Thumbnail for Khutbah Singkat (10 Menit) Idul Adha 1440 H - KH Marzuqi Mustamar 2023 by KH Marzuqi Mustamar Channel

Khutbah Singkat (10 Menit) Idul Adha 1440 H - KH Marzuqi Mustamar 2023

KH Marzuqi Mustamar Channel

9m 45s787 words~4 min read
Auto-Generated

[0:10]Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar walhamdulillah wa subhanallahi wa. Lailahaillallah walahaillallah. Muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa alihi wasahbihi ajmain. Ikhwani ibadallah. Ittaqullah. Ittaquullah fa. Kaum muslimin rahimakumullah. Di dalam kitab Annahu diceritakan bahwa Nabi Ibrahim alaihissalam setiap akan makan malam dia menyuruh pembantunya untuk keliling kampung bertanya adakah di antara mereka yang belum makan. Kalau sudah dipastikan semuanya sudah makan malam barulah Ibrahim mau makan malam. Dan kalau masih ada yang kelaparan maka Ibrahim belum mau makan malam sebelum memberikan makan pada mereka. Kaum muslimin rahimakumullah. Ibrahim adalah tauladan bagi nabi-nabi yang lain juga tauladan bagi kita umat Islam. Milla Ibrahim ikutilah millah, tuntunan, ajaran Nabi Ibrahim alaihissalam. Tentu di samping kita mengikuti manasik seperti manasiknya Ibrahim. Kita mengikuti syariah kurban seperti syariah kurbannya Nabi Ibrahim. Kita mengikuti syariah khitan seperti khitannya Nabi Ibrahim. Di luar itu masih ada millah-millah, tuntunan-tuntunan, ajaran-ajaran, sunah Nabi Ibrahim yang kita harus mengikutinya. Antara lain kaum muslimin rahimakumullah peduli kepada lingkungan, peduli kepada fakir miskin, peduli kepada anak yatim. Ibrahim belum mau makan malam sebelum memastikan diri bahwa tetangga dan lingkungannya sudah bisa makan semua. Kaum muslimin rahimakumullah. Dalam Al-Qur'an kepedulian kepada orang miskin, kepedulian kepada anak yatim itu salah satu tolak ukur. Apa orang itu benar-benar Islam, benar-benar iman ataukah munafik. Kelihatannya Islam, kelihatannya iman namun sebetulnya dia mendustakan agama itu sendiri. Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama itu? Orang yang mendustakan agama adalah mereka yang membentak pelaku kasar pada anak yatim dan tidak peduli pada fakir miskin. Kaum muslimin rahimakumullah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Hampir-hampir karena miskin karena melarat, karena fakir orang bisa kafir.

[4:05]Bahkan sudah sering terjadi orang masuk gereja gara-gara miskin. Orang Kristenisasi gara-gara miskin. Orang murtad ikut agama lain gara-gara miskin. Andai kita yang muslim, yang mampu, yang kaya, peduli kepada fakir miskin tentu mereka yang miskin tidak perlu mengambil beras dari gereja. Tidak perlu mencari beasiswa dari gereja. Tidak perlu mencari bantuan rumah sakit dari gereja. Tidak perlu mencari bantuan rumah roboh dari gereja. Andai kita yang kaya ini peduli kepada mereka namun lantaran kita yang muslim yang kaya, yang mampu kurang peduli kepada mereka. Akhirnya satu, dua dari muslimin mukminin yang melarat terpaksa ambil bantuan dari gereja dan lama-lama nauzubillah minzalik hilang syahadatnya murtad. Karena itu kaum muslimin rahimakumullah untuk mempertahankan iman dan Islamnya fakir miskin marilah kita teladani Nabi Ibrahim yakni peduli kepada mereka yang miskin. Dan dia tidak mau makan sebelum yang miskin dipastikan bisa makan. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.

[5:37]Kaum muslimin rahimakumullah di samping itu kita tahu Nabi Ibrahim nabi yang luar biasa sukses mendidik keluarga dan anaknya. Anaknya menjadi nabi, cucunya menjadi nabi. Punya anak dua Ismail, Ishak, dua-duanya menjadi nabi. Punya buyut Yusuf juga menjadi nabi. Dia sukses mendidik keluarganya. Meneladani Ibrahim adalah juga bagaimana cara kita gigih sungguh-sungguh mendidik anak-anak kita supaya tetap lailahaillallah. Supaya tetap salat, supaya tetap ngaji, supaya tetap berakhlak, supaya tetap beribadah pada Allah Subhanahu wa taala. Supaya tetap bisa berilmu. Kalau kita yang alim ini mati, dan sebelum kita mati sudah berhasil mendidik anak kita juga alim, maka matinya kiai tidak diikuti oleh matinya agama. Namun kalau kiai itu mati sebelum berhasil mendidik anak-anaknya menjadi alim, maka dikhawatirkan matinya kiai itu juga matinya agama karena anaknya tidak sanggup melanjutkannya. Kaum muslimin rahimakumullah di akhirat nanti kita akan dihisab. Bukan hanya salat kita yang dihisab. Bukan hanya harta kita yang dihisab. Namun lebih dari itu, bagaimana kita mendidik anak, bagaimana kita melatih anak kita salat, bagaimana kita mengawasi anak kita salat, bagaimana kita mengawasi anak kita menjauhi kemungkaran. Itu juga akan kita pertanggungjawabkan. Sungguh kelak ada sesosok manusia bersiap masuk surga, namun betapa terkejutnya dikandoli oleh anak-anaknya dari belakang. Mereka protes ya Allah, kami tidak terima orang tua kami masuk surga sedangkan kami tidak. Mengapa enggak terima? Anak-anak menjawab, “Orang tua kami tidak pernah mendidik kami, mengajari kami, bagaimana beribadah yang benar. Melakukan kewajiban yang benar, beragama yang benar.” Kaum muslimin rahimakumullah. Ibrahim kalaupun berdoa. Dan dia kalaupun sebelum mati tua anak-anaknya dikumpulkan ditanya, “Kalau saya mati apa yang kau sembah nak?” Ketika mereka-mereka menjamin, “Kami tetap menyembah Allah, kami tetap ibadah, kami tetap jamaah.” Maka Ibrahim pun rela meninggalkan mereka, Yakub pun rela meninggalkan mereka, asalkan ada janji komitmen dari anak-anaknya untuk tetap beribadah meneruskan apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Kaum muslimin rahimakumullah, Hari Raya Kurban yang semangatnya meneladani Ibrahim marilah kita teladani soal ibadahnya. Marilah kita teladani soal pengorbanannya. Marilah kita teladani yang sudah mampu manasik haji dan umrahnya. Namun bukan hanya itu, juga kita teladani bagaimana Ibrahim peduli kepada anak yatim fakir miskin. Bagaimana Ibrahim mendidik anak-anaknya dan anak-anaknya sukses menjadi nabi. Bismillahirohmanirohim. Innal in lafi. illa wa wa bis wa bis.

Need another transcript?

Paste any YouTube URL to get a clean transcript in seconds.

Get a Transcript