Thumbnail for R. A KARTINI "DRAMA MUSIKAL" - KOMUNAL 2023 by PAK GURU GANTENG

R. A KARTINI "DRAMA MUSIKAL" - KOMUNAL 2023

PAK GURU GANTENG

14m 20s830 words~5 min read
Auto-Generated

[0:13]21 April 1879. Lahirlah seorang anak perempuan dari pasangan Raden Mas Adipati Aryo Sosroningrat dan Mas Ajeng Ngasirah. Anak tersebut diberi nama Raden Ajeng Kartini. Semasa remaja, Kartini merupakan anak yang menginginkan kebebasan. menentang adat yang berlaku pada saat itu untuk mewujudkan kesetaraan hak antara pria dan wanita. Bahkan, Kartini mendirikan sekolah untuk wanita kaum miskin. Jadi ini adalah huruf A. Ayo dibaca A. A.

[1:09]Nih, sedang apa kau di sini? Aku sedang mengajar, Kang Mas. Untuk apa kau mengajar? Wanita harus menikah. Dan juga mengurus rumah. Apakah salah jika wanita melakukan hal yang kita inginkan? Wanita masih manusia. Sudahlah Kartini, kau tak perlu mengajar mereka. Ayo sekarang, balik ke pingitanmu, jangan. Jangan.

[2:02]Ni, keluar. Cepat keluar. Ada ada apa Ibu? Ni, sudah saatnya kamu harus dipingit. Ibu tidak mau melihat kamu terus mengajar dan belajar. Persiapkan dirimu hingga calon suamimu menjemput. Mengapa Ibu? Apakah salah jika seorang wanita belajar? Apakah salah jika wanita memiliki kedudukan yang sama dengan pria? Cukup! Tradisi tetaplah tradisi. Dan saya akan tetap berpendapat seperti ini, Ibu. Terserah kamu saja. Hingga tiba saatnya nanti mau siap atau tidak siap, kamu harus melakukan pingitan. Tahukah sakit yang tak terobat kini? Belum sempat sembuh, terciklah lagi. Buat. Aku buat.

[5:25]Karena begitulah seharusnya wanita. Saya ingin meminta izin untuk melanjutkan sekolah di Belanda Romo. Trinil, benarkah kamu ingin sekolah di Belanda? Benar Romo, Trinil sangat ingin sekolah di Belanda dan ingin menggapai cita-cita Romo. Baiklah, Romo akan mengizinkan.

[3:36]Apakah kamu sudah memikirkan dengan baik? Sudah Kang Mas. Maaf Tuan, saya kurang setuju dengan pendapat di Ajeng Kartini tentang sekolah ke Belanda. Kenapa? Jika Ibu mendengar, mungkin beliau akan marah, Tuan. Terserah adik saya saja bagaimana nantinya.

[4:07]Kamu harus bersyukur nih karena ada orang yang melamarmu. Apa yang harus disyukuri dari seorang laki-laki yang sudah memiliki tiga istri, Ibu? Sudah bagus, bupati yang melamarmu, bukan petani. Saya akan tetap menunggu proposal dari Belanda. Proposamu itu belum tentu disetujui, mungkin bisa saja ditolak. Tapi lamaranmu ini harus dijawab dalam waktu tiga hari. Saya tidak mau membuat Romo kecewa. Mohon maaf Ibu. Mohon maaf Ibu, izinkan saya berbicara kepada adik saya. Kamu bisa meminta tolong kepada Romo untuk membatalkan proposal itu. Saya tidak mau Kang Mas. Lihatlah, sekarang semuanya sudah jelas. Kamu itu hanya memikirkan dirimu sendiri. Wanita seharusnya bisa melakukan semua yang kita inginkan tanpa ada campur tangan mereka yang tak pernah mengerti.

[6:09]Ada apa Yu? Panggil Aku Ibu. Kita tidak berada di pendopo. Ada yang ingin Ibu tanyakan dan mengerti. Ilmu apa yang sudah kamu pelajari dari aksara Belanda, nih? Kebebasan Ibu. Lalu, apa yang tidak ada dalam aksara Belanda, nih? Tidak tahu kesetiaan manusia ketika dipangku hatinya merasa tentram karena keseimbangannya terjaga. Sepintar-pintarnya orang Belanda untuk menguasai dunia, mereka tidak akan pernah mengenal apa itu kesetiaan. Selama ini, Ibu menerima dipisahkan oleh tembok kehidupan dengan anak-anak yang lahir dari rahim Ibu, nih. Harapan Ibu, anak-anak bisa sekolah dan derajatnya lebih tinggi dari Ibu.

[8:07]Bagaimana? Apakah kamu siap untuk menyandang gelar Raden Ayu? Saya siap untuk menerima pinangan dari Kanjeng Adipati Dayu Diningrat dari Rembang, tetapi saya ingin meminta syarat. Apalah lagi? Sudah. Ayo sebutkan apa saja syaratnya. Pertama, saya tidak mau membasuh kakinya dan tidak mau dibebani oleh berbagai perintah sopan santun yang rumit, serta saya mau diperlakukan seperti orang biasa saja. Yang terakhir, cukup nih kamu hanya memikirkan dirimu sendiri. Ibu tidak akan pernah membiarkan syaratmu itu terpenuhi. Ni, benar Bu. Suami saya menikah lagi Ibu. Lastri mengerti. Suami Lastri lebih mencintai istri mudanya yang pintar dan terpelajar. Lastri sudah tidak kuat, Bu. Ini benar, lanjutkan, Mbak Yumi ini mendukungmu. Yang terakhir, saya mengharuskan calon suami saya untuk membantu mendirikan sekolah untuk perempuan dan orang miskin. Saya juga ingin Yungasirah tidak tinggal di rumah belakang, tapi di rumah depan, serta saya ingin semua putra-putri Romo memanggil Yungasirah dengan sebutan Mas Ajeng, bukan Yulagi.

[9:42]Cepat tulis syaratmu, lalu kirim ke Bupati Rembang. Mohon maaf Romo, izinkan saya menulis surat ini Romo. Saya anak yang paling tua, sudah jadi bukti saya sebagai kakak untuk melindungi adik-adiknya, dan saya akan membantu untuk mengantarkan surat itu langsung ke Bupati Rembang, Romo. Baiklah.

[10:07]Apa benar kalau diajeng yang menulis syarat pernikahan itu? Benar Kang Mas. Apabila Kang Mas keberatan dengan syarat itu, saya mohon supaya Kang Mas tidak memperpanjang masalah ini menjadi permusuhan antar keluarga. Ha ha ha. Maaf, maaf, mohon maaf semuanya. Saya geli dengan kekhawatiran di Ajeng Kartini. Tapi itu wajar, itu wajar, itu karena diajeng belum mengenal siapa saya. Justru kedatangan saya ke sini untuk meluruskan hal penting yang tidak bisa dijelaskan dengan surat. Sebenarnya, aku sangat ingin anak-anak diasuh oleh ibu yang berhati kuat dan pintar seperti di Ajeng Kartini. Aku ikhlas kok menerima syarat-syaratmu dan juga aku akan ikut mengawal cita-citamu. Jadi bagaimana di Ajeng?

[13:00]Ciye, mau nikah ya?

[13:08]Saya ingin pamit Ibu. Ini mau jadi Raden Ayu.

[14:04]Setelah pernikahan dilaksanakan, Kartini dan Raden Mas Joyodiningrat pergi melihat sekolah sesuai yang Kartini impikan. Terima kasih suamiku telah memenuhi persyaratan yang aku ajukan sebelum menikah. Sama-sama Dek Kartini.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript