and Support Engineer dan kali ini kita akan ngebahas mengenai alat Electrical Safety Analyzer dengan merek Fluke Biomedical dan tipenya adalah ESA 615. Dan selanjutnya untuk kelengkapan yang didapat selain dari main unit, kita mendapatkan carrying case di mana di dalamnya itu terdapat sertifikat kalibrasi. Di mana sertifikat kalibrasi ini terdapat serial number yang sama dengan main unit, kemudian ada tanggal kalibrasi. Selain dari sertifikat kalibrasi, kita juga mendapatkan dokumen conformity, kemudian selain itu ada calibration report. Nah, untuk sertifikat kalibrasi ini hasil dari kalibrasi dari pabrikan ya. Kemudian selanjutnya adalah power cord.

[1:03]USB cable, kemudian kabel test ada dua buah merah dan hitam. Kemudian dua aligator clip set dan dua test lead. Kemudian ada kabel jumper juga.

[1:28]Ada 1 to 10 input jack adapter ini untuk extend EKG. Kemudian ada dua buah adaptor input check adapter. Kemudian pin nol untuk zeroing. Kemudian satu buah manual book. Untuk selanjutnya, fungsi dari alat ESA ini atau alat electrical safety analyzer ini adalah untuk pengujian keselamatan kelistrikan alat-alat kesehatan yang supplynya menggunakan supply listrik. Kemudian untuk parameternya, parameter itu ada lima parameter ukur. Mulai dari voltase atau tegangan, kemudian nilai resistansi alat terhadap pembumian, nilai konsumsi arus. Kemudian arus bocor pada sasis, arus bocor pada applied part dan yang terakhir adalah isolation test atau isolation kabel. Selain dari lima parameter itu, ESA ini juga bisa memberikan simulasi heart rate EKG. Electrical safety analyzer ini tidak dilengkapi dengan baterai, jadi supply-nya full menggunakan listrik. Untuk range-nya dari 90 volt sampai 260 volt AC. Untuk selanjutnya adalah bagian-bagian alat, kita mulai dari sisi sebelah kanan. Untuk bagian paling bawah ini ada port kabel power untuk alat ESA itu sendiri, kemudian bagian atasnya ada tombol power on-off, kemudian di atasnya lagi slot SD card. Kemudian untuk sisi sebelah kiri yang bagian bawah ini ada port kabel power. Kabel power ini yang nanti dihubungkan ke alat kesehatan yang akan kita ukur. Kemudian di atasnya ada dua buah port USB, yang bawah yang Type A ini untuk untuk external keyboard dan yang atas untuk koneksi ke PC atau laptop. Kemudian untuk yang bagian atas, di sini ada lima buah port yang digunakan untuk port elektroda EKG ataupun untuk pengukuran arus bocor pada applied part. Kemudian untuk yang bagian depan yang di bagian atas ini adalah layar LCD atau display-nya. Kemudian di sebelah kiri ada tombol konfigurasi polarity netral dan earth. Kemudian beralih ke bawah ada tombol soft key dari F1 sampai F4 ini tombol yang digunakan untuk pemilihan menu yang ada di dalam layar nanti. Kemudian di sebelahnya lagi ada indikator high voltage mengindikasikan bahwa ada tegangan yang tinggi ketika kita tekan tombol test di bawah. Kemudian di bawah ada tombol-tombol menu parameter yang akan kita ukur mulai dari voltase, konsumsi arus, arus bocor, resistansi, tahanan kabel maupun memberikan simulasi EKG. Kemudian di bawahnya lagi ada tombol navigasi atas bawah dan kanan kiri. Kemudian di bawahnya lagi ada tombol enter dan tombol test. Kemudian di sebelah kanannya ada null post ini bisa dilepas, kemudian yang di bawahnya lagi ada konektor atau port untuk input jack konektor test lead-nya. Pada kesempatan kali ini kita akan mengukur kelistrikan pada alat elektrokardiograf dengan menggunakan alat ESA 615, tapi pastikan terlebih dahulu instalasi listriknya terdapat instalasi grounding. Sebelum melakukan penginstalan atau sebelum melakukan pengukuran alat kesehatan, kita harus mengklasifikasikan terlebih dahulu alat kesehatan tersebut berdasarkan yang pertama berdasarkan kelas, kemudian berdasarkan tipe, yang ketiga adalah berdasarkan metode pengukuran arus bocornya, yang keempat adalah hubungan utamanya. Untuk klasifikasi yang pertama itu berdasarkan kelas dibagi menjadi tiga, kelas 1, kelas 2, dan kelas IP atau internal power. Kalau untuk kelas 1 itu biasanya ciri-cirinya dia menggunakan tiga kabel, tiga line kabel fase, nol dan grounding, dan kemudian ciri-ciri berikutnya adalah biasanya di body alat terdapat pin grounding. Kemudian untuk bodinya itu biasa terbuat dari metal. Kemudian untuk kelas 2 itu biasanya menggunakan dua kabel atau menggunakan charger dan terdapat pin grounding ataupun tidak terdapat pin grounding. Dan kemudian untuk kelas IP itu alat kesehatannya biasanya full menggunakan baterai saja, tidak ada kabel power atau kabel adaptornya.

[6:07]Kemudian untuk klasifikasi selanjutnya berdasarkan tipe aksesoris. Ini dibagi menjadi tiga, yang pertama tipe B, kemudian tipe BF atau body floating, kemudian tipe yang ketiga adalah tipe CF atau cardiac floating. Nah, untuk yang tipe yang pertama tipe B ini ciri-cirinya adalah biasanya alat kesehatan itu enggak memiliki aksesoris atau applied part yang terhubung ke tubuh pasien. Kemudian yang kedua adalah berdasarkan tipe BF ya, body floating. Body floating ini biasanya aksesorisnya terhubung ke tubuh pasien, sedangkan kalau untuk yang ketiga tipe CF atau cardiac floating, ini sama dengan tipe BF tapi yang membedakan adalah aksesorisnya terhubung ke tubuh pasien tapi berhubungan dengan sistem cardiac atau jantung tubuh pasien.

[7:03]Klasifikasi yang berikutnya adalah berdasarkan hubungan utamanya. Itu kabel power-nya ya. Yang pertama berdasarkan PIE atau peralatan yang instalasinya permanen itu enggak pakai kabel power. Kemudian berikutnya adalah NPS kabelnya biasanya kabel power-nya itu permanen di alat kesehatan itu enggak bisa dilepas. Kemudian DPS. DPS itu kabel power-nya dapat dilepas dari main unitnya.

[7:36]Untuk klasifikasi yang sudah disebutkan tadi itu digunakan untuk menentukan nilai toleransi berdasarkan IEC 62353 karena kita akan menggunakan standar IEC 62353. Untuk selanjutnya pengaplikasian alat Electrical Safety Analyzer dan alat yang akan kita ukur adalah alat EKG recorder dengan 10 elektrode. Yang pertama, pasang kabel power alat Electrical Safety Analyzer yang ada di sebelah kiri alat. Kemudian pasang kabel power alat EKG recorder pada alat ESA yang ada di sebelah kanan. Kemudian pasang kabel lit dan aligator clip set ke pin null.

[8:24]Kemudian pasang kabel lead EKG atau elektrode ke bagian atas dari alat ESA sesuai dengan label.

[8:44]Nah, untuk kabel lit-nya atau elektrode-nya ada enam lagi. Ini dipasang dengan extend 1 to 10 input jack adapter.

[8:58]Pasang terlebih dahulu jumper-nya, dipasang lagi di bagian atas di V1 dan C1. Nah, untuk kabel sisanya dipasang di 1 to 10 input jack adapter ini.

[9:19]Nyalakan alat ESA dengan cara tekan tombol power yang ada di bagian sebelah kiri alat.

[9:29]Alat ESA ini bisa mengukur secara test auto sequence maupun secara manual. Nah, untuk sekarang kita akan mencoba untuk mengukur secara manual. Pertama, pilih dulu standar yang akan kita gunakan apakah IEC 62353 atau IEC 60601. Untuk saat ini kita akan mencoba untuk pengukurannya dengan standar IEC 62353 dengan cara tekan setup kemudian pilih standar.

[9:59]Nah, standarnya ini diganti dari 60601 ke 62353. Kemudian pilih enter. Ada lima parameter ukur yang akan kita ukur, yang pertama adalah pengukuran tegangan atau voltase. Yang kedua adalah pengukuran resistansi alat terhadap pembumian. Kemudian yang ketiga adalah pengukuran tahanan kabel. Yang keempat adalah pengukuran arus bocor pada alat. Yang kelima adalah pengukuran arus bocor pada applied part atau aksesoris. Nah, yang pertama pengukuran voltase atau tegangan dengan cara tekan tombol V pada alat. Dia akan tampil tegangan yang terukur pada line live atau lift to netral, kemudian netral to earth tekan F2 dan kemudian lift to earth tekan F3. Kemudian pengukuran resistansi alat terhadap pembumian. Tekan tombol ohm, kemudian zerokan lit terlebih dahulu dengan cara tekan F4. Kalau sudah zero, kemudian lepas clip adaptor yang ada di pin null. Kemudian pasang di bagian belakang alat yaitu pasang pada pin grounding yang ada pada alat EKG recorder dan lihat di layar ini hasilnya adalah 0,149 ohm. Untuk selanjutnya pengukuran tahanan kabel. Tekan tombol mega ohm yang ada pada alat. Pada layar akan tampil push test 500 volt DC. Pastikan alat tidak dipegang, kemudian tekan tombol test yang ada di bagian paling bawah. Indikator high voltage akan menyala, jangan disentuh alatnya. Hasilnya adalah OR atau over range. Kenapa OR? Karena pada alat ESA ini range-nya dia hanya membaca sam dari 0 sampai 99 mega ohm. Jadi di atas dari 99 mega ohm ini maka alat ESA akan membaca over range. Yang selanjutnya pengukuran arus bocor pada alat. Tekan tombol micro ampere, kemudian pilih direct equipment, polarity di-on di kondisi normal dan earth-nya ditekan open.

[12:32]Nah, ini untuk pengukuran polarity normal dan pengukuran selanjutnya pengukuran reverse polarity. Rubah polarity dari normal ke reverse.

[13:39]Kemudian tekan tombol test kembali.

[13:47]Ini adalah hasil dari pengukuran arus bocor pada reverse polarity. Ya, itu tadi adalah pengukuran secara manual dan sekarang kita coba untuk pengukuran secara test sequence atau automatic dengan cara tekan tombol test sequence ada di bagian sebelah kiri. Kemudian kita pilih library-nya, test library kita pilih dengan cara tekan tombol F3.

[14:15]Nah, di sini kita pilih alat yang akan kita ukur berdasarkan standar referensinya yang akan kita gunakan. Standarnya yang kita gunakan adalah 62353 dengan metode direct.

[14:32]Kita pilih yang pasien monitor ya, kemudian select atau enter.

[14:40]Ya, dari sini kita tinggal tekan tombol next pada tombol F1. Ya, kemudian di sini kita diminta untuk mengisi equipment number atau merek, tipe, serial number dan model, lokasinya juga. Kemudian kita tekan tombol start untuk memulai. Di sini kita diminta untuk zeroing lead. Pasang kembali aligator clip set-nya pada null. Kemudian zeroing dengan cara tekan tombol F1.

[15:40]Untuk pengukuran selanjutnya dia akan akan melakukan pengukuran secara otomatis sampai selesai.

[16:07]Ya, untuk parameter ukurnya untuk semuanya sudah dilakukan secara test sequence, untuk hasilnya adalah pass. Kalau dari pengukuran tadi ada beberapa parameter yang failed atau yang gagal maka test sequence ini akan akan mengindikatorkan hasilnya akan failed. Dari sini kita diminta untuk ke proses selanjutnya itu ditekan tombol next, kemudian data bisa kita save.

[16:45]Untuk data yang tadi kita sudah dilakukan secara test auto sequence, kita bisa lihat di test result, datanya paling atas. Kita tekan enter untuk melihat. Ini adalah hasilnya.

[17:27]Itu adalah cara penggunaan alat Electrical Safety Analyzer untuk pengujian keselamatan kelistrikan alat EKG. Dukung terus channel kami dengan cara like, share dan subscribe dan kalau ada pertanyaan maupun masukan boleh tulis di kolom komentar. Terima kasih.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript